Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

RESOLUSI KONFLIK ANTAR PEMUDA WADIABERO DAN PEMUDA TOLANDONA (Studi Di Desa Wadiabero Dan Kelurahan Tolandona Kabupaten Buton Tengah)

SOCIETAL · Vol. 9 No. 1 (2022) · pp. 33–36

Published
2022-04-17
Publisher
SOCIETAL
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor penyebab konflik antar pemuda Wadiabero dan pemuda Tolandona, dan Resolusi konflik antar pemuda Wadiabero dan pemuda Tolandona. Dalam penelitian diambil 14 informan. Adapun kriteria informan tersebut yaitu: Pemuda Wadiabero, Pemuda Tolandona, Kepala Desa Wadiabero, Lurah Tolandona, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kapolsek Gu, dan Kapolsek Sangai Wambulu. Dengan Menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua faktor penyebab konflik antar pemuda Wadiabero Kecamatan Gu dan pemuda Tolandona Kecamatan Sangai Wambulu Kabupaten Buton Tengah: Amarah yang dirasakan oleh pemuda Wadiabero terhadap pemuda Tolandona yang membuat keributan dengan mengeraskan bunyi motornya sehingga pemuda dari Wadiabero tersulut emosinya dengan melakukan tindakan pemukulan terhadap pemuda Tolandona. Usia Pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona yang muda sehingga mereka dengan mudah tersulut emosi dengan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Resolusi konflik antar pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona yaitu dialog dilakukan oleh perwakilan tokoh tokoh, dari Desa dan Kelurahan yang sedang berkonflik proses Negosiasi juga dilakukan oleh perwakilan tokoh tokoh, Kepala desa, lurah dan mediasi dilakukan oleh aparat Kepolisian, TNI, Kapolda, Ketua DPR, Anggota DPR, dan Bupati Buton Tengah.

Collaboration network of the authors

40 authors · 203 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo7
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo6
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo5
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown5
Amin TundaUniversitas Halu Oleo4
Wa AisaUniversitas Halu Oleo4
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo3
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo2
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo2
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo2
La TarifuUniversitas Halu Oleo2
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo2
Syaifuddin S. KasimAffiliation unknown2
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo2
Ratna SupiyahUniversitas Halu Oleo2
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo2
Eka Saputri YantiAffiliation unknown2
Eci Juming NurAffiliation unknown2
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo2
Arif ArifUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Sahrul Poalahi SaluUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Jopang JopangUniversitas Halu Oleo1
Faturachman Alputra SudirmanUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RajabUniversitas Halu Oleo1
Surya PradisaAffiliation unknown1
Nazrin NazrinUniversitas Halu Oleo1
Iin AprianiUniversitas Halu Oleo1
Ryan Fajar MaulanaAffiliation unknown1
lutfiana Nur AzizahAffiliation unknown1
Ghery Safitra FahrunAffiliation unknown1
Nada KusumaAffiliation unknown1
Yoenita DjayadisastraAffiliation unknown1
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo1
Sitti RamdaniUniversitas Halu Oleo1
Irmawati IrmawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESOLUSI KONFLIK ANTAR PEMUDA WADIABERO DAN PEMUDA TOLANDONA (Studi Di Desa Wadiabero  Dan Kelurahan Tolandona  Kabupaten Buton Tengah)</dc:title>
	<dc:creator>Wati, Erna</dc:creator>
	<dc:creator>Bauto, La Ode Monto</dc:creator>
	<dc:creator>Tawulo, Megawati Asrul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor penyebab konflik antar pemuda Wadiabero dan pemuda Tolandona, dan Resolusi konflik antar pemuda Wadiabero dan pemuda Tolandona. Dalam penelitian diambil 14 informan. Adapun kriteria informan tersebut yaitu: Pemuda Wadiabero, Pemuda Tolandona, Kepala Desa Wadiabero, Lurah Tolandona, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kapolsek Gu, dan Kapolsek Sangai Wambulu. Dengan Menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua faktor penyebab konflik antar pemuda Wadiabero Kecamatan Gu  dan pemuda Tolandona Kecamatan Sangai Wambulu  Kabupaten Buton Tengah: Amarah yang dirasakan oleh  pemuda Wadiabero terhadap pemuda Tolandona yang membuat keributan dengan mengeraskan bunyi motornya sehingga pemuda dari Wadiabero tersulut emosinya dengan melakukan tindakan pemukulan terhadap pemuda Tolandona. Usia Pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona yang muda sehingga mereka dengan  mudah tersulut emosi dengan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Resolusi konflik antar pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona yaitu dialog dilakukan oleh perwakilan tokoh tokoh, dari Desa dan Kelurahan yang sedang berkonflik proses Negosiasi juga dilakukan oleh perwakilan tokoh tokoh, Kepala desa, lurah dan mediasi dilakukan oleh aparat Kepolisian, TNI, Kapolda, Ketua DPR, Anggota DPR, dan Bupati Buton Tengah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">SOCIETAL</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/27104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SOCIETAL; Vol 9, No 1 (2022): Edisi April; 33-36</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/27104/15737</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 SOCIETAL</dc:rights>
</oai_dc:dc>