Jurnal
MAKNA KAHIYAA (PINGITAN) DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PEREMPUAN (Studi di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah)
SOCIETAL · Vol. 8 No. 1 (2021) · pp. 34–43
- Published
- 2021-04-10
- Publisher
- SOCIETAL
- Language
- eng
Abstract
Tujuan Penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui prosesi kahiyaa (pingitan) di Desa Lantongau Kecmatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. (2). Untuk mengetahui makna kahiyaa (pingitan) dalam membentuk karakter anak perempuan di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Mawasangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan penelitian sebanyak 16 orang yaitu, toko Adat serta para anggotanya, orang tua anak yang melakukan kahiyaa (pingitan), Anak gadis yang melakukan kahiyaa dan anak yang sudah melakukan kahiyaa. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi kahiyaa (pingitan) terdiri dari beberapa proses. Pertama menunjukan bahwa: 1). Prosesi pelaksanaan kahiyaa (pingitan) pada masyarakat Desa Lantongau terdiri dari tiga tahap yaitu. (a). Tahap persiapan yaitu, Pembuatan ruangan kahiyaa (kafokaumpu), Persiapan gendang (kadano ganda), Mempersiapkan mayang pinang (kalano bansa). (b). Tahap inti yaitu, Proses awal masuknya kaombo (kafofongkoha), Pengukuhan para gadis (kalempagi), Proses merapikan rambut dan alis (kabindu), Pencarian jodoh (mateano manu), Prosesi awal keluarnya kaombo (kafolimba). (c). Tahap penutup yaitu, membersihkan ruangan kahiyaa (kaohono hewu), tari linda peresmian anak yang melakukan kahiyaa (pingitan) yang dilakukan dilakapangan. 2). Makna kahiyaa (pingitan) dalam membentuk karakter anak perempuan terdiri dari tujuh bagian yaitu: (a). Kerja sama, yang dilakukan anak gadis dengan paganda (pemukul gendang). (b). Menjaga kehormatan). Dimana anak gadis (kabua-bau) akan menjadi seorang anak dewasa (kalambe). (c). Tenggung jawab, seorang bhisa mengambil peran sebangai orang tua anak gadis dalam kaombo selama berlangsungnya kahiyaa (pingitan). (d). Disiplin, pada prosesi kahiyaa yaitu: pelaksanaan mandi baik pada waktu pembukaan maupun penutupan upacara, pelaksanaan makan dengan ukuran makan yang tertentu. (e). Mandiri yaitu, bimbingan yang dilakukan oleh bhisa kepada gadis yang di suo/kaombo, antara lain. Ketaatan dan kepatuhan kepada orang tua, kesetian terhadap suami. (f). Jujur, Setiap anak yang mengikuti prosesi kahiyaa (pingitan) dipaksa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi sebelum memasuki suo/kaombo. Kesimpulan, memperoleh kepastian tentang pembentukan karakter, khususnya pada anak perempuan dari anak remaja (kabua-bua) menjadi seorang anak dewasa (kalambe) yang dibibimbing agar kelak berumah tangga nanti memperoleh benih-benih keturunan yang berahlak muliah.
Collaboration network of the authors
40 authors · 137 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Indonesia University of Education
- Universitas Sembilanbelas November Kolaka
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Aryuni Salpiana Jabar | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Tanzil Tanzil | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Bahtiar Bahtiar | Universitas Halu Oleo | 6 |
| Suharty Roslan | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Rety Reka Merlins | Affiliation unknown | 4 |
| Sarmadan Sarmadan | Affiliation unknown | 3 |
| Muhammad Rusli | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Bakri Yusuf | Universitas Halu Oleo | 3 |
| La Ode Monto Bauto | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Jamaluddin Hos | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Muhammad Arsyad | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Sri Khayati | Universitas Sulawesi Tenggara | 2 |
| I Ketut Suardika | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Ambo Upe | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Juhaepa Juhaepa | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Sarpin Sarpin | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Syaifudin Suhri Kasim | Universitas Halu Oleo | 2 |
| M Najib Husain | Affiliation unknown | 2 |
| Sumarlin Sumarlin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Dewi Anggraini | Affiliation unknown | 1 |
| Djohar Arifin | Universitas Sulawesi Tenggara | 1 |
| Sri Mulyani | Indonesia University of Education | 1 |
| Rifkah Anniza Rahman | Universitas Sulawesi Tenggara | 1 |
| La Ode Sidu Marafad | Affiliation unknown | 1 |
| Watiyani Watiyani | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nurul Rezky Fitriana | Affiliation unknown | 1 |
| Rahman Tandi | Affiliation unknown | 1 |
| Ratnawati Ratnawati | Affiliation unknown | 1 |
| Rizky Novri | Affiliation unknown | 1 |
| Nurpaisah Nurpaisah | Affiliation unknown | 1 |
| Meegawati Asrul Tawulo | Affiliation unknown | 1 |
| Santriani Santriani | Affiliation unknown | 1 |
| Rizky Novri Damayanti | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Pirda Wahyuningsi | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rina Astuti | Universitas Sembilanbelas November Kolaka | 1 |
| Dewi Rahmawati | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Sadila | Universitas Halu Oleo | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.