Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Analisis Geospasial Sedimentasi Teluk Kendari Akibat Perkembangan Lahan Terbangun

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 3 No. 2 (2019) · pp. 79–86

DOI
10.33772/jagat.v3i2.9452
ISSN
2684-6705
Published
2019-10-30
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Sedimentasi di Teluk Kendari dapat terjadi akibat semakin berkembangnya aktivitas manusia setiap tahunnya. Aktivitas manusia dapat meningkatkan kebutuhan penduduk akan lahanyang semakin terbatas, terutama kebutuhan terhadap lahan untuk pembangunan sarana dan prasarana (pemukiman dan jalan). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan areal sedimentasi di Teluk Kendari, (2) mengetahui lahan terbangun di Kota Kendari periode tahun 2009, 2014 dan 2018 dan, (3) menganalisis hubungan sedimentasi di Teluk Kendari terkait perkembangan lahan terbangun. Penentuan sedimentasi pada penelitian ini berdasarkan Total Suspended Solid (TSS) dengan menggunakan metode gravimetrik dan transformasi algoritma. Penentuan lahan terbangun menggunakan metode NDBI. Hasil penelitian ini menunjukkan:(1) kandungan TTS cenderung tinggi pada kawasan dermagaPelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) dengan kandungan TSS sebesar 6,0680 mg/L hasil pengukuran lapangan dan 266–353 mg/L hingga 354-442 mg/L TSS perolehan data citra.Kandungan TSS menjadi lebih rendah ke arah laut.(2) penggunaan lahan terbangun di Kota Kendari pada tahun 2009 seluas 3301 Ha, tahun 2014 seluas 5881 Ha dan 8076 Ha pada tahun2018. (3) hasil analisis SPSS menunjukkan perkembangan lahan terbangun dan TSS Teluk hasil pengukuran lapangan memiliki korelasi yang positif dengan tingkat hubungan cukup kuat yang ditunjukkan dengan nilai korelasi dari kedua variabel (r) sebesar 0,518, bahwa semakin bertambah luas lahan terbangun maka akan besar jumlah material yang tersuspensi (sedimentasi).Kata Kunci:Sedimentasi (TSS), Lahan Terbangun, NDBI, Citra Landsat.DOI: 10.5281/zenodo.3607300

Collaboration network of the authors

40 authors · 108 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Gunadarma University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sawaludin SawaludinAffiliation unknown3
Muhammad AnasAffiliation unknown2
Ruslan RuslanAffiliation unknown2
Anita IndriasaryAffiliation unknown2
Nurgiantoro NurgiantoroAffiliation unknown2
Jufri KarimUniversitas Halu Oleo2
Iradat SalihinAffiliation unknown2
Made KusumayasaAffiliation unknown1
Purwo Adi SetyoAffiliation unknown1
Waode Sukmawati ArsyadAffiliation unknown1
Wa Ode Sukmawati ArsyadAffiliation unknown1
Dicky Berthus ChristoAffiliation unknown1
Desy SusilowatiAffiliation unknown1
Fitrianingsih FitrianingsihGunadarma University1
Deki ZulkarnainUniversitas Halu Oleo1
Achmad Selamet AkuUniversitas Halu Oleo1
La Ode SahabaUniversitas Halu Oleo1
Yamin YaddiAffiliation unknown1
La Ode Muh. MunadiAffiliation unknown1
Restu LibrianiAffiliation unknown1
La Ode KadidaeAffiliation unknown1
Waode Sukmawati ArsyadAffiliation unknown1
Sani FitrianiAffiliation unknown1
Junun SartohadiAffiliation unknown1
M.Anggri SetiawanAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
La Ode ResteleAffiliation unknown1
Putri HadiyatinAffiliation unknown1
Hardianto HardiantoAffiliation unknown1
La Ode, Muh Golok JayaAffiliation unknown1
Sawaluddin SawaluddinAffiliation unknown1
Alfirman AlfirmanAffiliation unknown1
La Ode Andi GusmanAffiliation unknown1
Djafar MeyAffiliation unknown1
Roma IramaAffiliation unknown1
Arif ArifAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Geospasial Sedimentasi Teluk Kendari Akibat Perkembangan Lahan Terbangun</dc:title>
	<dc:creator>Alfiani, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Salihin, Loade Muh. Iradat</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Khairisa, Noor Husna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sedimentasi di Teluk Kendari dapat terjadi akibat semakin berkembangnya aktivitas manusia setiap tahunnya. Aktivitas manusia dapat meningkatkan kebutuhan penduduk akan lahanyang semakin terbatas, terutama kebutuhan terhadap lahan untuk pembangunan sarana dan prasarana (pemukiman dan jalan). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan areal sedimentasi di Teluk Kendari, (2) mengetahui lahan terbangun di Kota Kendari periode tahun 2009, 2014 dan 2018 dan, (3) menganalisis hubungan sedimentasi di Teluk Kendari terkait perkembangan lahan terbangun. Penentuan sedimentasi pada penelitian ini berdasarkan Total Suspended Solid (TSS) dengan menggunakan metode gravimetrik dan transformasi algoritma. Penentuan lahan terbangun menggunakan metode NDBI. Hasil penelitian ini menunjukkan:(1) kandungan TTS cenderung tinggi pada kawasan dermagaPelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) dengan kandungan TSS sebesar 6,0680 mg/L hasil pengukuran lapangan dan 266–353 mg/L hingga 354-442 mg/L TSS perolehan data citra.Kandungan TSS menjadi lebih rendah ke arah laut.(2) penggunaan lahan terbangun di Kota Kendari pada tahun 2009 seluas 3301 Ha, tahun 2014 seluas 5881 Ha dan 8076 Ha pada tahun2018. (3) hasil analisis SPSS menunjukkan perkembangan lahan terbangun dan TSS Teluk hasil pengukuran lapangan memiliki korelasi yang positif dengan tingkat hubungan cukup kuat yang ditunjukkan dengan nilai korelasi dari kedua variabel (r) sebesar 0,518, bahwa semakin bertambah luas lahan terbangun maka akan besar jumlah material yang tersuspensi (sedimentasi).Kata Kunci :Sedimentasi (TSS), Lahan Terbangun, NDBI, Citra Landsat.DOI: 10.5281/zenodo.3607300</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/9452</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v3i2.9452</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 79-86</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/9452/6670</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>