Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

MORFOMETRIK BAMBU (Bambusa sp.) DI HUTAN LEMO SANGI KECAMATAN KABAENA TENGAH KABUPATEN BOMBANA (Kajian Materi Keanekaragaman Hayati SMA Kelas X Semester I)

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi · Vol. 7 No. 4 (2022) · pp. 156–160

DOI
10.36709/ampibi.v7i4.26266
ISSN
2723-6846, 2527-6735
Published
2022-06-29
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dari jenis bambu yang terdapat di Hutan Lemo Sangi Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan yaitu metode eksplorasi, koleksi langsung di lapangan, dan dilanjutkan dengan pengidentifikasian serta pengukuran morfologi tumbuhan bambu yang ditemukan di Hutan Lemo Sangi Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana, dengan teknik pengambilan sampel secara jelajah, yaitu dengan menjelajahi kawasan hutan sambil mengumpulkan sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 8 jenis tumbuhan bambu (Bambusa sp.) yang terdiri dari Bambusa blumeana, Schizostachyum brancylandum, Bambusa polymorpha, Gigantochloa atter, Bambusa vulgaris, Gigantochloa apus, Gigantochloa pseudoarundinacea, dan Schizostachyum brancylandum. Ukuran morfometrik lebar daun terkecil dimiliki spesies Bambusa vulgaris yakni 0,4-1,4 cm. Panjang daun terpendek dimiliki oleh spesies Bambusa polymorpha 10,5-14,2 cm. Lebar dan panjang daun terbesar dimiliki oleh spesies Gigantochloa pseudoarundinacea yakni lebar 5,2-6,7 dan panjang 25,5-49,5 cm. Diameter batang terkecil dimiliki oleh Bambusa atra Lindl yakni 1,8-3,9 cm. Lingkaran batang terkecil dimiliki oleh spesies Schizostachyum brancylandum yakni 6,9-8,40 cm. Diameter dan lingkaran batang terbesar dimiliki oleh spesies Bambusa vulgaris dengan diameter 8,17-10,57 cm dan lingkaran batang 26-35,55 cm.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 106 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suarna SamaiAffiliation unknown6
Lili DarlianAffiliation unknown5
M SirihAffiliation unknown4
Damhuri DamhuriAffiliation unknown4
Hittah Wahi SudrajatAffiliation unknown3
Jahidin JahidinAffiliation unknown3
Kasman ArifinAffiliation unknown3
La KolakaUniversitas Halu Oleo2
Parakkasi ParakkasiAffiliation unknown2
Murni SabiluUniversitas Halu Oleo2
Pallawagau SappaileAffiliation unknown2
Safilu SafiluAffiliation unknown2
Lili DarlianUniversitas Halu Oleo1
Damhuri DamhuriUniversitas Halu Oleo1
Muhammad SirihUniversitas Halu Oleo1
Mariati MariatiAffiliation unknown1
Harfina HarfinaAffiliation unknown1
Akmalsyah AkmalsyahAffiliation unknown1
Wa Ode Rahma Iziah. AAffiliation unknown1
Muh IkbalAffiliation unknown1
Niar IndriawatiAffiliation unknown1
Ratna RatnaAffiliation unknown1
HM SirihAffiliation unknown1
Sri DarmiantiAffiliation unknown1
Nurul Adha HAffiliation unknown1
Rini Silvia SavitriAffiliation unknown1
Sri Nurlianti LolongaAffiliation unknown1
Kadek Niti MiarsihAffiliation unknown1
Nazlan Ramli SaputraAffiliation unknown1
Sarwiana SarwianaAffiliation unknown1
Seto SatrioAffiliation unknown1
Wa Ode NursiaAffiliation unknown1
Muh. SirihAffiliation unknown1
Putu Setiawan AseraAffiliation unknown1
Ana AstrianiAffiliation unknown1
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown1
Wa Ode NurtinaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MORFOMETRIK BAMBU (Bambusa sp.) DI HUTAN LEMO SANGI KECAMATAN KABAENA TENGAH KABUPATEN BOMBANA (Kajian Materi Keanekaragaman Hayati SMA Kelas X Semester I)</dc:title>
	<dc:creator>Darmawan, Darmawan</dc:creator>
	<dc:creator>Munir, Asmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Ede, Suriana Gende</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Morfometrik; tumbuhan bambu; hutan lemo sangi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dari jenis bambu yang terdapat di Hutan Lemo Sangi Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan yaitu metode eksplorasi, koleksi langsung di lapangan, dan dilanjutkan dengan pengidentifikasian serta pengukuran morfologi tumbuhan bambu yang ditemukan di Hutan Lemo Sangi Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana, dengan teknik pengambilan sampel secara jelajah, yaitu dengan menjelajahi kawasan hutan sambil mengumpulkan sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 8 jenis tumbuhan bambu (Bambusa sp.) yang terdiri dari Bambusa blumeana, Schizostachyum brancylandum, Bambusa polymorpha, Gigantochloa atter, Bambusa vulgaris, Gigantochloa apus, Gigantochloa pseudoarundinacea, dan Schizostachyum brancylandum. Ukuran morfometrik lebar daun terkecil dimiliki spesies Bambusa vulgaris yakni 0,4-1,4 cm. Panjang daun terpendek dimiliki oleh spesies Bambusa polymorpha 10,5-14,2 cm. Lebar dan panjang daun terbesar dimiliki oleh spesies Gigantochloa pseudoarundinacea yakni lebar 5,2-6,7 dan panjang 25,5-49,5 cm. Diameter batang terkecil dimiliki oleh Bambusa atra Lindl yakni 1,8-3,9 cm. Lingkaran batang terkecil dimiliki oleh spesies Schizostachyum brancylandum yakni 6,9-8,40 cm. Diameter dan lingkaran batang terbesar dimiliki oleh spesies Bambusa vulgaris dengan diameter 8,17-10,57 cm dan lingkaran batang 26-35,55 cm. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/26266</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/ampibi.v7i4.26266</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi; Vol 7, No 4 (2023): Edisi Februari 2023; 156-160</dc:source>
	<dc:source>2723-6846</dc:source>
	<dc:source>2527-6735</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/26266/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>