Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FREKUENSI GEN ALBINO DALAM POPULASI MASYARAKAT PULAU SIOMPU BERDASARKAN HUKUM HARDY-WEINBERG

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi · Vol. 5 No. 4 (2021) · pp. 138–143

DOI
10.36709/ampibi.v5i4.17003
ISSN
2723-6846, 2527-6735
Published
2021-03-06
Publisher
FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Genetika populasi cabang ilmu genetika yang menghitung suatu Frekuensi gen yang ada dalam satu populasi menggunakan hukum persamaan hukum Hardy-Weinberg. Frekuensi gen adalah proporsi gen dalam suatu populasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi gen albino dalam populasi masyarakat Pulau Siompu berdasarkan hukum Hardy-Weinberg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua anggota populasi yang memenuhi kriteria digunakan sebagai sampel menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan mendeskripskan atau menggambarkan data yang sudah dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk grafik, tabel, persentase, dan diagram. Selanjutnya data diolah menggunakan rumus persamaan Hardy Weinberg. Hasil peneltian menunjukkan ada 71 penyandang albino frekuensi alel gen albino (a) pada populasi masyarakat Pulau Siompu adalah 5,58%. Individu normal homozigot sebanyak 892 jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, individu homozigot resesif (albino) sebanyak 3 orang jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, dan individu heterozigot (tidak terekspresi namun membawa alel albino) sebanyak 105 dalam penduduk berjumlah seribu orang. Pola pewarisan albino di Pulau Siompu adalah resesif autosom dengan tipe albino oca 1

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asmawati MunirUniversitas Halu Oleo6
M SirihAffiliation unknown5
Nur Arfa YantiAffiliation unknown3
Jahidin JahidinAffiliation unknown3
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown3
Damhuri DamhuriAffiliation unknown2
Suarna SamaiAffiliation unknown2
Narsa NarsaAffiliation unknown2
Dian AprianiAffiliation unknown2
I Wayan SuamaAffiliation unknown2
Muhammad Aswan AswanAffiliation unknown1
Maryce Agusthinus WalukouUniversitas Halu Oleo1
Arvida ArvidaAffiliation unknown1
Nursamdiyanti NursamdiyantiAffiliation unknown1
Harpa Pria GawaksaAffiliation unknown1
Ystati YstatiAffiliation unknown1
Pallagau SappaileAffiliation unknown1
Muh SyahruramadhanAffiliation unknown1
Akmalsyah AkmalsyahAffiliation unknown1
Reza Ighnas Adhi Jaya RindraAffiliation unknown1
HM SirihAffiliation unknown1
Astaliati AstaliatiAffiliation unknown1
Muh. SirihAffiliation unknown1
Sri DarmiantiAffiliation unknown1
Nurul Adha HAffiliation unknown1
Sri Wahyuningsi Dwi AstutiAffiliation unknown1
Saprin SaprinAffiliation unknown1
Rasna HengkiAffiliation unknown1
Nuning MartianingsihAffiliation unknown1
Hittah Wahi SudrajatAffiliation unknown1
Sarina SarinaAffiliation unknown1
Ulpiana UlpianaAffiliation unknown1
Wa Ode AsnalitaAffiliation unknown1
Minarni MinarniAffiliation unknown1
Masni MasniAffiliation unknown1
Uspa PutrianiAffiliation unknown1
Akhmad Sidiq RizaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FREKUENSI GEN ALBINO DALAM POPULASI MASYARAKAT PULAU SIOMPU BERDASARKAN HUKUM HARDY-WEINBERG</dc:title>
	<dc:creator>Hikmat, Wa Ode Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Darlian, Lili</dc:creator>
	<dc:creator>Agriansyah, Ahdiat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">frekuensi gen, pola pewarisan sifat, albino, Hukum Hardy Weinberg</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Genetika populasi cabang ilmu genetika yang menghitung suatu Frekuensi gen yang ada dalam satu populasi menggunakan hukum persamaan hukum Hardy-Weinberg. Frekuensi gen adalah proporsi gen dalam suatu populasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi gen albino dalam populasi masyarakat Pulau Siompu berdasarkan hukum Hardy-Weinberg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua anggota populasi yang memenuhi kriteria digunakan sebagai sampel menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan mendeskripskan atau menggambarkan data yang sudah dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk grafik, tabel, persentase, dan diagram. Selanjutnya data diolah menggunakan rumus persamaan Hardy Weinberg. Hasil peneltian menunjukkan ada 71 penyandang albino frekuensi alel gen albino (a) pada populasi masyarakat Pulau Siompu adalah 5,58%. Individu normal homozigot sebanyak 892 jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, individu homozigot resesif (albino) sebanyak 3 orang jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, dan individu heterozigot (tidak terekspresi namun membawa alel albino) sebanyak 105 dalam penduduk berjumlah seribu orang. Pola pewarisan albino di Pulau Siompu adalah resesif autosom dengan tipe albino oca 1</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-03-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/17003</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/ampibi.v5i4.17003</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi; Vol 5, No 4 (2021): Edisi Februari 2021; 138-143</dc:source>
	<dc:source>2723-6846</dc:source>
	<dc:source>2527-6735</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/view/17003/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>