Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DESA LAPANDEWA KAINDEA KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi · Vol. 1 No. 1 (2016) · pp. 14–20

DOI
10.36709/ampibi.v1i1.5021
ISSN
2723-6846, 2527-6735
Published
2016-05-01
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etnobotani tumbuhan obat dan bentuk kearifan lokal masyarakat desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Metode yang digunakan yaitu survei eksploratif. Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah semua jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat desa Lapandewa Kaindea yang ditemukan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tumbuhan obat yang ditemukan dan dimanfaatkan di desa Lapandewa Kaindea terdiri 53 jenis, 31 suku, 22 bangsa dan 2 kelas. Tumbuhan obat yang dominan digunakan oleh masyarakat yaitu jambu batu (Psidium guajava Linn.). Sebagian besar jenis tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang tumbuh di pekarangan dengan persentase 36 %. Famili yang paling dominan ditemukan berasal dari famili Euphorbiaceae dengan jumlah 5 jenis. Habitus tumbuhan obat didominasi oleh herba dengan persentase 42 %. Daun merupakan bagian yang lebih banyak digunakan pada tumbuhan obat. Tumbuhan obat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit terutama kelompok penyakit saluran pencernaan. Sebagian besar tumbuhan obat lebih banyak diolah dengan cara direbus dan ditumbuk. Kearifan lokal masyarakat dapat dilihat pada sistem pertanian, kegiatan pemanfaatan dan upaya konservasi tumbuhan obat.Kata Kunci: etnobotani, tumbuhan obat, kearifan lokal,

Collaboration network of the authors

40 authors · 104 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asmawati MunirUniversitas Halu Oleo6
Safilu SafiluAffiliation unknown5
La KolakaUniversitas Halu Oleo3
Lili DarlianAffiliation unknown3
M SirihAffiliation unknown2
Jahidin JahidinAffiliation unknown2
Febrianti YunitaAffiliation unknown2
Andi Murlina TasseUniversitas Halu Oleo1
Deki ZulkarnainUniversitas Halu Oleo1
Achmad Selamet AkuUniversitas Halu Oleo1
Fuji Astuty AuzaUniversitas Halu Oleo1
Lili Lili DarlianAffiliation unknown1
Marnitasari MarnitasariAffiliation unknown1
Alwi Ganing SintaAffiliation unknown1
Harpa Pria GawaksaAffiliation unknown1
Dalmatia DalmatiaAffiliation unknown1
Lisda Erika RatmiAffiliation unknown1
Suarna SamaiAffiliation unknown1
Eko WijayantoAffiliation unknown1
Muhammad Uksim AlrazikAffiliation unknown1
Muh IkbalAffiliation unknown1
Suriana Gende EdeUniversitas Halu Oleo1
Niar IndriawatiAffiliation unknown1
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown1
Sri Ramayanti KarminaAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Nuning MartianingsihAffiliation unknown1
Sarwiana SarwianaAffiliation unknown1
Makrawati MakrawatiAffiliation unknown1
Ima La AwuAffiliation unknown1
Wa Ode NursiaAffiliation unknown1
Muh. SirihAffiliation unknown1
Herby AswanAffiliation unknown1
Wa Ode SusiantiAffiliation unknown1
Sofiana ImasAffiliation unknown1
Endria SariAffiliation unknown1
Nur AinunAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DESA LAPANDEWA KAINDEA KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Hasanah, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Hittah Wahi</dc:creator>
	<dc:creator>Damhuri, Damhuri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etnobotani tumbuhan obat dan bentuk kearifan lokal masyarakat desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Metode yang digunakan yaitu survei eksploratif. Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah semua jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat desa Lapandewa Kaindea yang ditemukan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tumbuhan obat yang ditemukan dan dimanfaatkan di desa Lapandewa Kaindea terdiri 53 jenis, 31 suku, 22 bangsa dan 2 kelas. Tumbuhan obat yang dominan digunakan oleh masyarakat yaitu jambu batu (Psidium guajava Linn.). Sebagian besar jenis tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang tumbuh di pekarangan dengan persentase 36 %. Famili yang paling dominan ditemukan berasal dari famili Euphorbiaceae dengan jumlah 5 jenis. Habitus tumbuhan obat didominasi oleh herba dengan persentase 42 %. Daun merupakan bagian yang lebih banyak digunakan pada tumbuhan obat. Tumbuhan obat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit terutama kelompok penyakit saluran pencernaan. Sebagian besar tumbuhan obat lebih banyak diolah dengan cara direbus dan ditumbuk. Kearifan lokal masyarakat dapat dilihat pada sistem pertanian, kegiatan pemanfaatan dan upaya konservasi tumbuhan obat.Kata Kunci: etnobotani, tumbuhan obat, kearifan lokal,</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/5021</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/ampibi.v1i1.5021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi; Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1; 14-20</dc:source>
	<dc:source>2723-6846</dc:source>
	<dc:source>2527-6735</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/5021/3743</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi)</dc:rights>
</oai_dc:dc>