Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

DOTTED-BOARD MODEL DAN EXTENDED LOCAL SEARCH UNTUK OPTIMALISASI TATA LETAK POLA BUSANA PADA BAHAN BERMOTIF DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ATURAN KESERASIAN MOTIF

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 13 No. 1 (2015) · pp. 75–85

DOI
10.12962/j24068535.v13i1.a390
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2015-01-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Permasalahan peletakkan pola busana penting dilakukan untuk memperoleh efisiensi dalam penggunaan bahan kain.Tidak hanya itu, waktu pemrosesan dengan memperhatikan keserasian motif juga masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Permasalahan ini dikenal dengan irregular strip packing problem (SPP). Penelitian irregular SPP menggunakan bahan bermotif pernah dilakukan sebelumnya, namun tidak memperhatikan keserasian isi motif. Penelitian ini diusulkan untuk menyelesaikan irregular SPP pada bahan bermotif dengan mempertimbangkan keserasian isi motif. Metode yang diusulkan adalah Dotted Board Model (DBM) yang dikombinasikan dengan Extended Local Search (ELS). Pada tahap awal pola busana dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pola busana yang memiliki aturan keserasian mo-tif, dan kelompok pola busana yang tidak memiliki aturan keserasian motif. Selanjutnya, inisialisasi tata letak awal dil-akukan pada kelompok pola busana yang memiliki aturan keserasian motif menggunakan DBM. Selebihnya, pola busana tanpa aturan keserasian motif akan dioptimalisasi dengan menggunakan ELS. Setiap aturan keserasian memiliki poin yang digunakan sebagai tolak ukur keserasian motif. Berdasarkan ujicoba, kombinasi terbaik ELS+DBM terdapat pada resolusi 3 piksel dengan iterasi local search ke 5. Nilai efisiensi dan waktu ELS+DBM adalah 57% dan 381 detik. Waktu komputasi ELS+DBM lebih cepat dengan selisih waktu komputasi 392,7detik dibandingkan tanpa DBM. Hal ini menun-jukkan bahwa metode ELS+DBM lebih unggul dibandingkan ELS tanpa DBM, karena metode ELS+DBM memiliki waktu yang lebih singkat untuk mencapai nilai efisiensi yang hampir sama.

Collaboration network of the authors

40 authors · 74 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Islamic University of Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Chastine FatichahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember9
Yuna SugianelaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Anny YuniartiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Imam KuswardayanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Handayani TjandrasaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Syavira Tiara ZulkarnainInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Diana PurwitasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Arrie KurniawardhaniIslamic University of Indonesia2
Jayanti Yusmah SariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mutmainnah MuchtarInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Bernardinus ArisandiAffiliation unknown1
Arya Yudhi WijayaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Yudhi PurwanantoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Lim Yohanes StefanusAffiliation unknown1
Faida RoyaniAffiliation unknown1
Tri Anggraeny FettyAffiliation unknown1
Lalu Muhammad DzakiAffiliation unknown1
Dewi RosidaAffiliation unknown1
Rosdiana RahmawatiAffiliation unknown1
Joko Lianto BulialiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Waskitho WibisinoAffiliation unknown1
Rizky Yuniar HakkunAffiliation unknown1
Darlis Heru MurtiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Daru Jani NanjayaAffiliation unknown1
Dody Rachmat WicaksonoAffiliation unknown1
Nunut Priyo JatmikoAffiliation unknown1
Kavin AndiAffiliation unknown1
Sarwosri SarwosriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Myke Noor ArianiAffiliation unknown1
Ricky Eka PutraAffiliation unknown1
Mirza Galih KurniawanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Wijayanti Nurul KhotimahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ridho Rahman HariadiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Risal Andika SaputraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Dini Adni NavastaraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ardhon RakhmadiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Misbahul FuadInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">DOTTED-BOARD MODEL DAN EXTENDED LOCAL SEARCH UNTUK OPTIMALISASI TATA LETAK POLA BUSANA PADA BAHAN BERMOTIF DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ATURAN KESERASIAN MOTIF</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Bimantoro, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suciati, Nanik</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arieshanti, Isye</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Permasalahan peletakkan pola busana penting dilakukan untuk memperoleh efisiensi dalam penggunaan bahan kain.Tidak hanya itu, waktu pemrosesan dengan memperhatikan keserasian motif juga masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Permasalahan ini dikenal dengan irregular strip packing problem (SPP). Penelitian irregular SPP menggunakan bahan bermotif pernah dilakukan sebelumnya, namun tidak memperhatikan keserasian isi motif. Penelitian ini diusulkan untuk menyelesaikan irregular SPP pada bahan bermotif dengan mempertimbangkan keserasian isi motif. Metode yang diusulkan adalah Dotted Board Model (DBM) yang dikombinasikan dengan Extended Local Search (ELS). Pada tahap awal pola busana dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pola busana yang memiliki aturan keserasian mo-tif, dan kelompok pola busana yang tidak memiliki aturan keserasian motif. Selanjutnya, inisialisasi tata letak awal dil-akukan pada kelompok pola busana yang memiliki aturan keserasian motif menggunakan DBM. Selebihnya, pola busana tanpa aturan keserasian motif akan dioptimalisasi dengan menggunakan ELS. Setiap aturan keserasian memiliki poin yang digunakan sebagai tolak ukur keserasian motif. Berdasarkan ujicoba, kombinasi terbaik ELS+DBM terdapat pada resolusi 3 piksel dengan iterasi local search ke 5. Nilai efisiensi dan waktu ELS+DBM adalah 57% dan 381 detik. Waktu komputasi ELS+DBM lebih cepat dengan selisih waktu komputasi 392,7detik dibandingkan tanpa DBM. Hal ini menun-jukkan bahwa metode ELS+DBM lebih unggul dibandingkan ELS tanpa DBM, karena metode ELS+DBM memiliki waktu yang lebih singkat untuk mencapai nilai efisiensi yang hampir sama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/390</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v13i1.a390</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 13, No 1, Januari 2015; 75-85</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/390/279</dc:relation>
</oai_dc:dc>