Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

KAJIAN KEBERHASILAN REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BIJI NIKEL PT. X DI KABUPATEN KONAWE SELATAN

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 6 No. 1 (2022) · pp. 272–284

DOI
10.33772/jagat.v6i1.25321
ISSN
2684-6705
Published
2022-04-27
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Abstrak: Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di Indonesia termasuk PT. X diwajibkan melakukan reklamasi pada lahan yang terganggu sebagai akibat dari kegiatan penambangan. Kegiatan reklamasi harus dilakukan sedini mungkin dan tidak harus menunggu proses penambangan secara keseluruhan selesai. PT. X melakukan kewajiban kegiatan reklamasi pada lahan bekas tambang seluas 7 Ha dari 10 Ha yang direncanakan pada area bagian utara. Pelaksanaan reklamasi mencakup 3 kriteria, yaitu: (1) penataan lahan, (2) pengendalian erosi dan sedimentasi, dan (3) revegetasi. Tulisan ini akan mengkaji tingkat keberhasilan reklamasi lahan bekas penambangan biji nikel PT. X berdasarkan pedoman keberhasilan reklamasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 60/Menhut-II/2009. Lokasi penelitian ini dilakukan pada lahan bekas penambangan biji nikel area bagian selatan PT. X. Kesimpulan tulisan ini adalah penilaian keberhasilan reklamasi yang telah dilaksanakan oleh PT. X pada area tambang bagian selatan mendapatkan nilai 74,5. Sehingga pelaksanaan reklamasi pada lahan bekas penambangan PT. X masuk pada tingkat keberhasilan sedang, dimana pelaksanaan reklamasi dapat diterima dengan catatan perlu dilakukan perbaikan sampai 80. Kata Kunci: Keberhasilan Reklamasi Lahan, Bekas Penambangan Nikel, PT. X Abstrac: Reclamation is an activity carried out throughout the mining efforts to organize, restore, and improve the quality of the environment and ecosystem in order to function again in accordance with its provisions. Every holder of Mining Business License (IUP) and Special Mining Business License (IUPK) in Indonesia including PT. X is required to reclamation on disturbed land as a result of mining efforts. Reclamation activities should be carried out as early as possible and should not wait for the entire mining process to be completed. PT. X performs reclamation obligations on 7 Ha of 10 Ha of planned former mine land in the northern part. The implementation of reclamation includes 3 criteria, namely: (1) land arrangement, (2) controlling of erosion and sedimentation, and (3) revegetation. This paper will examine the success rate of land reclamation of former nickel seed mining PT. X based on the reclamation success guidelines stipulated in Peraturan Menteri Kehutanan No. 60/Menhut-II/2009. The location of this research was conducted on the land of former nickel seed mining in the southern part of PT. X. The conclusion of this paper is an assessment of the success of reclamation that has been implemented by PT. X in the southern mining area scored 74.5. So that the implementation of reclamation on former mining land PT. X enters at a moderate success rate, where the implementation of reclamation can be accepted with a record of needing improvement until 80. Keywords: Successful Land Reclamation, Former Nickel Mining, PT. X

