Jurnal SINTA 2
KLASIFIKASI EEG EPILEPSI MENGGUNAKAN SINGULAR SPECTRUM ANALYSIS, POWER SPECTRAL DENSITY DAN CONVOLUTION NEURAL NETWORK
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 15 No. 2 (2017) · pp. 185–194
- ISSN
- 2406-8535, 1412-6389
- Published
- 2017-07-01
- Publisher
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Language
- eng
Abstract
Epilepsi merupakan gangguan sistem syaraf otak manusia dan menyebabkan berbagai reaksi terhadap tubuh manusia. Epilepsi dapat dideteksi dengan menggunakan Electroencephalogram (EEG). Pengamatan EEG secara visual tidak mungkin dilakukan secara rutin, sehingga dibutuhkan deteksi otomatis pada EEG. Sistem deteksi EEG secara otomatis terdiri dari 2 langkah, yaitu ekstraksi fitur dan klasifikasi. Power Spectral Density (PSD) adalah metode ekstraksi fitur yang sering dipakai untuk memunculkan karakteristik EEG dengan mengelompokkan energi pada EEG. Pada proses klasifikasi metode Convolution Neural Network (CNN) dapat mereduksi fitur hasil PSD dan digunakan mengklasifikasikan multiclass dari EEG. Namun, data EEG memiliki kecenderungan bercampur noise berupa sinyal yang lain saat perekaman, oleh karena itu sebelum data EEG diklasifikasikan, perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Pada penelitian ini diusulkan penggabungan metode Singular Spectrum Analysis (SSA) untuk penghilang noise, PSD sebagai ekstraksi fitur dan CNN sebagai klasifier. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa fase, pertama adalah menghilangkan noise yang bercampur dengan sinyal EEG menggunakan SSA. Selanjutnya ekstraksi fitur menggunakan PSD untuk diambil energi dari sinyalnya, dan terakhir diklasifikasi dengan CNN. Pengujian klasifikasi akan dilakukan ke 500 sinyal dengan target 5 kelas dan 3 kelas. Untuk mengetahui performa terhadap metode yang diusulkan, akan dilakukan pengujian antara gabungan PSD dengan CNN yang akan dibandingkan dengan gabungan SSA, PSD dan CNN.Berdasarkan hasil uji coba, metode diusulkan yaitu SSA, PSD dan CNN dapat meningkatkan rata-rata hasil akurasi klasifikasi sebesar 1,2% dari 93,2% menjadi 94,4%, untuk kasus 3 kelas dan meningkatkan 13,4% dari 78,6% menjadi 92%, untuk kasus 5 kelas dibandingkan metode PSD dengan CNN.
Collaboration network of the authors
22 authors · 31 co-authorship links · 4 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Hasanuddin University
- UIN Sunan Ampel Surabaya
- Politeknik Negeri Nusa Utara
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Chastine Fatichah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 7 |
| Nanik Suciati | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Hendra Mesra | Hasanuddin University | 2 |
| Ricky Eka Putra | Affiliation unknown | 1 |
| Michael Ndung'u | Affiliation unknown | 1 |
| Gigih Prasetyo Cahyono | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Hifdhul Abror | UIN Sunan Ampel Surabaya | 1 |
| Gama Wisnu Fajarianto | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Stendy Budi Hartono Sakur | Politeknik Negeri Nusa Utara | 1 |
| Ahmad Hayam Brilian | Affiliation unknown | 1 |
| Aditya Bagusmulya | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Yunan Helmi Mahendra | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Siprianus Septian Manek | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Martini Dwi Endah Susanti | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Adenuar Purnomo | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Heru Purnomo Ipung | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Supeno Djanali | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Edio da Costa | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Nenden Siti Fatonah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Fajar Astuti Hermawati | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.