Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pemetaan Lahan Kritis dengan Metode Multi Criteria Evaluation di Sub DAS Amohalo

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 3 No. 1 (2019) · pp. 7–16

DOI
10.33772/jagat.v3i1.6362
ISSN
2684-6705
Published
2019-04-27
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Lahan merupakan sumber daya yang sangat penting untuk memenuhi segala kebutuhan hidup sehingga dalam pengelolahannya harus sesuai dengan kemampuannya agar tidak menurunkan produktivitas lahan. Lahan kritis merupakan lahan atau tanah yang saat ini tidak produktif karena pengelolaan dan penggunaan tanah yang tidak atau kurang memperhatikan syarat-syarat konservasi tanah dan air, sehingga lahan mengalami kerusakan, kehilangan atau berkurang fungsinya sampai pada batas yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui bobot masing-masing kriteria (2) sebaran lahan kritis di Sub DAS Amohalo dengan mengunakan metode Multi Criteria Evaluation (MCE) dengan teknik analisis Analisis Hirarky Proses (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dari masing-masing parameter penentu lahan kritis. Pemetaan lahan kritis menghasilkan bobot masing-masing kriteria penentu lahan kritis dimana penutupan lahan bobot 45%, kemiringan lereng bobot 19%, tingkat bahaya erosi bobot 14%, produktivitas bobot 12%, dan manajemen lahan bobot 10% dengan total bobot 100%. Sebaran lahan kritis di Sub DAS Amohalo menghasilkan lima kelas kriteria yang didominasi kelas potensial kritis mencapai luas Wilayah 5656,96 ha dari hasil analisis tersebar di Wilayah Kota Kendari dan Wilayah Konawe Selatan, luasan terendahnya terdapat pada kelas sangat kritis dengan luasan 11,65 ha yang tersebar di Kecamatan Moramo Utara, Baruga dan Kambu.Kata Kunci: Lahan Kritis, MCE, AHPDOI: 10.5281/zenodo.3354764

Collaboration network of the authors

40 authors · 117 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jufri KarimUniversitas Halu Oleo6
Golok JayaAffiliation unknown5
Weka WidayatiAffiliation unknown4
Laode M Golok JayaAffiliation unknown3
Fitriani FitrianiAffiliation unknown3
Ahmad HidayatAffiliation unknown3
Nurgiantoro NurgiantoroAffiliation unknown3
la Ode RustamAffiliation unknown2
Ahmad IskandarAffiliation unknown2
Anita IndriasaryAffiliation unknown2
L. M. Iradat SalihinAffiliation unknown2
Salahudin SalahudinAffiliation unknown2
La Ode Muh. Iradat SalihinAffiliation unknown2
Deriyawan DeriyawanAffiliation unknown2
Jamal HarimudinAffiliation unknown2
Derick Christopher Ambo MasseAffiliation unknown1
Amira IsmiaAffiliation unknown1
wa Ode YusriaAffiliation unknown1
Wa Ode UlianaAffiliation unknown1
Najar NajarAffiliation unknown1
Sri HastiAffiliation unknown1
Asis LawaAffiliation unknown1
La Ode Muh UmranAffiliation unknown1
Sukriyanti SukriyantiAffiliation unknown1
Syamsul Razak HaratyUniversitas Halu Oleo1
Al RubaiynAffiliation unknown1
Jahidin JahidinAffiliation unknown1
Ramli HadunAffiliation unknown1
Aqshan SadikinAffiliation unknown1
Nurnia NurniaAffiliation unknown1
Hilaluddin HanafiAffiliation unknown1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
Rika Ristiani AsniaAffiliation unknown1
Adnan Maulana El-Mi’RajAffiliation unknown1
Irfan IdoAffiliation unknown1
Adin Fitra IrawanAffiliation unknown1
La Ode HadiniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemetaan Lahan Kritis dengan Metode Multi Criteria Evaluation di Sub DAS Amohalo</dc:title>
	<dc:creator>Suriani, Suriani</dc:creator>
	<dc:creator>Mey, Djafar</dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Fitra</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lahan merupakan sumber daya yang sangat penting untuk memenuhi segala kebutuhan hidup sehingga dalam pengelolahannya harus sesuai dengan kemampuannya agar tidak menurunkan produktivitas lahan. Lahan kritis merupakan lahan atau tanah yang saat ini tidak produktif karena pengelolaan dan penggunaan tanah yang tidak atau  kurang memperhatikan syarat-syarat konservasi tanah dan air, sehingga lahan  mengalami kerusakan, kehilangan atau berkurang fungsinya sampai pada batas yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui bobot masing-masing kriteria (2) sebaran lahan kritis di Sub DAS Amohalo dengan mengunakan metode Multi Criteria Evaluation (MCE) dengan teknik analisis Analisis Hirarky Proses (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dari masing-masing parameter penentu lahan kritis.  Pemetaan lahan kritis menghasilkan bobot masing-masing kriteria penentu lahan kritis dimana penutupan lahan bobot 45%, kemiringan lereng bobot 19%, tingkat bahaya erosi bobot 14%, produktivitas bobot 12%, dan manajemen lahan bobot 10% dengan total bobot 100%. Sebaran lahan kritis di Sub DAS Amohalo menghasilkan lima kelas kriteria yang didominasi kelas potensial kritis mencapai luas Wilayah 5656,96 ha dari hasil analisis tersebar di Wilayah Kota Kendari dan Wilayah Konawe Selatan, luasan terendahnya terdapat pada kelas sangat kritis dengan luasan 11,65 ha yang tersebar di Kecamatan Moramo Utara, Baruga dan Kambu.Kata Kunci: Lahan Kritis, MCE, AHPDOI : 10.5281/zenodo.3354764</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/6362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v3i1.6362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 3, No 1 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 7-16</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/6362/4652</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>