Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

KLASIFIKASI KEBUTUHAN NON-FUNGSIONAL MENGGUNAKAN FSKNN BERBASIS ISO/IEC 25010

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 17 No. 2 (2019) · pp. 107–116

DOI
10.12962/j24068535.v17i2.a823
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2019-08-20
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Aspek kualitas kebutuhan non-fungsional merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam kesuksesan pengembangan perangkat lunak. Namun, mengidentifikasi aspek kualitas kebutuhan non-fungsional merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Karena aspek kualitas kebutuhan non-fungsional sering ditemukan tercampur dengan kebutuhan fungsional. Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk dapat mengidentifikasi aspek kualitas kebutuhan non-fungsional. Penelitian yang ada mampu mengidentifikasi aspek kebutuhan non-fungsional dengan melakukan klasifikasi. Akan tetapi, standar kualitas yang digunakan sebagai rujukan untuk melabeli kalimat kebutuhan masih menggunakan standar ISO/IEC 9126. ISO/IEC 9126 merupakan standar lama yang dirilis pada tahun 2001. Peneliti sebelumnya mengungkapkan ambiguitas dalam enam sub-atribut pada struktur hirarkis ISO/IEC 9126. Oleh karena itu, standar kualitas yang digunakan untuk melabeli kalimat kebutuhan pada penelitian ini adalah ISO/IEC 25010. Sedangkan metode klasifikasi yang digunakan adalah FSKNN. Metode klasifikasi yang digunakan diuji dengan menggunakan nilai tetangga terdekat 10, 20 dan 30. Pada penelitian ini metode FSKNN berhasil memeroleh nilai tertinggi berdasarkan ground truth pakar yaitu precision sebesar 22.55 dan recall 27.64.

Collaboration network of the authors

40 authors · 70 co-authorship links · 13 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • University of Brawijaya
  • Universitas Airlangga
  • Hasanuddin University
  • University of Indonesia
  • North Sumatra Islamic University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nanik SuciatiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember9
Diana PurwitasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember8
Handayani TjandrasaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember7
Anny YuniartiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember3
Riyanarto SarnoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember3
Achmad ArwanUniversity of Brawijaya2
Suhadi LiliInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Hari GinardiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Ahmad SaikhuInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Hilya TsaniyaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Hendra MesraHasanuddin University2
Eha Renwi AstutiUniversitas Airlangga2
Ramadhan Hardani PutraUniversitas Airlangga2
Bilqis AmaliahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
M. Rahmat WidyantoUniversity of Indonesia1
Dyah Sulistyowati RahayuInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Jayanti Yusmah SariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mutmainnah MuchtarInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Evan TanuwijayaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Bayu PriyambadhaUniversity of Brawijaya1
Aldy Sefan RezanaldyAffiliation unknown1
Yuita Arum SariUniversity of Brawijaya1
Ratih Kartika DewiUniversity of Brawijaya1
Abdul MunifInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Vico Ade CandraAffiliation unknown1
Yudhi PurwanantoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Junaidi JunaidiNorth Sumatra Islamic University1
Faida RoyaniAffiliation unknown1
Imam KuswardayanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Rahmi Ika NovianaAffiliation unknown1
Faizal JohanAffiliation unknown1
Widyanti KartikaAffiliation unknown1
Darlis Heru MurtiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Choiru ZainAffiliation unknown1
Kusbandono Ari BowoAffiliation unknown1
Dewi RosidaAffiliation unknown1
Lutfi Rizal GozaliAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KLASIFIKASI KEBUTUHAN NON-FUNGSIONAL MENGGUNAKAN FSKNN BERBASIS ISO/IEC 25010</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hakim, Lukman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rochimah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fatichah, Chastine</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Aspek kualitas kebutuhan non-fungsional merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam kesuksesan pengembangan perangkat lunak. Namun, mengidentifikasi aspek kualitas kebutuhan non-fungsional merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Karena aspek kualitas kebutuhan non-fungsional sering ditemukan tercampur dengan kebutuhan fungsional.  Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk dapat mengidentifikasi aspek kualitas kebutuhan non-fungsional. Penelitian yang ada mampu mengidentifikasi aspek kebutuhan non-fungsional dengan melakukan klasifikasi. Akan tetapi, standar kualitas yang digunakan sebagai rujukan untuk melabeli kalimat kebutuhan masih menggunakan standar ISO/IEC 9126. ISO/IEC 9126 merupakan standar lama yang dirilis pada tahun 2001. Peneliti sebelumnya mengungkapkan ambiguitas dalam enam sub-atribut pada struktur hirarkis ISO/IEC 9126. Oleh karena itu, standar kualitas yang digunakan untuk melabeli kalimat kebutuhan pada penelitian ini adalah ISO/IEC 25010. Sedangkan metode klasifikasi yang digunakan adalah FSKNN. Metode klasifikasi yang digunakan diuji dengan menggunakan nilai tetangga terdekat 10, 20 dan 30.  Pada penelitian ini metode FSKNN berhasil memeroleh nilai tertinggi berdasarkan ground truth pakar yaitu precision sebesar 22.55 dan recall 27.64.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-08-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/823</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v17i2.a823</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol. 17, No. 2, Juli 2019; 107-116</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/823/389</dc:relation>
</oai_dc:dc>