Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) TERHADAP VARIASI WAKTU PERKECAMBAHAN

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi · Vol. 1 No. 2 (2016) · pp. 38–42

DOI
10.36709/ampibi.v1i2.5036
ISSN
2723-6846, 2527-6735
Published
2016-08-01
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kandungan protein pada berbagai umur kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas (X) berupa lama perkecambahan dengan variasi waktu yaitu biji sebelum direndam (X0), biji setelah direndam 0 jam (X1), 24 jam (X2), 48 jam (X3), 72 jam (X4), dan 96 jam(X5), sedangkan variabel terikat (Y) yaitu kandungan protein. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui kandungan protein dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis kadar protein menggunakan metoe biuret. Nilai rerata kandungan protein varietas I (kacang hijau abu-abu) secara berturut-turut sebelum direndam, 0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam yaitu 17.18%, 15.85%, 12.04%, 9.05%, 6.85% dan 3.54%, sedangkan rerata kandungan protein varietas II (kacang hijau nilon) secara berturut-turut yaitu 17.56%, 16.09%, 13.20%, 8.99%, 6.26% dan 4.14%. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa varietas I Fhitung Ftabel yaitu 597,974,56 dan varietas II Fhitung Ftabel yaitu 1886,454,56, menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Lama perkecambahan kacang hijau berpengaruh negatif terhadap kandungan protein baik pada varietas I maupun varietas II.Kata Kunci: Kadar Protein, Kecambah, Phaseolus radiatus L., Metode Biuret

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asmawati MunirUniversitas Halu Oleo8
M SirihAffiliation unknown5
Ahdiat AgriansyahAffiliation unknown4
Jahidin JahidinAffiliation unknown4
Damhuri DamhuriAffiliation unknown4
Nur Arfa YantiAffiliation unknown3
Suarna SamaiAffiliation unknown3
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown2
Muhammad Aswan AswanAffiliation unknown1
La HarimuAffiliation unknown1
Jamili JamiliAffiliation unknown1
Maryce Agusthinus WalukouUniversitas Halu Oleo1
Arvida ArvidaAffiliation unknown1
Nursamdiyanti NursamdiyantiAffiliation unknown1
Harpa Pria GawaksaAffiliation unknown1
Muh SyahruramadhanAffiliation unknown1
Narsa NarsaAffiliation unknown1
Nur HasanahAffiliation unknown1
Akmalsyah AkmalsyahAffiliation unknown1
Eko WijayantoAffiliation unknown1
Reza Ighnas Adhi Jaya RindraAffiliation unknown1
HM SirihAffiliation unknown1
Astaliati AstaliatiAffiliation unknown1
Muh. SirihAffiliation unknown1
Sri DarmiantiAffiliation unknown1
Sri Ramayanti KarminaAffiliation unknown1
Nurul Adha HAffiliation unknown1
Sri Wahyuningsi Dwi AstutiAffiliation unknown1
Saprin SaprinAffiliation unknown1
Febrianti YunitaAffiliation unknown1
Rasna HengkiAffiliation unknown1
Sarina SarinaAffiliation unknown1
Sarwiana SarwianaAffiliation unknown1
Dian AprianiAffiliation unknown1
Minarni MinarniAffiliation unknown1
Masni MasniAffiliation unknown1
Wa Ode NursiaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) TERHADAP VARIASI WAKTU   PERKECAMBAHAN</dc:title>
	<dc:creator>Martianingsih, Nuning</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Hittah Wahi</dc:creator>
	<dc:creator>Darlian, Lili</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kandungan protein pada berbagai umur kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas (X) berupa lama perkecambahan dengan variasi waktu yaitu biji sebelum direndam (X0), biji setelah direndam 0 jam (X1), 24 jam (X2), 48 jam (X3), 72 jam (X4), dan 96 jam(X5), sedangkan variabel terikat (Y) yaitu kandungan protein. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui kandungan protein dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis kadar protein menggunakan metoe biuret. Nilai rerata kandungan protein varietas I (kacang hijau abu-abu) secara berturut-turut sebelum direndam, 0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam yaitu 17.18%, 15.85%, 12.04%, 9.05%, 6.85% dan 3.54%, sedangkan rerata kandungan protein varietas II (kacang hijau nilon) secara berturut-turut yaitu 17.56%, 16.09%, 13.20%, 8.99%, 6.26% dan 4.14%. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa varietas I Fhitung  Ftabel yaitu 597,974,56 dan varietas II Fhitung Ftabel yaitu 1886,454,56, menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Lama perkecambahan kacang hijau berpengaruh negatif terhadap kandungan protein baik pada varietas I maupun varietas II.Kata Kunci: Kadar Protein, Kecambah, Phaseolus radiatus L., Metode Biuret</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/5036</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/ampibi.v1i2.5036</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi; Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2; 38-42</dc:source>
	<dc:source>2723-6846</dc:source>
	<dc:source>2527-6735</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/5036/3759</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi)</dc:rights>
</oai_dc:dc>