Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kajian Faktor Kemudahan Mengakses Bahan Dan Kontrol Aspek Hukum Penyebab Penyalahgunaan Inhalen Ngelem Pada Anak Remaja Di Kota Kendari Tahun 2019

Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan · Vol. 1 No. 2 (2022)

DOI
10.37887/jwins.v1i2.29299
ISSN
2797-6270
Published
2022-12-23
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Latar Belakang: Inhalen atau ngelem yaitu penggunaan pelarut mudah menguap atau perekat dengan niat keracunan yang kebanyakan digunakan oleh anak remaja Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kemudahan mengakses bahan dan control dari aspek hukum penyebab penyalahgunaan inhalen “ngelem” pada anak remaja di Kecamatan Abeli Kota Kendari tahun 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan yang diambil adalah pedagang yang menjual lem fox, pihak kepolisian, anak remaja yang masih aktif ngelem, mantan pengguna lem fox, masyarakat setempat dan ketua RT. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan snowball sampling. Data berupa informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan teknik semistruktur dan observasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data (emik), display data (penyajian data) dan penarikan kesimpulan dari intisari wawancara Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa penyalahgunaan inhalen lebih mudah diakses oleh pengguna lem fox disebabkan karena pedagang dengan mudah menyediakan lem fox kepada remaja. Hal ini disebabkan karena kurangnya kontrol atau kebijakan dari pemerintah mengenai larangan penjualan lem fox kepada remaja. Pihak kepolisian juga tidak bisa melakukan hal banyak untuk menyikapi kasus ini karena tidak adanya peraturan yang dibuat oleh pemerintah tentang penyalahgunaan inhalen ngelem. Hanya saja pihak kepolisian polsek Abeli menyikapi kasus ini dengan cara patroli rutin dan menghimbau kepada aparat kelurahan agar menyampaiakan kepada pedagang untuk tidak menjual lem fox kepada remaja.

Collaboration network of the authors

40 authors · 137 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown6
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo6
Farit RezalAffiliation unknown5
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo3
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown3
Sahlan SahlanAffiliation unknown3
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo3
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo3
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown3
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Heny BaharuddinAffiliation unknown2
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo2
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo2
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Suhadi SuhadiAffiliation unknown2
Ruslan RuslanAffiliation unknown2
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo1
Adinda ValentinaAffiliation unknown1
Yustiani YustianiAffiliation unknown1
Nurzahra SaputriAffiliation unknown1
Wa Ode Gita AsiyahAffiliation unknown1
Rizky Armalia AnwarAffiliation unknown1
Fidelia Anisa GitaAffiliation unknown1
Yusuf Musyafir KoleworaAffiliation unknown1
Nur Aulia NissaAffiliation unknown1
Indrika Septiani KhairunnisaAffiliation unknown1
Sukma RizkiAffiliation unknown1
Wahyuni WahyuniAffiliation unknown1
A Narita Reski SafitriAffiliation unknown1
Putu Rahayu PratiwiAffiliation unknown1
Baharudin BaharudinAffiliation unknown1
Hilaluddin HanafiAffiliation unknown1
Suhartono SuhartonoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Kasmawati KasmawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/winsjournal/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Faktor Kemudahan Mengakses Bahan Dan Kontrol Aspek Hukum Penyebab Penyalahgunaan Inhalen Ngelem Pada Anak Remaja Di Kota Kendari Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>FEBRIANTI, LILIAN</dc:creator>
	<dc:creator>YUSRAN, SARTIAH</dc:creator>
	<dc:creator>ISMAIL, CECE SURIANI</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Inhalen atau ngelem yaitu penggunaan pelarut mudah menguap atau perekat dengan niat keracunan yang kebanyakan digunakan oleh anak remaja Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kemudahan mengakses bahan dan control dari aspek hukum penyebab penyalahgunaan inhalen “ngelem” pada anak remaja di Kecamatan Abeli Kota Kendari tahun 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan yang diambil adalah pedagang yang menjual lem fox, pihak kepolisian, anak remaja yang masih aktif ngelem, mantan pengguna lem fox, masyarakat setempat dan ketua RT. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan snowball sampling. Data berupa informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan teknik semistruktur dan observasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data (emik), display data (penyajian data) dan penarikan kesimpulan dari intisari wawancara Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa penyalahgunaan inhalen lebih mudah diakses oleh pengguna lem fox disebabkan karena pedagang dengan mudah menyediakan lem fox kepada remaja. Hal ini disebabkan karena kurangnya kontrol atau kebijakan dari pemerintah mengenai larangan penjualan lem fox kepada remaja.  Pihak kepolisian juga tidak bisa melakukan hal banyak untuk menyikapi kasus ini karena tidak adanya peraturan yang dibuat oleh pemerintah tentang penyalahgunaan inhalen ngelem. Hanya saja pihak kepolisian polsek Abeli menyikapi kasus ini dengan cara patroli rutin dan menghimbau kepada aparat kelurahan agar menyampaiakan kepada pedagang untuk tidak menjual lem fox kepada remaja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/winsjournal/article/view/29299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jwins.v1i2.29299</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan; Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan</dc:source>
	<dc:source>2797-6270</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jwins.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/winsjournal/article/view/29299/16961</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>