Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR PEMUDA KELURAHAN BONE-BONE DAN KELURAHAN TARAFU (Studi Di Kecamatan Batupuaro Kota Baubau)

SOCIETAL · Vol. 9 No. 1 (2022) · pp. 110–116

Published
2022-04-17
Publisher
SOCIETAL
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konflik antara pemuda di Kelurahan Bone -bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau, dan untuk mengetahui strategi penyelesaian konflik yang terjadi antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan. a.) Wawancara, teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan dan langsung (bertatap muka) dengan informan yang ditunjang oleh pedoman wawancara. b.) Dokumentasi yakni dalam pengumpulan data melalui peninggalan tertulis (dokumen-dokumen) seperti data penduduk, data mata pencaharian dan gambaran lokasi.Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala Kelutahan Bone-bone dan kepala Kelurahan Tarafu, 2 tokoh agama dan tokoh masyarakat yang.2 orang masyarakat yang tinggal di daerah konflik atau terdampak konflik, selain itu pemuda sebanyak 4 orang yang merupakan informan biasa karena terlibat langsung atatu bahkan menjadi rekan pelaku yang terlibat. Sehingga total informan yang ada sebanyak 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab tejadinya konflik antar Pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu. Faktor-faktor tersebut antara lain pertama amarah. Kemarahaan yang sesaat di antara para pemuda di dua Kelurahan tersebut, dimana mereka merasa benar dan tidak ingin disalahkan atas apa yang terjadi di kalangan pemuda didua Kelurahan tersebut. Sehingga kemarahan yang sesaat berhujung kepada kebencian dan menjadi gejolak antar pemuda. Kedua lingkungan, lingkungan menjadikan kebiasaan yang baik bila mana kegiatan itu memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada di dalamnya. Lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter pemuda, dengan begitu lingkungan yang sehat akan melahirkan pemuda dengan pemikiran yang terbuka dan perilaku yang lebih baik. Strategi penyelesaian konflik antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu dilakukan dengan beberapa cara yaitu, a). Negosiasi, dimana para tokoh masyarakat dan Lurah dua Kelurahan tersebut mempertemukan pemuda dari Kelurahan Bone-bone dan Keluraha Tarafu untuk melakukan perdamaian dengan cara berkomrpomi untuk saling memaafkan dan melupakan masalah antar mereka. b). Mediasi yaitu dilakukan dengan cara pemerintah setempat sebagai fasilitator yang memberi ruang untuk para pemuda dengan melibatkan beberapa pihak, seperti satuan TNI/POLRI, tokoh masyarakat pemerintah Kelurahan, pemerintah daerah dan pemerintah Kota Baubau, salah satu kesepakatan yang disepakati saat itu, yaitu pengucapan ikrar/janji yang dilakukan pemuda dari dua kelurahan tersebut.

Collaboration network of the authors

40 authors · 186 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo7
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo6
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo5
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown5
Amin TundaUniversitas Halu Oleo4
Wa AisaUniversitas Halu Oleo4
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo3
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo2
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo2
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo2
La TarifuUniversitas Halu Oleo2
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo2
Syaifuddin S. KasimAffiliation unknown2
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo2
Faisal Danu TuheteruUniversitas Halu Oleo2
Asrianti ArifUniversitas Halu Oleo2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo2
Ratna SupiyahUniversitas Halu Oleo2
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo2
Eka Saputri YantiAffiliation unknown2
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo2
La MalesiUniversitas Halu Oleo1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Syamsuddin SyamsuddinAffiliation unknown1
Syamsuddin SyamsuddinAffiliation unknown1
Jopang JopangUniversitas Halu Oleo1
Faturachman Alputra SudirmanUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RajabUniversitas Halu Oleo1
Surya PradisaAffiliation unknown1
Nazrin NazrinUniversitas Halu Oleo1
Iin AprianiUniversitas Halu Oleo1
Ryan Fajar MaulanaAffiliation unknown1
lutfiana Nur AzizahAffiliation unknown1
Ghery Safitra FahrunAffiliation unknown1
Nada KusumaAffiliation unknown1
Halim HalimUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR PEMUDA KELURAHAN BONE-BONE DAN KELURAHAN TARAFU (Studi Di Kecamatan Batupuaro Kota Baubau)</dc:title>
	<dc:creator>Husna, Husna</dc:creator>
	<dc:creator>Bauto, La Ode Monto</dc:creator>
	<dc:creator>Tawulo, Megawati Asrul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konflik antara pemuda di Kelurahan Bone -bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau, dan untuk mengetahui strategi penyelesaian konflik yang terjadi antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan. a.) Wawancara, teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan dan langsung (bertatap muka) dengan informan yang ditunjang oleh pedoman wawancara. b.) Dokumentasi yakni dalam pengumpulan data melalui peninggalan tertulis (dokumen-dokumen) seperti data penduduk, data mata pencaharian dan gambaran lokasi.Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala Kelutahan Bone-bone dan kepala Kelurahan Tarafu, 2 tokoh agama dan tokoh masyarakat yang.2 orang masyarakat yang tinggal di daerah konflik atau terdampak konflik, selain itu pemuda sebanyak 4 orang yang merupakan informan biasa karena terlibat langsung atatu bahkan menjadi rekan pelaku yang terlibat. Sehingga total informan yang ada sebanyak 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab tejadinya konflik antar Pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu. Faktor-faktor tersebut antara lain pertama amarah . Kemarahaan yang sesaat di antara para pemuda di dua Kelurahan  tersebut, dimana mereka merasa benar dan tidak ingin disalahkan atas apa yang terjadi di kalangan pemuda didua Kelurahan tersebut. Sehingga kemarahan yang sesaat berhujung kepada kebencian dan menjadi gejolak antar pemuda. Kedua lingkungan, lingkungan menjadikan kebiasaan yang baik bila mana kegiatan itu memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada di dalamnya. Lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter pemuda, dengan begitu lingkungan yang sehat akan melahirkan pemuda dengan pemikiran yang terbuka dan perilaku yang lebih baik. Strategi penyelesaian konflik antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu dilakukan dengan beberapa cara yaitu, a). Negosiasi, dimana para tokoh masyarakat dan Lurah dua Kelurahan tersebut mempertemukan pemuda dari Kelurahan Bone-bone dan Keluraha Tarafu untuk melakukan perdamaian dengan cara berkomrpomi untuk saling memaafkan dan melupakan masalah antar mereka. b).  Mediasi yaitu dilakukan dengan cara pemerintah setempat sebagai fasilitator yang memberi ruang untuk para pemuda dengan melibatkan beberapa pihak, seperti satuan TNI/POLRI,  tokoh masyarakat pemerintah Kelurahan, pemerintah daerah dan pemerintah Kota Baubau, salah satu kesepakatan yang disepakati saat itu, yaitu pengucapan ikrar/janji yang dilakukan pemuda dari dua kelurahan tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">SOCIETAL</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/27120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SOCIETAL; Vol 9, No 1 (2022): Edisi April; 110-116</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/27120/15751</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 SOCIETAL</dc:rights>
</oai_dc:dc>