Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

EKSISTENSI MASYARAKAT SUKU BAJO DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI DUATA (PENGOBATAN) PADA MASYARAKAT DI DESA MOLA SELATAN KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI

Gemeinschaft · Vol. 2 No. 1 (2020) · pp. 1–7

DOI
10.52423/gjmpp.v2i1.12675
ISSN
2714-8904
Published
2020-07-01
Publisher
Jurusan Sosiologi FISIP UHO
Language
eng

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Ritual Duata (pengobatan) di percayai oleh masyarakat Bajo sebagai ritual yang penuh kesakralan tinggi serta berkaitan dengan nilai-nilai dalan kehidupan masyarakat. Walaupun suku Bajo selalu tinggal di daerah pinggiran laut tidak menutup kemungkinan bahwa masyarakat Bajo tidak dapat terpengaruh kehidupan masyarakat modern pada umumnya, sehingga dengan menghidupkan kembali tradisi Duata (pengobatan) yang merupakan pengobatan tradisional pada masyarakat Bajo. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung pada tradisi Duata (pengobatan) pada masyarakat Bajo di Desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. (2) dan Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam mempertahankan tradisi Duata (pengobatan) pada masyarakat Bajo di Desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan proses pelaksanaan tradisi duata (pengobatan) pada masyarakat bajo memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya yang sampai sekarang eksistensinya masih dipertahankan oleh masyarakat suku bajo di desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, seperti (1) Nilai Religi, (2) Nilai Moral, (3) Nilai Kesehatan, Nilai Ekonomi. Upaya eksistensi mempertahankan tradisi ritual duata dilakukan dengan cara (1) Pemberdayaan, (2) Pendokumentasian, (3) Pengembangan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 163 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Mataram
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo8
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo6
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo6
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo5
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown5
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo4
Masrul MasrulUniversitas Halu Oleo4
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo4
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo3
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo3
Megawati A. TawuloAffiliation unknown3
Damsid DamsidAffiliation unknown3
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo2
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo2
Nur AyniAffiliation unknown2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Herlin RosdianaAffiliation unknown2
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo2
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo2
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo2
La Ode NafiuUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Amrullah PagalaUniversitas Halu Oleo1
Samsul SamsulUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Rizal ArsyadUniversitas Halu Oleo1
La Ode MontasirAffiliation unknown1
Harnianti HarniantiAffiliation unknown1
Yoenita JayadisastraUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Islam Negeri Mataram1
Dewi KrisnawatiUniversitas Halu Oleo1
Yulia ChandraUniversitas Halu Oleo1
Harita HaritaAffiliation unknown1
Akfan AkfanUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Aqil RusliUniversitas Halu Oleo1
Sunarni SunarniUniversitas Halu Oleo1
SITI RAHIMAUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo1
Hasmi HasmiUniversitas Muhammadiyah Parepare1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKSISTENSI MASYARAKAT SUKU BAJO DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI DUATA (PENGOBATAN) PADA MASYARAKAT DI DESA MOLA SELATAN KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI</dc:title>
	<dc:creator>Herlina, Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Juhaepa, Juhaepa</dc:creator>
	<dc:creator>Supiyah, Ratna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Ritual Duata (pengobatan) di percayai oleh masyarakat Bajo sebagai ritual yang penuh kesakralan tinggi serta berkaitan dengan nilai-nilai dalan kehidupan masyarakat. Walaupun suku Bajo selalu tinggal di daerah pinggiran laut tidak menutup kemungkinan bahwa masyarakat Bajo tidak dapat terpengaruh kehidupan masyarakat modern pada umumnya, sehingga dengan menghidupkan kembali tradisi Duata (pengobatan) yang merupakan pengobatan tradisional pada masyarakat Bajo. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung pada tradisi Duata (pengobatan) pada masyarakat Bajo di Desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. (2) dan Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam mempertahankan tradisi Duata (pengobatan) pada masyarakat Bajo di Desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan proses pelaksanaan tradisi duata (pengobatan) pada masyarakat bajo memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya yang sampai sekarang eksistensinya masih dipertahankan oleh masyarakat suku bajo di desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, seperti (1) Nilai Religi, (2) Nilai Moral, (3) Nilai Kesehatan, Nilai Ekonomi. Upaya eksistensi mempertahankan tradisi ritual duata dilakukan dengan cara (1) Pemberdayaan, (2) Pendokumentasian, (3) Pengembangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Sosiologi FISIP UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/12675</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/gjmpp.v2i1.12675</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Gemeinschaft; Vol 2, No 1 (2020): Edisi April; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2714-8904</dc:source>
	<dc:source>10.52423/gjmpp.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gemeinschaft/article/view/12675/8911</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Gemeinschaft</dc:rights>
</oai_dc:dc>