Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TRADISI HAROA PADA MASYARAKAT SUKU MUNA DI KELURAHAN BENUA NIRAE KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI

Gemeinschaft · Vol. 2 No. 2 (2020) · pp. 76–83

DOI
10.52423/gjmpp.v2i2.15295
ISSN
2714-8904
Published
2020-10-29
Publisher
Jurusan Sosiologi FISIP UHO
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui sejauhmana pemahaman masyarakat suku Muna mengenai proses tradisi haroa di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari Penelitian ini dilaksankan di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan informan secara non-probability sampling (pengambilan sampel tidak berdasarkan peluang) dan dalam penentuan informan ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi pengamatan dan wawancara. Dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pemahaman masyarakat suku muna yang terdapat di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari mengenai tradisi haroa memiliki pemahaman yang sama dengan prosesi tradisi haroa yang terdapat di dalam masyarakat suku muna yang terdapat di pulau muna yang ditandai dengan terdapatnya proses pelaksanan tradisi haroa yang sama yang diantaranya terdapat tahap proses sebagai berikut: (1) Proses persiapan di dalam tradisi haroa yaitu proses di mana menyiapkan Dupa yang disertai niat, katepi atau talang yang di dalamnya terdapat telur, kue-kue, daging dan jenis makanan lainnya serta yang paling penting minuman kesukaan roh leluhur semasa hidup dan sarung atau kain kafan. (2) Proses pelaksanaan di dalam tradisi haroa yaitu proses di mana pembakaran Dupa dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur‘an. dan (3) Penutup di dalam tradisi haroa yaitu proses yang dilakukan dengan rangkaian setelah pembacaan doa maka Modji/Lebe bersalam-salaman untuk menggugurkan dosa dan mempererat tali silahturahmi dan diakhiri dengan makan bersama.

Collaboration network of the authors

40 authors · 162 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Mataram
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo8
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo6
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo6
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo5
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown5
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo4
Masrul MasrulUniversitas Halu Oleo4
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo4
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo3
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo3
Megawati A. TawuloAffiliation unknown3
Damsid DamsidAffiliation unknown3
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo2
Sunandar IhsanUniversitas Halu Oleo2
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo2
Nur AyniAffiliation unknown2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Herlin RosdianaAffiliation unknown2
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo2
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo2
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo2
Samsul SamsulUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Rizal ArsyadUniversitas Halu Oleo1
La Ode MontasirAffiliation unknown1
Harnianti HarniantiAffiliation unknown1
Yoenita JayadisastraUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Islam Negeri Mataram1
Dewi KrisnawatiUniversitas Halu Oleo1
Yulia ChandraUniversitas Halu Oleo1
Harita HaritaAffiliation unknown1
Akfan AkfanUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Aqil RusliUniversitas Halu Oleo1
Sunarni SunarniUniversitas Halu Oleo1
SITI RAHIMAUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo1
Hasmi HasmiUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Yamin YaminUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRADISI HAROA PADA MASYARAKAT SUKU MUNA DI KELURAHAN BENUA NIRAE KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Arfan, Arfan</dc:creator>
	<dc:creator>Juhaepa, Juhaepa</dc:creator>
	<dc:creator>Supiyah, Ratna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui sejauhmana pemahaman masyarakat suku Muna mengenai proses tradisi haroa di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari Penelitian ini dilaksankan di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan informan secara non-probability sampling (pengambilan sampel tidak berdasarkan peluang) dan dalam penentuan informan ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi pengamatan dan wawancara. Dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pemahaman masyarakat suku muna yang terdapat di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari mengenai tradisi haroa memiliki pemahaman yang sama dengan prosesi tradisi haroa yang terdapat di dalam masyarakat suku muna yang terdapat di pulau muna yang ditandai dengan terdapatnya proses pelaksanan tradisi haroa yang sama yang diantaranya terdapat tahap proses sebagai berikut : (1) Proses persiapan di dalam tradisi haroa yaitu proses di mana menyiapkan Dupa yang disertai niat, katepi atau talang yang di dalamnya terdapat telur, kue-kue, daging dan jenis makanan lainnya serta yang paling penting minuman kesukaan roh leluhur semasa hidup dan sarung atau kain kafan. (2) Proses pelaksanaan di dalam tradisi haroa yaitu proses di mana pembakaran Dupa dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur‘an. dan (3) Penutup di dalam tradisi haroa yaitu proses yang dilakukan dengan rangkaian setelah pembacaan doa maka Modji/Lebe bersalam-salaman untuk menggugurkan dosa dan mempererat tali silahturahmi dan diakhiri dengan makan bersama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Sosiologi FISIP UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/15295</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/gjmpp.v2i2.15295</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Gemeinschaft; Vol 2, No 2 (2020): Edisi Oktober; 76-83</dc:source>
	<dc:source>2714-8904</dc:source>
	<dc:source>10.52423/gjmpp.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/15295/10367</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Gemeinschaft</dc:rights>
</oai_dc:dc>