Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pola Spasial Persebaran Tingkat Kerentanan Wilayah Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 1 No. 1 (2017) · pp. 23–31

DOI
10.33772/jagat.v1i1.6338
ISSN
2684-6705
Published
2017-04-27
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Kota Baubau merupakan enam Kabupaten/Kota yang menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah tertinggi salama periode 2010 sampai 2014.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola kejadian demam berdarah dengue dan sebaran tingkat kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue di Kota Baubau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif yang berbasis penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografi berdasarkan proses observasi, interpretasi citra satelit dan pemberian skor terhadap variabel penelitian yang terdiri dari penggunaaan lahan, kepadatan permukiman, pola permukiman, kepadatan penduduk, jangkauan terbang nyamuk infektif, curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tetangga terdekat (analysis nearest neighbor) dan analis tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kejadian demam berdarah dengue di Kota Baubau terjadi secara mengelompok (clustered) dengan nilai indeks 0,371705. Pengelompokan kasus demam berdarah terjadi di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Wolio, Murhum, Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro. Secara umum Kota Baubau dikategorikan rentan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan persentase luas wilayah rentan dan sangan rentan sebesar 22,91% dan 15,61%. Sebaran kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan kategori tinggi ditemukan pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Murhum, Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.Kata Kunci:Pola Spasial, Persebaran, Tingkat Kerentanan, DBDDOI: 10.5281/zenodo.2658155

Collaboration network of the authors

40 authors · 144 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fitriani FitrianiAffiliation unknown8
Sawaludin SawaludinAffiliation unknown5
Anita IndriasaryAffiliation unknown4
Djafar MeyAffiliation unknown4
Weka Gusmiarty AbdullahUniversitas Halu Oleo3
La Ode ResteleAffiliation unknown3
Ahmad HidayatAffiliation unknown3
Saban RahimAffiliation unknown3
Nurgiantoro NurgiantoroAffiliation unknown3
Sitti Aida Adha TaridalaUniversitas Halu Oleo2
Usman RianseAffiliation unknown2
Ine FausayanaUniversitas Halu Oleo2
Zulfikar La ZulfikarAffiliation unknown2
La RiandaAffiliation unknown2
Irfan IdoAffiliation unknown2
Fitra SalehAffiliation unknown2
Safrudin SaharAffiliation unknown2
Lukman YunusUniversitas Halu Oleo1
Marsuki IswandiAffiliation unknown1
M Arif DirgantoroAffiliation unknown1
Ilma Sarimustaqiyma RianseAffiliation unknown1
Usman RianseAffiliation unknown1
La Ode SyukurUniversitas Halu Oleo1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
WA KUASAAffiliation unknown1
Abdi La AbdiAffiliation unknown1
Ilma Sarimustaqiyma RianseUniversitas Halu Oleo1
Wa Kuasa BakaUniversitas Halu Oleo1
La Ode MidiUniversitas Halu Oleo1
Agus SupriatnoAffiliation unknown1
La Ode M Golok JayaAffiliation unknown1
Mega Azniar ZuhersaAffiliation unknown1
Ahmad IskandarAffiliation unknown1
Asis LawaAffiliation unknown1
La Ode KimonAffiliation unknown1
Darlis DarlisAffiliation unknown1
Ilma Sarimustaqyma RianseAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Spasial Persebaran Tingkat Kerentanan Wilayah Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Mizan, Rahmat azul</dc:creator>
	<dc:creator>Widayati, Weka</dc:creator>
	<dc:creator>Harimudin, Jamal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Baubau merupakan enam Kabupaten/Kota yang menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah tertinggi salama periode 2010 sampai 2014.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola kejadian demam berdarah dengue dan sebaran tingkat kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue di Kota Baubau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif yang berbasis penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografi berdasarkan proses observasi, interpretasi citra satelit dan pemberian skor terhadap variabel penelitian yang terdiri dari penggunaaan lahan, kepadatan permukiman, pola permukiman, kepadatan penduduk, jangkauan terbang nyamuk infektif, curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tetangga terdekat (analysis nearest neighbor) dan analis tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kejadian demam berdarah dengue di Kota Baubau terjadi secara mengelompok (clustered) dengan nilai indeks 0,371705. Pengelompokan kasus demam berdarah terjadi di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Wolio, Murhum, Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.  Secara umum Kota Baubau dikategorikan rentan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan persentase luas wilayah rentan dan sangan rentan sebesar 22,91% dan 15,61%. Sebaran kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan kategori tinggi ditemukan pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Murhum, Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.Kata Kunci:Pola Spasial, Persebaran, Tingkat Kerentanan, DBDDOI : 10.5281/zenodo.2658155</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/6338</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v1i1.6338</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 23-31</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/6338/4630</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>