Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

GAMBARAN SPASIAL KEJADIAN DIARE BERDASARKAN ENVIRONMENTAL HEALTH FACTORS DAN STATUS RAWAN BENCANA BANJIR PADA MASYARAKAT KOTA KENDARI TAHUN 2018-2020

Endemis Journal · Vol. 3 No. 3 (2023)

DOI
10.37887/ej.v3i3.33864
ISSN
2723-0139
Published
2023-02-22
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Secara global diare memiliki derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang, dan juga sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Kejadian penyakit diare dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor lingkungan (sumber air bersih atau akses air minum, jamban sehat) dan faktor topografi (suhu udara, kelembaban, curah hujan, dan hari hujan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial kejadian diare berdasarkan environmental health factors dan status daerah rawan bencana di Kota Kendari periode tahun 2018-2020. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita penyakit diare dari seluruh wilayah administratif berdasarkan kecamatan di Kota Kendari. Sampel pada penelitian adalah seluruh dari populasi masyarakat Kota Kendari tahun 2018 sampai tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukan selama tahun 2018 sampai tahun 2020 insidensi diare tinggi lokasinya cenderung berdekatan, insidensi diare tinggi tidak semua berada di daerah yang memiliki akses air minum yang rendah. insidensi diare yang tinggi tidak berada di daerah yang memiliki akses jamban yang rendah, daerah yang rawan terhadap banjir sebagian besar memiliki angka kejadian diare yang tinggi dan sedang.

Collaboration network of the authors

40 authors · 124 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Tribhuwana Tunggadewi
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo6
Sartiah YusranAffiliation unknown4
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo3
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Irma IrmaAffiliation unknown3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo3
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo3
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo3
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputaAffiliation unknown2
APRIANI APRIANIAffiliation unknown2
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown2
Riska JalilAffiliation unknown2
Suhadi SuhadiAffiliation unknown2
Agis Indri LestaryUniversitas Halu Oleo1
Swaidatul Masluhiya AfUniversitas Tribhuwana Tunggadewi1
IrmaUniversitas Halu Oleo1
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Melisa MelisaAffiliation unknown1
Fifi Nirmala GAffiliation unknown1
Israwati WaelanAffiliation unknown1
Devi Safitri EffendyAffiliation unknown1
Wa Ija IjaAffiliation unknown1
Esri Wahyuni ArifAffiliation unknown1
Nur Hasanah SAffiliation unknown1
Endang EndangUniversitas Halu Oleo1
Rizki Eka Sakti Octaviani KAffiliation unknown1
Widya AstutiAffiliation unknown1
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo1
nuradinda lestariAffiliation unknown1
Vivi AnrianiAffiliation unknown1
Wahyuni WahyuniAffiliation unknown1
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown1
Mira AsyatiAffiliation unknown1
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown1
Marchy Trinita MaslinAffiliation unknown1
Dewi AminahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN SPASIAL KEJADIAN DIARE BERDASARKAN ENVIRONMENTAL HEALTH FACTORS DAN STATUS RAWAN BENCANA BANJIR  PADA MASYARAKAT KOTA KENDARI TAHUN 2018-2020</dc:title>
	<dc:creator>Haisa, Haisa</dc:creator>
	<dc:creator>Sety, La Ode Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Harleli, Harleli</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Secara global diare memiliki derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang, dan juga sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Kejadian penyakit diare dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor lingkungan (sumber air bersih atau akses air minum, jamban sehat) dan faktor topografi (suhu udara, kelembaban, curah hujan, dan hari hujan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial kejadian diare berdasarkan environmental health factors dan status daerah rawan bencana di Kota Kendari periode tahun 2018-2020. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita penyakit diare dari seluruh wilayah administratif berdasarkan kecamatan di Kota Kendari. Sampel pada penelitian adalah seluruh dari populasi masyarakat Kota Kendari tahun 2018 sampai tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukan selama tahun 2018 sampai tahun 2020 insidensi diare tinggi lokasinya cenderung berdekatan, insidensi diare tinggi tidak semua berada di daerah yang memiliki akses air minum yang rendah. insidensi diare yang tinggi tidak berada di daerah yang memiliki akses jamban yang rendah, daerah yang rawan terhadap banjir sebagian besar memiliki angka kejadian diare yang tinggi dan sedang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/33864</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/ej.v3i3.33864</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Endemis Journal; Vol 3, No 3 (2022): Endemis Journal</dc:source>
	<dc:source>2723-0139</dc:source>
	<dc:source>10.37887/ej.v3i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/33864/17657</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Endemis Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>