Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Morfotektonik Segmen Sesar Kolaka Daerah Tikonu dan Sekitarnya, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) · Vol. 6 No. 2 (2022) · pp. 309–323

DOI
10.33772/jagat.v6i2.25304
ISSN
2684-6705
Published
2022-11-30
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Analisis morfotektonik di salah satu segmen Sesar Kolaka telah dilakukan pada Daerah Tikonu dan sekitarnya, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat aktivitas tektonik relatif (IATR). Metode penelitian yang digunakan adalah geomorfologi tektonik dengan pendekatan kuantitatif (morfometri DAS dan nonDAS) dan pendekatan kualitatif (morfotektonik) melalui observasi lapangan. Analisis morfometri digunakan untuk menentukan indeks aktivitas tektonik relatif (IATR) yang terdiri atas lima parameter DAS; kurva hipsometrik integral, asimetri DAS (AF), indeks bentuk DAS (BS), indeks gradien panjang sungai (SL), rasio dasar lembah (VF), sedangkan sinousitas muka pegunungan (SMF) sebagai parameter nonDAS. Analisis morfotektonik meliputi analisis kelurusan dan pengamatan fitur morfotektonik pada tiap kelas aktivitas tektonik pada daerah penelitian. Pola kelurusan punggungan dan lembah sungai berarah tenggara-baratlaut searah Sesar Kolaka. Fitur morfotektonik mengindikasikan aktivitas Sesar Kolaka dicirikan dengan hadirnya triangular facet, sagpond, knickpoint, offset drainage channel, dan fault scarp. IATR daerah penelitian terbagi atas empat kelas, kelas aktivitas tektonik 1 (sangat tinggi) dengan luas daerah ± 3,58 km², kelas aktivitas tektonik 2 (tinggi) dengan luas daerah ± 58,468 km², kelas aktivitas tektonik 3 (menengah) dengan luas daerah ± 35,752 km², kelas aktivitas tektonik 4 (rendah) dengan luas daerah ± 14,764 km². Kelas aktivitas tektonik sangat tinggi dan tnggi dijumpai pada subDAS 10 di bagian selatan dan beberapa subDAS di bagian utara yang tersusun atas sekis dan gneiss disertai hadirnya triangular facet, mata air, knickpoint, gawir sesar, dan milonitik.

Collaboration network of the authors

30 authors · 60 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Bandung Institute of Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasria HasriaUniversitas Halu Oleo6
La AbaUniversitas Halu Oleo3
Ali OktoUniversitas Halu Oleo3
Bahdad BahdadUniversitas Halu Oleo2
Suryawan AsfarUniversitas Halu Oleo2
Andi MakkawaruUniversitas Sulawesi Tenggara2
Sayahdin AlfatAffiliation unknown1
Muhammad ArifUniversitas Halu Oleo1
Darnawati DarnawatiUniversitas Halu Oleo1
Irfan Ade Hidayat RantuUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Firman AsdarUniversitas Halu Oleo1
Sitti SulaehaUniversitas Halu Oleo1
Peky AnggriawanUniversitas Halu Oleo1
Fuad JafarUniversitas Halu Oleo1
Erick RiyantoUniversitas Halu Oleo1
Phill Richard SarangaUniversitas Halu Oleo1
Imam A. SadisunBandung Institute of Technology1
Mirnayanti KarimAffiliation unknown1
Jamhir SafaniUniversitas Halu Oleo1
Asniar AsniarAffiliation unknown1
Erick SAffiliation unknown1
Isran NaimAffiliation unknown1
La Ode RusmanAffiliation unknown1
Akhiruddin AkhiruddinAffiliation unknown1
Supriati SupriatiAffiliation unknown1
Ahmad LondirAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Morfotektonik Segmen Sesar Kolaka Daerah Tikonu dan Sekitarnya, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Misu, Reza Pasca Purniawan</dc:creator>
	<dc:creator>Masri, Masri</dc:creator>
	<dc:creator>Asfar, Suryawan</dc:creator>
	<dc:creator>Ngkoimani, Laode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Analisis morfotektonik di salah satu segmen Sesar Kolaka telah dilakukan pada Daerah Tikonu dan sekitarnya, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat aktivitas tektonik relatif (IATR). Metode penelitian yang digunakan adalah geomorfologi tektonik dengan pendekatan kuantitatif (morfometri DAS dan nonDAS) dan pendekatan kualitatif (morfotektonik) melalui observasi lapangan. Analisis morfometri digunakan untuk menentukan indeks aktivitas tektonik relatif (IATR) yang terdiri atas lima parameter DAS; kurva hipsometrik integral, asimetri DAS (AF), indeks bentuk DAS (BS), indeks gradien panjang sungai (SL), rasio dasar lembah (VF), sedangkan sinousitas muka pegunungan (SMF) sebagai parameter nonDAS. Analisis morfotektonik meliputi analisis kelurusan dan pengamatan fitur morfotektonik pada tiap kelas aktivitas tektonik pada daerah penelitian. Pola kelurusan punggungan dan lembah sungai berarah tenggara-baratlaut searah Sesar Kolaka. Fitur morfotektonik mengindikasikan aktivitas Sesar Kolaka dicirikan dengan hadirnya triangular facet, sagpond, knickpoint, offset drainage channel, dan fault scarp. IATR daerah penelitian terbagi atas empat kelas, kelas aktivitas tektonik 1 (sangat tinggi) dengan luas daerah ± 3,58 km², kelas aktivitas tektonik 2 (tinggi) dengan luas daerah ± 58,468 km², kelas aktivitas tektonik 3 (menengah) dengan luas daerah ± 35,752 km², kelas aktivitas tektonik 4 (rendah) dengan luas daerah ± 14,764 km². Kelas aktivitas tektonik sangat tinggi dan tnggi dijumpai pada subDAS 10 di bagian selatan dan beberapa subDAS di bagian utara yang tersusun atas sekis dan gneiss disertai hadirnya triangular facet, mata air, knickpoint, gawir sesar, dan milonitik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/25304</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jagat.v6i2.25304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); Vol 6, No 2 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi); 309-323</dc:source>
	<dc:source>2684-6705</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jagat.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/article/view/25304/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>