Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERAN TOKOH ADAT TOLAKI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PERKAWINAN (Study Pada Masyarakat Suku Tolaki di Kelurahan Kolono Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan)

SOCIETAL · Vol. 8 No. 1 (2021) · pp. 18–24

Published
2021-04-27
Publisher
SOCIETAL
Language
eng

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah mengenai konflik dalam perkawinan. Masalah kawin lari ini meliputi kawin bawa lari dan kawin lari bersama.Dari dua perkara ini tentu memiliki jalan keluar serta hukuman atau sangsi yang harus di tanggung.Untuk mencapai titik temu antara pihak orangtua perempuan dan orangtua laki-laki, maka harus ada tokoh adat yang harus membantu menyelesaikannya. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan peran dalam menyelesaiakan konflik kawin lari diantaranya kawin bawa lari dan kawin lari bersama. Dari pembahasan dua jenis pelangaran adat perkawinan bawa lari dan perkawinan lari bersama didaerah Kelurahan Kolono tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua jenis tindakan tersebut mempunyai satu kesamaan yaitu untuk melangsungkan pernikahan tanpa adanya campur tangan dari kedua orang tua masing-masing, dan keduanya juga memiliki perbedaan yaitu pada perkawinan lari bersama pernikahan biasanya dilakukan untuk menghindari uang jujur yang besar maupun upacara adat yang berat untuk dilaksanakan, juga untuk menghindari kerabat yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut, sedangkan didalam perkawinan bawa lari ini lebih dapat diidentikkan dengan kawin lari yang sebenarnya secara harfiah apabila dikaitkan dengan hukum pidana perkawinan bawa lari inilah yang disamakan dengan tindak pidana melarikan anak gadis orang.

Collaboration network of the authors

40 authors · 186 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Diponegoro University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ratna SupiyahUniversitas Halu Oleo7
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo4
Masrul MasrulUniversitas Halu Oleo4
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo4
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo3
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo3
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown3
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo3
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo3
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo2
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo2
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo2
Damsid DamsidAffiliation unknown2
Samsul SamsulUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Rizal ArsyadUniversitas Halu Oleo1
La Ode MontasirAffiliation unknown1
Harnianti HarniantiAffiliation unknown1
Yoenita JayadisastraUniversitas Halu Oleo1
Harita HaritaAffiliation unknown1
Akfan AkfanUniversitas Halu Oleo1
Hasmi HasmiUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Asrul JayaUniversitas Halu Oleo1
La IbaAffiliation unknown1
Sirajuddin SirajuddinUniversitas Halu Oleo1
Marsia Sumule GenggongAffiliation unknown1
La Ode HermanAffiliation unknown1
La Ode Muhammad UmranAffiliation unknown1
Ali AminUniversitas Halu Oleo1
Amin TundaUniversitas Halu Oleo1
Suriansa SuriansaAffiliation unknown1
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo1
Sitti RamdaniUniversitas Halu Oleo1
Arial Ical AfriadiUniversitas Halu Oleo1
Abdillah Syuqron DjanunUniversitas Halu Oleo1
Nurhayati NurhayatiDiponegoro University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN TOKOH ADAT TOLAKI  DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PERKAWINAN (Study Pada Masyarakat Suku Tolaki di Kelurahan Kolono Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan)</dc:title>
	<dc:creator>Asmawati, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Juhaepa, Juhaepa</dc:creator>
	<dc:creator>Tawulo, Megawati A.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang penelitian ini adalah mengenai konflik dalam perkawinan. Masalah kawin lari ini meliputi kawin bawa lari dan kawin lari bersama.Dari dua perkara ini tentu memiliki jalan keluar serta hukuman atau sangsi yang harus di tanggung.Untuk mencapai titik temu antara pihak orangtua perempuan dan orangtua laki-laki, maka harus ada tokoh adat yang harus membantu menyelesaikannya. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan peran dalam menyelesaiakan konflik kawin lari diantaranya kawin bawa lari dan kawin  lari bersama. Dari pembahasan dua jenis pelangaran adat perkawinan bawa lari dan perkawinan lari bersama didaerah Kelurahan Kolono tersebut maka dapat ditarik kesimpulan  bahwa kedua jenis tindakan tersebut mempunyai satu kesamaan yaitu untuk melangsungkan pernikahan tanpa adanya campur tangan dari kedua orang tua masing-masing, dan keduanya juga memiliki perbedaan yaitu pada perkawinan lari bersama pernikahan biasanya dilakukan untuk menghindari uang jujur yang besar maupun upacara adat yang berat untuk dilaksanakan,  juga untuk menghindari kerabat yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut, sedangkan didalam perkawinan bawa lari ini lebih dapat diidentikkan dengan kawin lari yang sebenarnya secara harfiah apabila dikaitkan dengan hukum pidana perkawinan bawa lari inilah yang disamakan dengan tindak pidana melarikan anak gadis orang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">SOCIETAL</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/20076</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SOCIETAL; Vol 8, No 1 (2021): Edisi April; 18-24</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/20076/12657</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 SOCIETAL</dc:rights>
</oai_dc:dc>