Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Dalam Pelestarian Hutan Mangrove Di Kecamatan Mawasangka

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 4 No. 2 (2020) · pp. 77–84

DOI
10.33772/jagat.v4i2.12956
ISSN
2684-6705
Published
2020-12-02
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Abstrak: Luasan mangrove yang ada di Kecamatan Mawasangka, tersebar di enam desa yaitu, Desa Oengkolaki, Desa Banga, Desa Tanailandu, Desa Kanapa-napa, Desa Terapung, dan Desa Air Bajo.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persebaran tutupan lahan hutan mangrove secara spasial di Kecamatan Mawasangka; (2) mengetahui kearifan lokal masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka dalam pelestarian hutan mangrove; (3) mengetahui seberapa besar peran masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka dalam pelestarian hutan mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialahmetode observasi awal, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sebaran tutupan lahan mangrove di Kecamatan Mawawasangka tersebar dibeberapa desa diantaranya, Desa Oengkolaki degan luas 25 ha, Desa Banga 88 ha, Desa Tanailandu 219 ha, Desa Kanapa-napa 68 ha, Desa Terapung 452 ha dan Desa Air Bajo 24 ha, dengan luas keseluruhan 966 ha; (2) bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka, yaitu masih menjaga tradisi lama seperti, gotong royong menjaga hutan mangrove, menebang pohon tidak secara sembarangan, serta memanfaatkan dan mengelolah hutan mangrove dengan metode tebang tanam agar menjaga hutan mangrove tetap lestari; (3) masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka juga sangat berperan aktif dalam pelestarian hutan mangrove, yaitu berupa penanaman, pemeliharaan, pemanfaatan dan pengelolaan serta tidak menebang pohon mangrove secara besar – besaran.

Collaboration network of the authors

40 authors · 137 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Anita IndriasaryAffiliation unknown6
Weka WidayatiAffiliation unknown5
Irfan IdoAffiliation unknown5
Jamal HarimuddinAffiliation unknown4
Fitriani FitrianiAffiliation unknown4
Jamal HarimudinAffiliation unknown3
Saban RahimAffiliation unknown3
Hasria HasriaAffiliation unknown3
Muliddin MuliddinAffiliation unknown3
Sarini sariniAffiliation unknown2
Erwin AnshariAffiliation unknown2
Ida UsmanAffiliation unknown2
Ali OktoUniversitas Halu Oleo2
Noor Husna KhairisaAffiliation unknown2
Jufri KarimUniversitas Halu Oleo2
Fitri MuljanaAffiliation unknown2
Weka widayantiAffiliation unknown2
Alfirman AlfirmanAffiliation unknown2
Erlin SarfidarAffiliation unknown1
Mega Azniar ZuhersaAffiliation unknown1
Harziman NingratAffiliation unknown1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
Eka AprianaAffiliation unknown1
Hazriani HazrianiAffiliation unknown1
Sani FitrianiAffiliation unknown1
Fitra SalehAffiliation unknown1
Muliati MuliatiAffiliation unknown1
Nuning ApriliaAffiliation unknown1
Ade Rahmasari HarsonoAffiliation unknown1
Yuni kartika SidamuAffiliation unknown1
Deniyatno DeniyatnoAffiliation unknown1
Firdaus FirdausAffiliation unknown1
Suparwi SuparwiAffiliation unknown1
Putri HadiyatinAffiliation unknown1
I Putu Agus Putra LantaraAffiliation unknown1
Laode Muh. Iradat SalihinAffiliation unknown1
Ratna RatnaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Dalam Pelestarian Hutan Mangrove Di Kecamatan Mawasangka</dc:title>
	<dc:creator>Saputu, Muh. Sumitran</dc:creator>
	<dc:creator>Restele, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Sawaludin, Sawaludin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Luasan mangrove yang ada di Kecamatan Mawasangka, tersebar di enam desa yaitu, Desa Oengkolaki, Desa Banga, Desa Tanailandu, Desa Kanapa-napa, Desa Terapung, dan Desa Air Bajo.Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  mengetahui persebaran tutupan lahan hutan mangrove secara spasial di Kecamatan Mawasangka; (2) mengetahui kearifan lokal masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka dalam pelestarian hutan mangrove; (3) mengetahui seberapa besar peran masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka dalam pelestarian hutan mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialahmetode observasi awal, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sebaran tutupan lahan mangrove di Kecamatan Mawawasangka tersebar dibeberapa desa diantaranya, Desa Oengkolaki degan luas 25 ha, Desa Banga 88 ha, Desa Tanailandu 219 ha, Desa Kanapa-napa 68 ha, Desa Terapung 452 ha dan Desa Air Bajo 24 ha, dengan luas keseluruhan 966 ha; (2) bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka, yaitu masih menjaga tradisi lama seperti, gotong royong menjaga hutan mangrove, menebang pohon tidak secara sembarangan, serta memanfaatkan dan mengelolah hutan mangrove dengan metode tebang tanam agar menjaga hutan mangrove tetap lestari; (3) masyarakat pesisir Kecamatan Mawasangka juga sangat berperan aktif dalam pelestarian hutan mangrove, yaitu berupa penanaman, pemeliharaan, pemanfaatan dan pengelolaan serta tidak menebang pohon mangrove secara besar – besaran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/12956</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v4i2.12956</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 77-84</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/12956/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>