Collaboration network of the authors

40 authors · 116 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sawaludin SawaludinAffiliation unknown3
Jufri KarimUniversitas Halu Oleo3
Wahab WahabUniversitas Halu Oleo2
Sarini sariniAffiliation unknown2
La Ode ResteleAffiliation unknown2
Jamal HarimuddinAffiliation unknown2
Anita IndriasaryAffiliation unknown2
Jamal HarimudinAffiliation unknown2
Nurgiantoro NurgiantoroAffiliation unknown2
La Ode AlwiUniversitas Halu Oleo2
Jahidin JahidinAffiliation unknown2
Hasbullah SyafAffiliation unknown2
Marwan Zam MiliAffiliation unknown1
Fais SharfanAffiliation unknown1
La ToberAffiliation unknown1
YUnarni YunarniAffiliation unknown1
Analuddin AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
Lukman YunusAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Ansyahrul MukmininAffiliation unknown1
Jahidin .Affiliation unknown1
W. KusumatiaAffiliation unknown1
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhammad Harjoni KilowasidAffiliation unknown1
La Ode SabaruddinAffiliation unknown1
Hazriani HazrianiAffiliation unknown1
Fitra SalehAffiliation unknown1
Adin Fitra IrawanAffiliation unknown1
La Ode HadiniAffiliation unknown1
Golok JayaAffiliation unknown1
Maryatun MucolifahAffiliation unknown1
Nuning ApriliaAffiliation unknown1
Sitti AsyfaAffiliation unknown1
Muhammad Syadruf HusainAffiliation unknown1
Wa Ode Yuni MelaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KEBERHASILAN REKLAMASI  PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BIJI NIKEL PT. X DI KABUPATEN KONAWE SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>ido, Irfan</dc:creator>
	<dc:creator>Kamrullah, Kamrullah</dc:creator>
	<dc:creator>Yunandar, Irfan</dc:creator>
	<dc:creator>Ngkoimani, L.O.</dc:creator>
	<dc:creator>Ardi, Ardi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di Indonesia termasuk PT. X diwajibkan melakukan reklamasi pada lahan yang terganggu sebagai akibat dari kegiatan penambangan. Kegiatan reklamasi harus dilakukan sedini mungkin dan tidak harus menunggu proses penambangan secara keseluruhan selesai. PT. X melakukan kewajiban kegiatan reklamasi pada lahan bekas tambang seluas 7 Ha dari 10 Ha yang direncanakan pada area bagian utara. Pelaksanaan reklamasi mencakup 3 kriteria, yaitu: (1) penataan lahan, (2) pengendalian erosi dan sedimentasi, dan (3) revegetasi. Tulisan ini akan mengkaji tingkat keberhasilan reklamasi lahan bekas penambangan biji nikel PT. X berdasarkan pedoman keberhasilan reklamasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 60/Menhut-II/2009. Lokasi penelitian ini dilakukan pada lahan bekas penambangan biji nikel area bagian selatan PT. X. Kesimpulan tulisan ini adalah penilaian keberhasilan reklamasi yang telah dilaksanakan oleh PT. X pada area tambang bagian selatan mendapatkan nilai 74,5. Sehingga pelaksanaan reklamasi pada lahan bekas penambangan PT. X masuk pada tingkat keberhasilan sedang, dimana pelaksanaan reklamasi dapat diterima dengan catatan perlu dilakukan perbaikan sampai  80. Kata Kunci: Keberhasilan Reklamasi Lahan, Bekas Penambangan Nikel, PT. X   Abstrac: Reclamation is an activity carried out throughout the mining efforts to organize, restore, and improve the quality of the environment and ecosystem in order to function again in accordance with its provisions. Every holder of Mining Business License (IUP) and Special Mining Business License (IUPK) in Indonesia including PT. X is required to reclamation on disturbed land as a result of mining efforts. Reclamation activities should be carried out as early as possible and should not wait for the entire mining process to be completed. PT. X performs reclamation obligations on 7 Ha of 10 Ha of planned former mine land in the northern part. The implementation of reclamation includes 3 criteria, namely: (1) land arrangement, (2) controlling of erosion and sedimentation, and (3) revegetation. This paper will examine the success rate of land reclamation of former nickel seed mining PT. X based on the reclamation success guidelines stipulated in Peraturan Menteri Kehutanan No. 60/Menhut-II/2009. The location of this research was conducted on the land of former nickel seed mining in the southern part of PT. X.  The conclusion of this paper is an assessment of the success of reclamation that has been implemented by PT. X in the southern mining area scored 74.5. So that the implementation of reclamation on former mining land PT. X enters at a moderate success rate, where the implementation of reclamation can be accepted with a record of needing improvement until 80. Keywords: Successful Land Reclamation, Former Nickel Mining, PT. X</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/25321</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v6i1.25321</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 6, No 1 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 272-284</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/25321/14970</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>