Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

PENERAPAN NAIVE BAYES PADA INTRUSION DETECTION SYSTEM DENGAN DISKRITISASI VARIABEL

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 13 No. 2 (2015) · pp. 182–189

DOI
10.12962/j24068535.v13i2.a487
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2015-07-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Intrusion Detection System (IDS) merupakan sebuah perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat digunakan un-tuk mendeteksi adanya aktivitas yang tidak wajar dalam jaringan. Teknik data mining telah banyak diterapkan dalam proses deteksi seperti decision tree, naive bayes, algoritma genetika, dan teknik machine learning lainnya. IDS membutuh-kan performansi yang relatif cepat dengan tingkat false positif yang rendah sehingga hal ini menjadi masalah yang menarik untuk dipecahkan. Penerapan algoritma naive bayes pada masalah ini dapat dilakukan namun kelemahan dari naive bayes sendiri adalah memerlukan atribut dengan nilai diskrit sehingga diperlukan proses diskritisasi untuk merubah atribut kontinu kedalam bentuk diskrit. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai penerapan naive bayes classifier dengan menggunakan pemilihan atribut berdasarkan pada korelasi serta preprocessing data dengan diskritisasi dengan menggunakan metode mean/standar deviasi untuk atribut kontinu dengan menggunakan 3-interval dan 5-interval. Hasil percobaan menunjukan bahwa penerapan naive bayes pada klasifikasi data yang telah melewati proses diskritisasi mampu memberikan akurasi hingga 89% dengan running time rata-rata adalah 31 detik.

Collaboration network of the authors

5 authors · 7 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Royyana Muslim IjtihadieInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Lidya Amalia RahmaniaAffiliation unknown1
Radityo AnggoroInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENERAPAN NAIVE BAYES PADA INTRUSION DETECTION SYSTEM DENGAN DISKRITISASI VARIABEL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wirawan, I Nyoman Trisna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Eksistyanto, Ivan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Intrusion Detection System (IDS) merupakan sebuah perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat digunakan un-tuk mendeteksi adanya aktivitas yang tidak wajar dalam jaringan. Teknik data mining telah banyak diterapkan dalam proses deteksi seperti decision tree, naive bayes, algoritma genetika, dan teknik machine learning lainnya. IDS membutuh-kan performansi yang relatif cepat dengan tingkat false positif yang rendah sehingga hal ini menjadi masalah yang menarik untuk dipecahkan. Penerapan algoritma naive bayes pada masalah ini dapat dilakukan namun kelemahan dari naive bayes sendiri adalah memerlukan atribut dengan nilai diskrit sehingga diperlukan proses diskritisasi untuk merubah atribut kontinu kedalam bentuk diskrit.
Pada penelitian ini akan dibahas mengenai penerapan naive bayes classifier dengan menggunakan pemilihan atribut berdasarkan pada korelasi serta preprocessing data dengan diskritisasi dengan menggunakan metode mean/standar deviasi untuk atribut kontinu dengan menggunakan 3-interval dan 5-interval. Hasil percobaan menunjukan bahwa penerapan naive bayes pada klasifikasi data yang telah melewati proses diskritisasi mampu memberikan akurasi hingga 89% dengan running time rata-rata adalah 31 detik.
</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/487</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v13i2.a487</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 13, No 2, Juli 2015; 182-189</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/487/301</dc:relation>
</oai_dc:dc>