Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FAKTOR-FAKTOR PENOLAKAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGGETADA KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA

Endemis Journal · Vol. 3 No. 3 (2023)

DOI
10.37887/ej.v3i3.33880
ISSN
2723-0139
Published
2023-02-22
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Di Indonesia untuk mengurangi terjadinya angka kesakitan dan angka kematian akibat pandemi Covid-19, maka pemerintah Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi Covid-19. Akan tetapi, masih adanya sebagian masyarakat yang menolak pelaksanaan vaksinasi tersebut yang diakibatkan oleh pengaruh kurangnya pengetahuan serta kepercayaan dalam menerima vaksinasi Covid-19. Cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia pada 21 April 2022 yaitu dosis ke-1 sebanyak 198.654.736 (95.39%) jiwa, dosis ke-2 sebanyak 163.427.195 (78.47%) jiwa, dan dosis ke-3 sebanyak 32.994.827 (15.84%) jiwa dari sasaran vaksinasi 208.265.720 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor penolakan vaksinasi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Tanggetada Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik propotionate stratified random sampling, dan populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tanggetada. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (nilai p=0,000), peran keluarga (nilai p=0,000), dan kecemasan efek samping (nilai p=0,000) dengan penolakan vaksinasi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran keluarga, dan kecemasan efek samping terhadap penolakan vaksinasi Covid-19.

Collaboration network of the authors

40 authors · 184 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo11
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo7
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo5
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo4
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo3
La Ode Liaumin AzimUniversitas Halu Oleo3
Lymbran TinaAffiliation unknown3
Febriana MuchtarAffiliation unknown3
Karma IbrahimAffiliation unknown3
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo3
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo3
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown3
Listy HandayaniUniversitas Halu Oleo2
Irma IrmaAffiliation unknown2
Alyssa Destiana AdnanAffiliation unknown2
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo2
Nurdian NurdianAffiliation unknown2
Sartiah YusranAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
APRIANI APRIANIAffiliation unknown2
Kamrin KamrinUniversitas Halu Oleo2
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo2
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo2
Pitrah AsfianAffiliation unknown2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Gita Shanida Putri DSUniversitas Halu Oleo1
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo1
Reski RamdanaUniversitas Halu Oleo1
Devi puspitasariAffiliation unknown1
Fitri AuliaAffiliation unknown1
Putu Eka Meyana ErawanAffiliation unknown1
Nofhy Hasma LindaAffiliation unknown1
Siti Rabbani KarimunaAffiliation unknown1
Aulia RahmawatiAffiliation unknown1
Muhaymin MuhayminAffiliation unknown1
Muhammad FitrahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR PENOLAKAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGGETADA KECAMATAN TANGGETADA  KABUPATEN KOLAKA</dc:title>
	<dc:creator>Afriliyana, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Hariati</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Sri Tungga</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di Indonesia untuk mengurangi terjadinya angka kesakitan dan angka kematian akibat pandemi Covid-19, maka pemerintah Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi Covid-19. Akan tetapi, masih adanya sebagian masyarakat yang menolak pelaksanaan vaksinasi tersebut yang diakibatkan oleh pengaruh kurangnya pengetahuan serta kepercayaan dalam menerima vaksinasi Covid-19. Cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia pada 21 April 2022 yaitu dosis ke-1 sebanyak 198.654.736 (95.39%) jiwa, dosis ke-2 sebanyak 163.427.195 (78.47%) jiwa, dan dosis ke-3 sebanyak 32.994.827 (15.84%) jiwa dari sasaran vaksinasi 208.265.720 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor penolakan vaksinasi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Tanggetada Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional  study dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik propotionate stratified random sampling, dan populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tanggetada. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (nilai p=0,000), peran keluarga (nilai p=0,000), dan kecemasan efek samping (nilai p=0,000) dengan penolakan vaksinasi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran keluarga, dan kecemasan efek samping terhadap penolakan vaksinasi Covid-19.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/33880</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/ej.v3i3.33880</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Endemis Journal; Vol 3, No 3 (2022): Endemis Journal</dc:source>
	<dc:source>2723-0139</dc:source>
	<dc:source>10.37887/ej.v3i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/33880/17660</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/33880/17661</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Endemis Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>