Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MOBILITAS SIRKULER NELAYAN TRADISIONAL PADA MUSIM PACEKLIK (Studi di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah)

Gemeinschaft · Vol. 3 No. 1 (2021) · pp. 51–61

DOI
10.52423/gjmpp.v3i1.17346
ISSN
2714-8904
Published
2021-04-28
Publisher
Jurusan Sosiologi FISIP UHO
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apa penyebab terjadinya mobilitas sirkuler nelayan tradisional pada musim paceklik di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah (2) Untuk mengetahui bagaimana jenis-jenis aktivitas masyarakat nelayan Wajogu pada musim paceklik di daerah tujuan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil Penelitian di lapangan menunjukan bahwa penyebab terjadinya mobilitas sirkuler nelayan tradisional pada musim paceklik di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah disebabkan beberapa faktor, (1) faktor ekonomi yaitu kurangnnya pemasukan dalam pemenuhan kebutuhan sehingga pada musim paceklik masyarakat nelayan harus mencari pekerjaan diluar dari wilayah asal hal ini sebagai pendorong untuk melakukan mobilitas, (2) faktor ketersediannya lapangan kerja yaitu kurangnnya lapangan pekerjaan yang didapatkan dari daerah asal sehingga masyarakat yang bekerja sebagai nelayan memilih mencari pekerjaan diwilayah lain sehingga menjadi penarik untuk melakukan mobilitas, (3) faktor trasportasi yaitu merupakan alat pendukung seseorang untuk menjangkau wilayah yang dituju serta memudahkan dalam melakukan suatu mobilitas atau pergerakan hingga menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Sendangkan yang menjadi jenis-jenis aktivitas masyarakat nelayan Wajogu pada saat musim paceklik didaerah tujuan yaitu sebagai (a) buruh bangunan, (b)berdagang, (c)berkebun, dan (d)pengolah jambu mete. Aktivitas yang dilakukan masyarakat nelayan hanya bersifat sementara waktu bukan menjadi pekerjaan paten, dilakukan ketika musim paceklik serta ketika tidak turun melaut.

Collaboration network of the authors

40 authors · 128 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo8
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo7
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo4
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo3
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo3
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo3
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo3
Muhammad Ali BadaruddinUniversitas Halu Oleo2
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo2
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo2
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo2
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo2
Nila AndrianiUniversitas Halu Oleo1
Efendi EfendiUniversitas Halu Oleo1
Henni AmaliahUniversitas Halu Oleo1
Santriani SantrianiAffiliation unknown1
Muhamad Nur IkhsanAffiliation unknown1
Syaifuddin S. KasimAffiliation unknown1
Irma IrmaAffiliation unknown1
Pirda WahyuningsiUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhamad GhalibUniversitas Halu Oleo1
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo1
Rosdiana RosdianaUniversitas Halu Oleo1
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown1
Afil FaanaAffiliation unknown1
Egi SaputraUniversitas Halu Oleo1
Suci Dwi RahmayuniUniversitas Halu Oleo1
Arniyanti ArniyantiUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode MirantiUniversitas Halu Oleo1
Anita SariUniversitas Halu Oleo1
Abdillah Al-HasniUniversitas Halu Oleo1
Marwa AsdarAffiliation unknown1
Arfani KurniawanUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode SusniaUniversitas Halu Oleo1
Mimin MiminUniversitas Halu Oleo1
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo1
Sulfiah SulfiahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MOBILITAS SIRKULER NELAYAN TRADISIONAL PADA  MUSIM PACEKLIK (Studi di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah)</dc:title>
	<dc:creator>Ayu, Misna</dc:creator>
	<dc:creator>Kasim, Syaifudin S.</dc:creator>
	<dc:creator>Tanzil, Tanzil</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apa penyebab terjadinya mobilitas sirkuler nelayan tradisional pada musim paceklik di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah (2) Untuk mengetahui bagaimana jenis-jenis aktivitas masyarakat nelayan Wajogu pada musim paceklik di daerah tujuan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil Penelitian di lapangan menunjukan bahwa penyebab terjadinya mobilitas sirkuler nelayan tradisional pada musim paceklik di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah disebabkan beberapa faktor, (1) faktor ekonomi yaitu kurangnnya pemasukan dalam pemenuhan kebutuhan sehingga pada musim paceklik  masyarakat nelayan harus mencari pekerjaan diluar dari wilayah asal hal ini sebagai pendorong untuk melakukan mobilitas, (2) faktor ketersediannya lapangan kerja yaitu kurangnnya lapangan pekerjaan yang didapatkan dari daerah asal sehingga masyarakat yang bekerja sebagai nelayan memilih mencari pekerjaan diwilayah lain sehingga menjadi penarik untuk melakukan mobilitas, (3) faktor trasportasi yaitu merupakan alat pendukung seseorang untuk menjangkau wilayah yang dituju serta memudahkan dalam melakukan suatu mobilitas atau pergerakan hingga menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Sendangkan yang menjadi jenis-jenis aktivitas masyarakat nelayan Wajogu pada saat musim paceklik didaerah tujuan yaitu sebagai (a) buruh bangunan, (b)berdagang, (c)berkebun, dan (d)pengolah jambu mete. Aktivitas yang dilakukan masyarakat nelayan hanya bersifat sementara waktu bukan menjadi pekerjaan paten, dilakukan ketika musim paceklik serta ketika tidak turun melaut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Sosiologi FISIP UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/17346</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/gjmpp.v3i1.17346</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Gemeinschaft; Vol 3, No 1 (2021): Edisi April; 51-61</dc:source>
	<dc:source>2714-8904</dc:source>
	<dc:source>10.52423/gjmpp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/17346/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Gemeinschaft</dc:rights>
</oai_dc:dc>