Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Analisis Tingkat Kerugian Berdasarkan Perkiraan Ancaman Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Kendari Barat

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 4 No. 2 (2020) · pp. 69–76

DOI
10.33772/jagat.v4i2.13075
ISSN
2684-6705
Published
2020-12-02
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Indonesia rawan terhadap berbagai jenis bencana dilihat dari aspek geografis dan klimatologis. Kota Kendari merupakan salah satu wilayah yang memiliki catatan sejarah kejadian bencana tanah longsor. Tujuan penelitianini,yaitu: (1)mengetahui tingkat potensi ancaman bencana tanah longsor; (2) mengetahui indeks kerugian ancaman bencana tanah longsor; (3) mengetahui distribusi tingkat kerugian berdasarkan perkiraan potensi bencana tanah longsor. Metodepenelitian ini, yaitu:(1) analisis spasial dengan indikator curah hujan,jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan dan formasi geologi; (2) analisis spasial dengan indikator fasilitas ekonomi danfasilitas fisik; (3) penggabungan informasi tingkat ancaman dan indeks kerugianpada matriks tingkat kerugian.Hasilpenelitianiniantara lain: (1)Distribusi ancaman bencana tanah longsor di Kecamatan Kendari Barat, yaitu Kelurahan Lahundape memiliki potensi sedang,sedangkan Kelurahan Benua-Benua, Dapu-Dapura, Punggaloba, Kemaraya, Sanua, Sodoha, Tipulu dan Watu-Watu memiliki potensitinggi; (2) Indeks kerugian yang terjadi di Kecamatan Kendari Barat, yaitu Kelurahan Benu-Benua, Dapu-Dapura, Sanua dan Punggaloba memiliki indeks kerugian rendah kemudian Kemaraya, Sodoha, Tipulu dan Lahundape memiliki indeks kerugian sedang sedangkan Watu-Watu memiliki indeks kerugian tinggi; (3) Distribusi tingkat kerugian akibat potensi bencana tanah longsor di Kecamatan Kendari Barat yaitu Kelurahan Benu-Benua, Dapu-Dapura, Lahundape, Punggaloba dan Sanua memiliki tingkat kerugian sedang sedangkan Kelurahan Kemaraya, Sodoha, Tipulu dan Watu-Watu memiliki tingkat kerugian tinggi. Kata kunci: ancaman, kerugian, longsor

Collaboration network of the authors

40 authors · 118 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Djafar MeyAffiliation unknown8
Golok JayaAffiliation unknown5
Nurgiantoro NurgiantoroAffiliation unknown4
Laode M Golok JayaAffiliation unknown3
Ahmad HidayatAffiliation unknown3
L. M. Iradat SalihinAffiliation unknown2
Derick Christopher Ambo MasseAffiliation unknown1
Weka WidayatiAffiliation unknown1
Sri HastiAffiliation unknown1
Salahudin SalahudinAffiliation unknown1
La Ode Muh. Iradat SalihinAffiliation unknown1
Syamsul Razak HaratyUniversitas Halu Oleo1
Al RubaiynAffiliation unknown1
Jahidin JahidinAffiliation unknown1
Adnan Maulana El-Mi’RajAffiliation unknown1
Deriyawan DeriyawanAffiliation unknown1
Irfan IdoAffiliation unknown1
Adin Fitra IrawanAffiliation unknown1
La Ode HadiniAffiliation unknown1
Wahab WahabUniversitas Halu Oleo1
Marzuki MarzukiAffiliation unknown1
La Ode ResteleAffiliation unknown1
Muliati MuliatiAffiliation unknown1
Isyati AndrianiAffiliation unknown1
Suriani SurianiAffiliation unknown1
Jusmianto JusmiantoAffiliation unknown1
Laode Muh. Golok JayaAffiliation unknown1
Sulpiana SulpianaAffiliation unknown1
Iradat SalihinAffiliation unknown1
Al FirmanAffiliation unknown1
Hacrawati HacrawatiAffiliation unknown1
Jamal HarimudinAffiliation unknown1
Amilusri AmilusriAffiliation unknown1
Hariyanto ArifAffiliation unknown1
Anitawati AnitawatiAffiliation unknown1
Noor Husna KhairisaAffiliation unknown1
Hardianto HardiantoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Tingkat Kerugian Berdasarkan Perkiraan Ancaman Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Kendari Barat</dc:title>
	<dc:creator>Safrina T, Safrina T</dc:creator>
	<dc:creator>Golok Jaya, La Ode Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Fitra</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia rawan terhadap berbagai jenis bencana dilihat dari aspek geografis dan klimatologis. Kota Kendari merupakan salah satu wilayah yang memiliki catatan sejarah kejadian bencana tanah longsor. Tujuan penelitianini,yaitu: (1)mengetahui tingkat potensi ancaman bencana tanah longsor; (2) mengetahui indeks kerugian ancaman bencana tanah longsor; (3) mengetahui distribusi tingkat kerugian berdasarkan perkiraan potensi bencana tanah longsor. Metodepenelitian ini, yaitu:(1) analisis spasial dengan indikator curah hujan,jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan dan formasi geologi; (2) analisis spasial dengan indikator fasilitas ekonomi danfasilitas fisik; (3) penggabungan informasi tingkat ancaman dan indeks kerugianpada matriks tingkat kerugian.Hasilpenelitianiniantara lain: (1)Distribusi ancaman bencana tanah longsor di Kecamatan Kendari Barat, yaitu Kelurahan Lahundape memiliki potensi sedang,sedangkan Kelurahan Benua-Benua, Dapu-Dapura, Punggaloba, Kemaraya, Sanua, Sodoha, Tipulu dan Watu-Watu memiliki potensitinggi; (2) Indeks kerugian yang terjadi di Kecamatan Kendari Barat, yaitu Kelurahan Benu-Benua, Dapu-Dapura, Sanua dan Punggaloba memiliki indeks kerugian rendah kemudian Kemaraya, Sodoha, Tipulu dan Lahundape memiliki indeks kerugian sedang sedangkan Watu-Watu memiliki indeks kerugian tinggi; (3) Distribusi tingkat kerugian akibat potensi bencana tanah longsor di Kecamatan Kendari Barat yaitu Kelurahan Benu-Benua, Dapu-Dapura, Lahundape, Punggaloba dan Sanua memiliki tingkat kerugian sedang sedangkan Kelurahan Kemaraya, Sodoha, Tipulu dan Watu-Watu memiliki tingkat kerugian tinggi. Kata kunci: ancaman, kerugian, longsor</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/13075</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v4i2.13075</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 69-76</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/13075/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>