Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Berbeda dengan jalur lain yang menggunakan tes tertulis, jalur PMDK merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru tanpa melalui tes. Mahasiswa baru akan diseleksi dengan memperhatikan nilai rapor calon mahasiswa selama duduk di bangku SMA. Pada penelitian ini, akan dikembangkan metode seleksi mahasiswa baru melalui jalur PMDK. Calon mahasiswa tidak hanya diseleksi berdasarkan nilai rapor, tetapi juga berdasarkan kualitas sekolah dan histori nilai mahasiswa yang berasal dari sekolah asal pendaftar PMDK. Ketiga parameter ini dapat saling bertentangan. Sebagai contoh, sekolah dengan kualitas yang baik dapat saja memiliki standar yang tinggi sehingga nilai rapor siswanya lebih rendah dari nilai rapor siswa yang berasal dari sekolah lain yang kualitasnya lebih rendah. Untuk itu, perlu digunakan metode pengambilan keputusan yang melibatkan banyak kriteria. Permasalahan pengambilan keputusan seperti ini dikenal dengan multicriteria decision making (MCDM).Salah satu cara untuk pengambilan keputusan MCDM adalah dengan menggunakan Fuzzy TOPSIS. Pada penelitian ini, ketiga parameter yang menentukan diterima atau tidaknya calon mahasiswa akan diproses dengan menggunakan FUZZY TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa closeness coefficient yang dihasilkan melalui Fuzzy TOPSIS berkolerasi dengan nilai IPK mahasiswa yang diterima melalui jalur PMDK. Kata kunci: Fuzzy TOPSIS, MCDM, PMDK
Collaboration network of the authors
2 authors ·
1 co-authorship link
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Parahyangan Catholic University
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.