Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

SISTEM DETEKSI INTRUSI MENGGUNAKAN N-GRAM DAN COSINE SIMILARITY

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 14 No. 1 (2016) · pp. 108–116

DOI
10.12962/j24068535.v14i1.a516
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2016-01-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Serangan atau intrusi yang masuk ke dalam sebuah sistem adalah sesuatu yang hampir pasti terjadi dalam dunia teknologi informasi saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa teknologi yang dapat digunakan, seperti firewall atau sistem deteksi intrusi (intrusion detection system/IDS). Tidak seperti firewall yang hanya menyeleksi paket yang masuk berdasarkan alamat IP dan port, IDS bekerja dengan cara memantau isi paket yang masuk ke dalam sebuah komputer untuk kemudian memutuskan apakah rangkaian paket yang masuk tersebut merupakan sebuah serangan atau tidak. Salah satu aplikasi open sources dari IDS adalah Snort yang menggunakan pencocokan string untuk mengambil keputusan. Kelemahan dari IDS yang berbasis pencocokan string adalah kemunculan string dalam sebuah paket harus sama persis, sehingga sulit untuk mendeteksi serangan yang mirip tetapi memiliki pola string yang berbeda. Oleh karena itu paper ini mengusulkan sebuah metode deteksi intrusi menggunakan n-gram dan cosine similarity untuk mencari kemiripan dari serangkaian paket, sehingga yang dicari bukan yang sama persis, tetapi seberapa mirip dengan signature yang ada. Berbeda dengan Snort, paket tidak dicocokkan dengan pola serangan, tetapi dengan pola pengaksesan sebuah halaman web oleh pengguna yang sesungguhnya, sehingga yang memiliki kemiripan tinggi akan dianggap sebagai paket yang sah, sedangkan yang rendah akan dianggap sebagai serangan. Dari hasil ujicoba dengan berbagai variasi nilai ambang batas, maka didapatkan nilai 0.8 dengan n = 3 memberikan akurasi yang terbaik. Sistem deteksi intrusi ini juga mampu mendeteksi berbagai jenis serangan tanpa harus mendefinisikan serangan yang ada sebelumnya, sehingga lebih tahan terhadap zero-day attack.

Collaboration network of the authors

40 authors · 78 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Febriliyan SamopaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember4
Tohari AhmadInstitut Teknologi Sepuluh Nopember4
Radityo AnggoroInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Henning Titi CiptaningtyasInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Panji Arya LumayungAffiliation unknown1
Liga AwamiAffiliation unknown1
Hindrawan ArisAffiliation unknown1
Nur Aini RakhmawatiAffiliation unknown1
Muchammad HusniInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Januar BisaptantoAffiliation unknown1
Indera Zainul MuttaqienInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Asad ArismadhaniAffiliation unknown1
I Nyoman Trisna WirawanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Lidya Amalia RahmaniaAffiliation unknown1
Arief PrasetyoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Faishal Halim SaputraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Erna AuparayInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Hudan StudiawanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Amirullah AmirullahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ary Mazharuddin ShiddiqiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Junaidi JunaidiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Prasetyo Adi WibowoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Dini YuniasriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Putri DamayantiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Muhammad Fattahilah RangkutyInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Dino Budi PrakosoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Akbar Pandu SegaraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Taufiq Odhi Dwi PutraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Adi Surya Suwardi AnsyahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Miftahol ArifinInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Tiara Rahmania HadiningrumInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Resky Ayu Dewi TalasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Karina Fitriwulandari IlhamInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Shintami Chusnul HidayatiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ravi Vendra RishikaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Muhammad RiasInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ach Muhyil UmamInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Anani AsmaniInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SISTEM DETEKSI INTRUSI MENGGUNAKAN N-GRAM DAN COSINE SIMILARITY</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratomo, Baskoro Adi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ijtihadie, Royyana Muslim</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Serangan atau intrusi yang masuk ke dalam sebuah sistem adalah sesuatu yang hampir pasti terjadi dalam dunia teknologi informasi saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa teknologi yang dapat digunakan, seperti firewall atau sistem deteksi intrusi (intrusion detection system/IDS). Tidak seperti firewall yang hanya menyeleksi paket yang masuk berdasarkan alamat IP dan port, IDS bekerja dengan cara memantau isi paket yang masuk ke dalam sebuah komputer untuk kemudian memutuskan apakah rangkaian paket yang masuk tersebut merupakan sebuah serangan atau tidak. Salah satu aplikasi open sources dari IDS adalah Snort yang menggunakan pencocokan string untuk mengambil keputusan. Kelemahan dari IDS yang berbasis pencocokan string adalah kemunculan string dalam sebuah paket harus sama persis, sehingga sulit untuk mendeteksi serangan yang mirip tetapi memiliki pola string yang berbeda. Oleh karena itu paper ini mengusulkan sebuah metode deteksi intrusi menggunakan n-gram dan cosine similarity untuk mencari kemiripan dari serangkaian paket, sehingga yang dicari bukan yang sama persis, tetapi seberapa mirip dengan signature yang ada. Berbeda dengan Snort, paket tidak dicocokkan dengan pola serangan, tetapi dengan pola pengaksesan sebuah halaman web oleh pengguna yang sesungguhnya, sehingga yang memiliki kemiripan tinggi akan dianggap sebagai paket yang sah, sedangkan yang rendah akan dianggap sebagai serangan. Dari hasil ujicoba dengan berbagai variasi nilai ambang batas, maka didapatkan nilai 0.8 dengan n = 3 memberikan akurasi yang terbaik. Sistem deteksi intrusi ini juga mampu mendeteksi berbagai jenis serangan tanpa harus mendefinisikan serangan yang ada sebelumnya, sehingga lebih tahan terhadap zero-day attack.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/516</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v14i1.a516</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 14, No 1, Januari 2016; 108-116</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/516/313</dc:relation>
</oai_dc:dc>