Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ETNOBOTANI DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN SUKU MUNA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi · Vol. 1 No. 3 (2016) · pp. 23–31

DOI
10.36709/ampibi.v1i3.5042
ISSN
2723-6846, 2527-6735
Published
2016-11-01
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, pemanfaatan organ, serta makna simbolis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan suku Muna. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode wawancara terbuka dan semistruktural. Penentuan informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposif dengan teknik snowball. Data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 19 familia terdiri dari 32 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat pernikahan suku Muna. Berdasarkan familianya yakni tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu Arecaceae sebanyak 4 spesies, Poaceae dan Anacardiaceae masing-masing sebanyak 3 spesies, sedangkan famili lainnya terdiri dari 2 dan 1 spesies. Berdasarkan habitusnya terdiri dari liana, herba, perdu dan pohon. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yakni pohon 13 spesies (42%) dan yang paling sedikit yakni perdu 3 spesies (10%). Tumbuhan berdasarkan bagian yang dimanfaatkan dikelompokkan menjadi 6 kelompok bagian yakni umbi, daun, batang, buah, biji dan seluruh organ. Pemanfaatan buah sebanyak 60% dan yang paling sedikit yaitu biji sebanyak 7,5%. Berdasarkan asal tumbuhan yakni tumbuhan budidaya sebanyak 25 spesies (77%), tumbuhan non budidaya sebanyak 2 spesies (6%) dan tumbuhan campuran sebanyak 5 spesies (17%). Tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara pernikahan bermakna sebagai simbol yakni simbol rasa manis, mengenyangkan, rasa asam, kebaikan, kesungguhan dan keteguhan hati laki-laki, kewanitaan, pria, dan kehidupan.Kata kunci: Etnobotani, Upacara Adat Pernikahan Suku Muna

Collaboration network of the authors

40 authors · 102 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lili DarlianAffiliation unknown6
Damhuri DamhuriAffiliation unknown5
M SirihAffiliation unknown4
Suarna SamaiAffiliation unknown3
Parakkasi ParakkasiAffiliation unknown3
Jahidin JahidinAffiliation unknown3
La KolakaUniversitas Halu Oleo2
Murni SabiluUniversitas Halu Oleo2
Pallawagau SappaileAffiliation unknown2
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown2
Sarwiana SarwianaAffiliation unknown2
Wa Ode NursiaAffiliation unknown2
Muhammad SirihUniversitas Halu Oleo1
Mariati MariatiAffiliation unknown1
Nur HasanahAffiliation unknown1
Harfina HarfinaAffiliation unknown1
Akmalsyah AkmalsyahAffiliation unknown1
Eko WijayantoAffiliation unknown1
Wa Ode Rahma Iziah. AAffiliation unknown1
Muh IkbalAffiliation unknown1
Ratna RatnaAffiliation unknown1
HM SirihAffiliation unknown1
Sri DarmiantiAffiliation unknown1
Sri Ramayanti KarminaAffiliation unknown1
Nurul Adha HAffiliation unknown1
Febrianti YunitaAffiliation unknown1
Nuning MartianingsihAffiliation unknown1
Safilu SafiluAffiliation unknown1
Nazlan Ramli SaputraAffiliation unknown1
Muh. SirihAffiliation unknown1
Putu Setiawan AseraAffiliation unknown1
Ana AstrianiAffiliation unknown1
Wa Ode NurtinaAffiliation unknown1
Deska VaridiAffiliation unknown1
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown1
Dedi NasrandiAffiliation unknown1
Suci Cahaya RezkiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ETNOBOTANI DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN SUKU MUNA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator>Susianti, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Munir, Asmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Hittah Wahi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, pemanfaatan organ, serta makna simbolis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan suku Muna. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode wawancara terbuka dan semistruktural. Penentuan informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposif dengan teknik snowball. Data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 19 familia terdiri dari 32 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat pernikahan suku Muna. Berdasarkan familianya yakni tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu Arecaceae sebanyak 4 spesies, Poaceae dan Anacardiaceae masing-masing sebanyak 3 spesies, sedangkan famili lainnya terdiri dari 2 dan 1 spesies. Berdasarkan habitusnya terdiri dari liana, herba, perdu dan pohon. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yakni pohon 13 spesies (42%) dan yang paling sedikit yakni perdu 3 spesies (10%). Tumbuhan berdasarkan bagian yang dimanfaatkan dikelompokkan menjadi 6 kelompok bagian yakni umbi, daun, batang, buah, biji dan seluruh organ. Pemanfaatan buah sebanyak 60% dan yang paling sedikit yaitu biji sebanyak 7,5%. Berdasarkan asal tumbuhan yakni tumbuhan budidaya sebanyak 25 spesies (77%), tumbuhan non budidaya sebanyak 2 spesies (6%) dan tumbuhan campuran sebanyak 5 spesies (17%). Tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara pernikahan bermakna sebagai simbol yakni simbol rasa manis, mengenyangkan, rasa asam, kebaikan, kesungguhan dan keteguhan hati laki-laki, kewanitaan, pria, dan kehidupan.Kata kunci : Etnobotani, Upacara Adat Pernikahan Suku Muna</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/5042</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/ampibi.v1i3.5042</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi; Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3; 23-31</dc:source>
	<dc:source>2723-6846</dc:source>
	<dc:source>2527-6735</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/5042/3765</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi)</dc:rights>
</oai_dc:dc>