Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PROBLEMATIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA TERTINGGAL (Studi di Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan)

SOCIETAL · Vol. 7 No. 2 (2020) · pp. 151–159

Published
2020-12-30
Publisher
SOCIETAL
Language
eng

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan dikategorikan menjadi desa tertingal. (2) Untuk mengetahui bagaimanakah problematika sosial ekonomi masyarakat Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan sebagai desa tertinggal. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan menjadi desa tertinggal yaitu: (1) Sumber daya manusia yang rendah, (2) Keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kantor desa, jaringan komunikasi atau internet, infrastruktur jalan kurang memadai, serta sarana pelayanan kesehatan, (3) Bencana alam yang sering terjadi ketika musim hujan seperti banjir dan tanah longsor, dan (4) masalah Kebijakan. Dari ke empat faktor-faktor tersebut, mempengaruhi problematika sosial ekonomi masyarakat di Desa Bakutaru. Pada problematika sosial yaitu: (1) Kesehatan. Masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan, serta pelayanan kesehatan yang kurang memadai, dan (2) Pendidikan bagi masyarakat di Desa Bakutaru mayoritas adalah rendah. Sedangkan pada problematika ekonomi yaitu, (1) Pekerjaan masyarakat yang tidak menetap dan pendapatan yang tidak menentu, (2) Pemasaran. Sebagian hasil pertanian masyarakat kurang baik dan hanya sebagian yang dapat dipasarkan, serta (3) Pendapatan masyarakat yang relatif minim.

Collaboration network of the authors

40 authors · 235 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo6
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo5
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo5
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo4
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo4
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo4
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo4
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo4
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo3
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo3
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo3
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo2
Masrul MasrulUniversitas Halu Oleo2
Sirajuddin SirajuddinUniversitas Halu Oleo2
Irpan EfendiAffiliation unknown2
Hisna TomsioAffiliation unknown2
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo2
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo2
Dandy HardiyantoAffiliation unknown2
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo2
Samsul SamsulUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Rizal ArsyadUniversitas Halu Oleo1
La Ode MontasirAffiliation unknown1
Dian HardiantiAffiliation unknown1
Jopang JopangUniversitas Halu Oleo1
La TarifuUniversitas Halu Oleo1
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo1
Faturachman Alputra SudirmanUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RajabUniversitas Halu Oleo1
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo1
Fera Tri SusilawatyUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muh. UmranUniversitas Halu Oleo1
La TayaUniversitas Halu Oleo1
Erni QomariahUniversitas Halu Oleo1
Asrul JayaUniversitas Halu Oleo1
La IbaAffiliation unknown1
Marsia Sumule GenggongAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROBLEMATIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA TERTINGGAL (Studi di Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan)</dc:title>
	<dc:creator>Apriani, Ica</dc:creator>
	<dc:creator>Kasim, Syaifudin S.</dc:creator>
	<dc:creator>Sarpin, Sarpin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan dikategorikan menjadi desa tertingal. (2) Untuk mengetahui bagaimanakah problematika sosial ekonomi masyarakat Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan sebagai desa tertinggal. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Desa Bakutaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan menjadi desa tertinggal yaitu: (1) Sumber daya manusia yang rendah, (2) Keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kantor desa, jaringan komunikasi atau internet, infrastruktur jalan kurang memadai, serta sarana pelayanan kesehatan, (3) Bencana alam yang sering terjadi ketika musim hujan seperti banjir dan tanah longsor, dan (4) masalah Kebijakan. Dari ke empat faktor-faktor tersebut, mempengaruhi problematika sosial ekonomi masyarakat di Desa Bakutaru. Pada problematika sosial yaitu: (1) Kesehatan. Masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan, serta pelayanan kesehatan yang kurang memadai, dan (2) Pendidikan bagi masyarakat di Desa Bakutaru mayoritas adalah rendah. Sedangkan pada  problematika ekonomi yaitu, (1) Pekerjaan masyarakat yang tidak menetap dan pendapatan yang tidak menentu, (2) Pemasaran. Sebagian hasil pertanian masyarakat kurang baik dan hanya sebagian yang dapat dipasarkan, serta (3) Pendapatan masyarakat yang relatif minim.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">SOCIETAL</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/15754</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SOCIETAL; Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober; 151-159</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/societal/article/view/15754/10627</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 SOCIETAL</dc:rights>
</oai_dc:dc>