Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

RE-EMERGING PENYAKIT RABIES DI KABUPATEN KOLAKA UTARA TAHUN 2019

Endemis Journal · Vol. 1 No. 3 (2021)

DOI
10.37887/ej.v1i3.16628
ISSN
2723-0139
Published
2021-02-19
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

AbstrakPenyakit Rabies di indonesia menjadi masalah kesehatan masyarakat, daerah endemis rabies terdapat di 24 provinsi dari34 provinsi di indonesia pada tahun 2016, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 64.774 kasus denganproporsi kematian 1,3/1.000 penduduk. Berdasarkan Hasil Penyelidikan Epidemiologi yang dilakukan oleh Ditjen P2PKemenkes Dan Ditjen PKH Kementrian Pertanian adanya KLB Rabies pada Tanggal 17-20 Januari 2019 Sebanyak192 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan 2 Kasus Kematian Pada Manusia (Kemenkes 2019). diKabupaten Kolaka Uatara Tahun 2019 data kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) pada bulan Januari- Mei2019 pemberian VAR sebanyak 41 dan 1 kasus kematian pada manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui “Reemergancy penyakit Rabies Di Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2019”. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Populasisebanyak 42 kasus dengan sampel sama dengan besar populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian VaksinAnti Rabies (VAR) yaitu 42 (100%), perawatan HPR sangat kurang sebanyak 42 (100%), sikap masyarakat baik 42(100%). Disarankan kepada masyarakat untuk mencegah penularan rabies pada hewan peliharaan dengan rutinmelakukan vaksinasi minimal 1 tahun sekali. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara diharapkan kerjasamalintas sektoral antar Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan kepala wilayah setempat untuk meningkatkan upayapenyuluhan tentang rabies dan meningkatkan pencatatan dan pelaporan data yang lengkap dan sesuai untukmemfasilitasi pelaporan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.Kata Kunci: GHPR, Vaksin Anti Rabies (VAR), Perawatan HPR, Sikap Masyarakat.

Collaboration network of the authors

40 authors · 234 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo11
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo8
Lymbran TinaAffiliation unknown8
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo7
Febriana MuchtarAffiliation unknown5
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo4
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo3
La Ode Liaumin AzimUniversitas Halu Oleo3
Suhadi SuhadiAffiliation unknown3
Karma IbrahimAffiliation unknown3
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo3
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo3
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo3
Listy HandayaniUniversitas Halu Oleo2
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo2
Irma IrmaAffiliation unknown2
Alyssa Destiana AdnanAffiliation unknown2
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo2
Farit RezalAffiliation unknown2
Nurdian NurdianAffiliation unknown2
Sartiah YusranAffiliation unknown2
Andi Ulfryza Dwi RiwansyahAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
APRIANI APRIANIAffiliation unknown2
Kamrin KamrinUniversitas Halu Oleo2
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo2
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown2
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Gita Shanida Putri DSUniversitas Halu Oleo1
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo1
Reski RamdanaUniversitas Halu Oleo1
Ulfa HardiantiUniversitas Halu Oleo1
Faizah SidiqahUniversitas Halu Oleo1
Tony Setiawan AsfaUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RE-EMERGING PENYAKIT RABIES  DI KABUPATEN KOLAKA UTARA TAHUN 2019</dc:title>
	<dc:creator>Sulistiawati, Lisna</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Hariati</dc:creator>
	<dc:creator>Afa, Jusniar Rusli</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPenyakit Rabies di indonesia menjadi masalah kesehatan masyarakat, daerah endemis rabies terdapat di 24 provinsi dari34 provinsi di indonesia pada tahun 2016, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 64.774 kasus denganproporsi kematian 1,3/1.000 penduduk. Berdasarkan Hasil Penyelidikan Epidemiologi yang dilakukan oleh Ditjen P2PKemenkes Dan Ditjen PKH Kementrian Pertanian adanya KLB Rabies pada Tanggal 17-20 Januari 2019 Sebanyak192 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan 2 Kasus Kematian Pada Manusia (Kemenkes 2019). diKabupaten Kolaka Uatara Tahun 2019 data kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) pada bulan Januari- Mei2019 pemberian VAR sebanyak 41 dan 1 kasus kematian pada manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui “Reemergancy penyakit Rabies Di Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2019”. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Populasisebanyak 42 kasus dengan sampel sama dengan besar populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian VaksinAnti Rabies (VAR) yaitu 42 (100%), perawatan HPR sangat kurang sebanyak 42 (100%), sikap masyarakat baik 42(100%). Disarankan kepada masyarakat untuk mencegah penularan rabies pada hewan peliharaan dengan rutinmelakukan vaksinasi minimal 1 tahun sekali. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara diharapkan kerjasamalintas sektoral antar Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan kepala wilayah setempat untuk meningkatkan upayapenyuluhan tentang rabies dan meningkatkan pencatatan dan pelaporan data yang lengkap dan sesuai untukmemfasilitasi pelaporan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.Kata Kunci: GHPR, Vaksin Anti Rabies (VAR), Perawatan HPR, Sikap Masyarakat. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-02-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/16628</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/ej.v1i3.16628</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Endemis Journal; Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal</dc:source>
	<dc:source>2723-0139</dc:source>
	<dc:source>10.37887/ej.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/16628/11123</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Endemis Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>