Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

PERBANDINGAN WAKTU DAN TINGKAT AKURASI PADA PENGENALAN WAJAH DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI CITRA

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 13 No. 2 (2015) · pp. 160–171

DOI
10.12962/j24068535.v13i2.a485
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2015-07-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Jumlah tindak pidana di Indonesia selama 10 tahun belakangan ini mengalami peningkatan yang sangat singinifikan, yakni hampir mencapai 34%. Meskipun jumlah tindak pidana itu meningkat, namun persentase dalam menyelesaikan ke-jahatan ini masih sangat kurang, hal ini dikarenakan jumlah penyelesaian tindak pidana terbesar selama 10 tahun belakangan ini hanya 64,70%. Hal ini yang menyebabkan sering meningkatnya jumlah tindak pidana di Indonesia, kare-na dari tahun ke tahun masih ada saja jumlah tindak pidana yang tidak terselesaikan. Kendala yang sering dihadapi dari penyelesaian ini adalah waktu untuk mengenali wajah dari pelaku tindak pidana. Seringkali pelaku tindak pidana itu menggunakan identitas wajah yang palsu sehingga membuat petugas membutuhkan waktu yang lama untuk mengenali wajah dari pelaku tersebut atau bahkan tidak mengenalipun secara kasat mata. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian untuk membandingkan waktu pengenalan wajah dan tingkat akurasinya antara yang hanya dengan menggunakan metode eigenface, dengan yang menambahkan proses dekomposisi citra menggunakan wavelet pada pengenalan wajah tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa waktu pengenalan terbaik yang diperoleh dengan menggunakan dekomposisi citra pada pengenalan wajah ini sebesar 441,5 ms pada citra berukuran 16x16 piksel, sedangkan yang memiliki tingkat akurasi yang terbaik diperoleh oleh citra yang tidak menggunakan dekomposisi citra dan menggunakan dekomposisi citra di ukuran 128x128 dan 64x64 yakni sebesar 70%. Berdasarkan waktu pengenalan dan tingkat akurasi yang dihasilkan dalam peneltian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan dekomposisi citra menggunakan wavelet dan metode eigenface, dapat memperbaiki pada waktu pengenalan tetapi dapat menurunkan ting-kat akurasi pada dekomposisi tingkat kedua dan ketiga dalam melakukan pengenalan wajah.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Atma Jaya University Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PERBANDINGAN WAKTU DAN TINGKAT AKURASI PADA PENGENALAN WAJAH DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI CITRA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Harjoseputro, Yulius</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suyoto, Suyoto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dwiandiyanta, Yudi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Jumlah tindak pidana di Indonesia selama 10 tahun belakangan ini mengalami peningkatan yang sangat singinifikan, yakni hampir mencapai 34%. Meskipun jumlah tindak pidana itu meningkat, namun persentase dalam menyelesaikan ke-jahatan ini masih sangat kurang, hal ini dikarenakan jumlah penyelesaian tindak pidana terbesar selama 10 tahun belakangan ini hanya 64,70%. Hal ini yang menyebabkan sering meningkatnya jumlah tindak pidana di Indonesia, kare-na dari tahun ke tahun masih ada saja jumlah tindak pidana yang tidak terselesaikan. Kendala yang sering dihadapi dari penyelesaian ini adalah waktu untuk mengenali wajah dari pelaku tindak pidana. Seringkali pelaku tindak pidana itu menggunakan identitas wajah yang palsu sehingga membuat petugas membutuhkan waktu yang lama untuk mengenali wajah dari pelaku tersebut atau bahkan tidak mengenalipun secara kasat mata. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian untuk membandingkan waktu pengenalan wajah dan tingkat akurasinya antara yang hanya dengan menggunakan metode eigenface, dengan yang menambahkan proses dekomposisi citra menggunakan wavelet pada pengenalan wajah tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa waktu pengenalan terbaik  yang diperoleh dengan menggunakan dekomposisi citra pada pengenalan wajah ini sebesar 441,5 ms  pada citra berukuran 16x16 piksel, sedangkan yang memiliki tingkat akurasi yang terbaik diperoleh oleh citra yang tidak menggunakan dekomposisi citra dan menggunakan dekomposisi citra di ukuran 128x128 dan 64x64 yakni sebesar 70% . Berdasarkan waktu pengenalan dan tingkat akurasi yang dihasilkan dalam peneltian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan dekomposisi citra menggunakan wavelet dan metode eigenface, dapat memperbaiki pada waktu pengenalan tetapi dapat menurunkan ting-kat akurasi pada dekomposisi tingkat kedua dan ketiga dalam melakukan pengenalan wajah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/485</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v13i2.a485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 13, No 2, Juli 2015; 160-171</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/485/299</dc:relation>
</oai_dc:dc>