Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Karakteristik Penderita Batu Ginjal Di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Tahun 2021 Dan 2022

Endemis Journal · Vol. 4 No. 2 (2023)

DOI
10.37887/ej.v4i2.42770
ISSN
2723-0139
Published
2023-07-30
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Prevalensi penderita batu ginjal di Indonesia sebesar 0,6%. Prevalensi tertinggi di DI Yogyakarta (1,2%), diikuti Aceh (0,9%), Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah masing–masing sebesar (0,8%). Penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, tertinggi pada kelompok umur 55-64 tahun (1,3%), menurun sedikit pada kelompok umur 65-74 tahun (1,2%) dan umur 75 tahun (1,1%). Sedangkan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara prevalensi batu ginjal yaitu sebesar 0,5%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penderita Batu Ginjal di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Tahun 2021 dan 2022. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 2.560. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata umur pasien penderita batu ginjal adalah 45-59 tahun yakitu sebesar 52% tahun 2021, dan 45% tahun 2022. Dengan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki sebesar 58% tahun 2021, dan 51% tahun 2022. Sebagian besar penderita batu ginjal berpendidikan sarja sebesar 61% tahun 2021, dan 58% tahun 2022

Collaboration network of the authors

5 authors · 7 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Penderita Batu Ginjal Di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Tahun 2021 Dan 2022</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Nur Afiat</dc:creator>
	<dc:creator>Aprindah, Renni</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Sartia</dc:creator>
	<dc:creator>Veriasari, Veriasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prevalensi penderita batu ginjal di Indonesia sebesar 0,6%. Prevalensi tertinggi  di DI Yogyakarta (1,2%), diikuti Aceh (0,9%), Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah masing–masing sebesar (0,8%). Penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, tertinggi pada kelompok umur 55-64 tahun (1,3%), menurun sedikit pada kelompok umur 65-74 tahun (1,2%) dan umur 75 tahun (1,1%). Sedangkan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara prevalensi batu ginjal yaitu sebesar 0,5%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penderita Batu Ginjal di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Tahun 2021 dan 2022. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 2.560.  Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata umur pasien penderita batu ginjal adalah 45-59 tahun yakitu sebesar 52% tahun 2021, dan 45% tahun 2022. Dengan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki sebesar 58% tahun 2021, dan 51% tahun 2022. Sebagian besar penderita batu ginjal berpendidikan sarja sebesar 61% tahun 2021, dan 58% tahun 2022</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/42770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/ej.v4i2.42770</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Endemis Journal; Vol 4, No 2 (2023): ENDEMIS JOURNAL</dc:source>
	<dc:source>2723-0139</dc:source>
	<dc:source>10.37887/ej.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/Endemis/article/view/42770/18700</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Endemis Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>