Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Makna Sosial Tradisi Tebus Kembar Mayang Pada Proses Pernikahan Suku Jawa (Studi Kasus di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan)

Gemeinschaft · Vol. 5 No. 2 (2023) · pp. 182–197

DOI
10.52423/gjmpp.v5i2.45356
ISSN
2714-8904
Published
2023-10-22
Publisher
Jurusan Sosiologi FISIP UHO
Language
eng

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain:(1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan Suku Jawa di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan(2)Untuk mengetahui makna sosial tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan Suku Jawa di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sosial tradisi tebus kembar mayang pada proses pernikahan Suku Jawa di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Terdapat proses tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan suku jawa.(persiapan, pelaksanaan dan penutup). Kembar mayang merupakan simbol yang berbentuk bunga yang dirangkai menggunakan janur atau daun kelapa dan memiliki fungsi sebagai petunjuk dan nasehat bagi pengantin dalam menjalani kehidupan baru, lebih lanjut tradisi kembar mayang dalam pernikahan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan disetiap pernikahan, karena adat istiadat serta kebiasaan atau kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai nilai-nilai, norma-norma, hukum dan aturan-aturan yang menjadi bagian aspek kehidupan yang berasal dari masa lalu dan dilakukan berulang kali secara turun-temurun sehingga menjadi warisan yang dilestarikan, di percaya hingga saat ini. Makna sosial tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan suku jawa, (solidaritas, empati dan perlindungan sosial) dalam melihat tradisi tebus kembar mayang kita tidak bisa melihat pada satu sisi individual saja melainkan pada tindakan bersama yang bergerak dalam melaksanakan tradisi tebus kembar mayang serta memahami dan memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang telah terbentuk dikehidupan masyarakat yang saling membutuhkan dan saling melindungi satu sama lain

Collaboration network of the authors

40 authors · 163 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo8
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo6
Ratna SupiyahUniversitas Halu Oleo5
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo5
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo4
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo4
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo4
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo3
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo3
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo2
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Ali BadaruddinUniversitas Halu Oleo2
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo2
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo2
Rety Reka MerlinsAffiliation unknown2
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo2
Herlin RosdianaAffiliation unknown2
M Najib HusainAffiliation unknown2
Alimuddin AlimuddinAffiliation unknown2
Sumarlin SumarlinUniversitas Halu Oleo1
Dewi AnggrainiAffiliation unknown1
Dian HardiantiAffiliation unknown1
Rahman TandiAffiliation unknown1
Ratnawati RatnawatiAffiliation unknown1
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo1
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo1
Henni AmaliahUniversitas Halu Oleo1
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo1
Olivia Rusmin LiamboUniversitas Halu Oleo1
Egi SaputraUniversitas Halu Oleo1
La BoyInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Amin TundaUniversitas Halu Oleo1
Fitriani Binti HasanUniversitas Halu Oleo1
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo1
Sitti PatimahUniversitas Halu Oleo1
Marliana MarlianaAffiliation unknown1
Iksan Mail SyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Makna Sosial Tradisi Tebus Kembar Mayang Pada Proses Pernikahan Suku Jawa (Studi Kasus di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan)</dc:title>
	<dc:creator>Ningsih, Parti</dc:creator>
	<dc:creator>Hos, Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Dewi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini antara lain:(1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan Suku Jawa di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan(2)Untuk mengetahui makna sosial tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan Suku Jawa di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sosial tradisi tebus kembar mayang pada proses pernikahan Suku Jawa di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Terdapat proses tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan suku jawa.(persiapan, pelaksanaan dan penutup). Kembar mayang merupakan simbol yang berbentuk bunga yang dirangkai menggunakan janur atau daun kelapa dan memiliki fungsi sebagai petunjuk dan nasehat bagi pengantin dalam menjalani kehidupan baru, lebih lanjut tradisi kembar mayang dalam pernikahan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan disetiap pernikahan, karena adat istiadat serta kebiasaan atau kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai nilai-nilai, norma-norma, hukum dan aturan-aturan yang menjadi bagian aspek kehidupan yang berasal dari masa lalu dan dilakukan berulang kali secara turun-temurun sehingga menjadi warisan yang dilestarikan, di percaya hingga saat ini. Makna sosial tradisi tebus kembar mayang pada pernikahan suku jawa, (solidaritas, empati dan perlindungan sosial) dalam melihat tradisi tebus kembar mayang kita tidak bisa melihat pada satu sisi individual saja melainkan pada tindakan bersama yang bergerak dalam melaksanakan tradisi tebus kembar mayang serta memahami dan memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang telah terbentuk dikehidupan masyarakat yang saling membutuhkan dan saling melindungi satu sama lain</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Sosiologi FISIP UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/45356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/gjmpp.v5i2.45356</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Gemeinschaft; Vol 5, No 2 (2023): Edisi Oktober; 182-197</dc:source>
	<dc:source>2714-8904</dc:source>
	<dc:source>10.52423/gjmpp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/45356/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Gemeinschaft</dc:rights>
</oai_dc:dc>