Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

META ANALISIS HABITAT KETAM KENARI (Birgus latro L.) DI INDONESIA (Kajian Materi Keanekaragaman Hayati SMA Kelas X Semester 1)

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi · Vol. 6 No. 4 (2022) · pp. 149–157

DOI
10.36709/ampibi.v6i4.23766
ISSN
2723-6846, 2527-6735
Published
2022-02-11
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan/tanaman penyusun vegetasi dan parameter lingkungan habitat ketam kenari (Birgus latro L.) di Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah kajian literatur tentang habitat ketam kenari (Birgus latro L.) di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini adalah meta analisis dengan menganalisis hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan secara nasional dan internasional yang berkaitan dengan habitat ketam kenari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan dan tanaman penyusun vegetasi pada habitat ketam kenari (Birgus latro L.) di Indonesia adalah pohon kelapa, pohon beringin, pohon bambu, sagu, akar-akar mangrove, pohon kenari, sukun, kayu hitam, mengkudu, kayu besi, ketapang, palem, pandan pantai, pohon kulim, awar-awar, bintangur dan tanaman perkebunan seperti jagung, pepaya, pisang, ubi jalar, ubi kayu, labu, terong, mangga, jeruk, keladi, jambu mente, dan jambu air. Kesimpulan yang diperoleh adalah jenis tumbuhan dan tanaman penyusun vegetasi pada habitat ketam kenari (Birgus latro L.) yang paling sering dijumpai pada habitat ketam kenari adalah pohon kelapa, pandan laut, ketapang, jagung, papaya dan pisang; dengan suhu lingkungan antara 23°C-32°C; kelembaban udara 73%-94,3%; serta substrat yang sering dijumpai adalah substrat berpasir dan substrat berbatu; dengan kondisi tanah (pH) antara 5-7,2.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 100 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Cenderawasih University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lili DarlianAffiliation unknown8
Murni SabiluUniversitas Halu Oleo5
Jamili JamiliAffiliation unknown4
M SirihAffiliation unknown4
Damhuri DamhuriAffiliation unknown4
Hittah Wahi SudrajatAffiliation unknown4
I Wayan SuamaAffiliation unknown3
Suarna SamaiAffiliation unknown3
Parakkasi ParakkasiAffiliation unknown3
La KolakaUniversitas Halu Oleo2
Muzuni MuzuniAffiliation unknown2
Suriana SurianaAffiliation unknown2
Pallawagau SappaileAffiliation unknown2
Irfan IdoAffiliation unknown2
Suci Cahaya RezkiAffiliation unknown2
Suriana Gende EdeUniversitas Halu Oleo2
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown2
Fitra SalehAffiliation unknown1
Syamsul Razak HaratyUniversitas Halu Oleo1
Al RubaiynAffiliation unknown1
L. M. Iradat SalihinAffiliation unknown1
Ahmad HidayatAffiliation unknown1
Muhammad SirihUniversitas Halu Oleo1
Yuliana YulianaCenderawasih University1
Irawati IrawatiAffiliation unknown1
Asmudin AsmudinAffiliation unknown1
Barti BartiAffiliation unknown1
Hamrina HamrinaAffiliation unknown1
Sitti Wirdhana BakarengAffiliation unknown1
Normayanti NormayantiAffiliation unknown1
Tri Purnama SandhiAffiliation unknown1
Sitti WirdhanaAffiliation unknown1
Hasbia HasbiaAffiliation unknown1
Zumaria ZumariaAffiliation unknown1
Sitti Wirdhana Ahmad BAffiliation unknown1
Analuddin AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
Haswan HaswanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">META ANALISIS HABITAT KETAM KENARI (Birgus latro  L.) DI INDONESIA (Kajian Materi Keanekaragaman Hayati SMA Kelas X Semester 1)</dc:title>
	<dc:creator>Astriani, Ana</dc:creator>
	<dc:creator>Jahidin, Jahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Munir, Asmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Meta analisis; habitat; ketam kenari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan/tanaman penyusun vegetasi dan parameter lingkungan habitat ketam kenari (Birgus latro L.) di Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah kajian literatur tentang habitat ketam kenari (Birgus latro L.) di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif. Metode penelitian ini adalah meta analisis dengan menganalisis hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan secara nasional dan internasional yang berkaitan dengan habitat ketam kenari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan dan tanaman penyusun vegetasi pada habitat ketam kenari (Birgus latro L.) di Indonesia adalah pohon kelapa, pohon beringin, pohon bambu, sagu, akar-akar mangrove, pohon kenari, sukun, kayu hitam,  mengkudu,  kayu  besi, ketapang, palem, pandan  pantai, pohon kulim, awar-awar, bintangur dan tanaman perkebunan seperti jagung, pepaya, pisang, ubi jalar, ubi kayu, labu, terong, mangga, jeruk, keladi,  jambu  mente,  dan  jambu  air. Kesimpulan yang diperoleh adalah jenis tumbuhan dan tanaman penyusun vegetasi pada habitat ketam kenari (Birgus latro L.) yang paling sering dijumpai pada habitat ketam kenari adalah  pohon kelapa, pandan laut, ketapang, jagung, papaya dan pisang; dengan suhu lingkungan antara 23°C-32°C; kelembaban udara 73%-94,3%; serta substrat yang sering dijumpai adalah substrat berpasir dan substrat berbatu; dengan kondisi tanah (pH) antara 5-7,2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-02-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/23766</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/ampibi.v6i4.23766</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi; Vol 6, No 4 (2022): Edisi Februari 2022; 149-157</dc:source>
	<dc:source>2723-6846</dc:source>
	<dc:source>2527-6735</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/23766/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>