Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perilaku Korban Gigitan Hewan Penular Rabies (Ghpr) Di Desa Baula Kabupaten Kolaka Tahun 2019

Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan · Vol. 1 No. 2 (2022)

DOI
10.37887/jwins.v1i2.29293
ISSN
2797-6270
Published
2022-12-23
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Latar Belakang: Rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut hewan yang bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia). Penyakit ini menyerang susunan saraf pusat, yang disebabkan oleh virus golongan Rhabdovirus dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama anjing, kucing, dan kera. Rabies merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya, karena case fatality 100 %. Jadi bila seseorang dinyatakan positif rabies maka dia pasti akan meninggal, sebelum meninggal akan mengalami penderitaan yang sangat hebat, misalnya si penderita mengalami halusinasi yang berlebihan, phobia akan air, udara,suara-suara di dekatnya, dan ingin selalu menggigit benda apa saja yang ada di sekitarnya.Tujuan: untuk mengetahui perilaku korban gigitan hewan penular rabies di Desa Baula Kabupaten Kolaka Tahun 2019Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan melalui teknik purposive sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa warga masih mempercayai pengobatan secara tradisional dibandingkan pengobatan ke fasilitas kesehatan atau pengobatan secara medis. Mereka akan berobat kefasilitas kesehatan apabila sudah didapatkan keluhan lain dari luka akibat gigitan hewan penular rabies ini, seperti sudah demam, sesak napas, dan kejang-kejang.Kesimpulan: Perilaku korban gigitan hewan penular rabies di Desa Baula Kabupaten Kolaka Tahun 2019 dipengaruhi oleh pengetahuan dari masyarakat yang masih minim dan masih dianggap hal yang biasa saja terjadi di lingkungan mereka. Adapun ada korban yang terkena gigitan hewan penular rabies ini, pengobatan yang mereka tempuh atau jalani masih mengutamakan pengobatan secara tradisional.

Collaboration network of the authors

40 authors · 143 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo8
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo7
Febriana MuchtarAffiliation unknown7
Sartiah YusranAffiliation unknown6
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo6
CECE SURIANI ISMAILAffiliation unknown5
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo3
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo3
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo2
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo2
Farming FarmingAffiliation unknown2
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo2
Sabril MunandarAffiliation unknown2
Putu Eka ErawanAffiliation unknown2
Farid RezalAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo2
Rahma CahyaniUniversitas Halu Oleo1
Gabriel KaempeUniversitas Halu Oleo1
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo1
Albrina Roza RezkillahAffiliation unknown1
Idha Rezky IratamaAffiliation unknown1
Agjriana Tri Cahyani GunawanAffiliation unknown1
Ainun SyahidahAffiliation unknown1
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown1
Intan Eran SaputriAffiliation unknown1
Nurcahyati NurcahyatiAffiliation unknown1
Fitriyanti FitriyantiAffiliation unknown1
Rizki Eka Sakti Octaviani KAffiliation unknown1
Mina WahyuniAffiliation unknown1
Asri Nur AmaliaAffiliation unknown1
Milayanti MilayantiAffiliation unknown1
Fikky PrasetyaAffiliation unknown1
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo1
Junaid JunaidAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/winsjournal/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Korban Gigitan Hewan Penular  Rabies (Ghpr)  Di Desa Baula Kabupaten Kolaka Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>WALA, ASWAR</dc:creator>
	<dc:creator>BAHAR, HARTATI</dc:creator>
	<dc:creator>REZAL, FARIT</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut hewan yang bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia). Penyakit ini menyerang susunan saraf pusat, yang disebabkan oleh virus golongan Rhabdovirus dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama anjing, kucing, dan kera. Rabies merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya, karena case fatality 100 %. Jadi bila seseorang dinyatakan positif rabies maka dia pasti akan meninggal, sebelum meninggal akan mengalami penderitaan yang sangat hebat, misalnya si penderita mengalami halusinasi yang berlebihan, phobia akan air, udara ,suara-suara di dekatnya, dan ingin selalu menggigit benda apa saja yang ada di sekitarnya.Tujuan: untuk mengetahui perilaku korban gigitan hewan penular  rabies  di Desa Baula Kabupaten Kolaka Tahun 2019Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan melalui teknik purposive sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa warga masih mempercayai pengobatan secara tradisional dibandingkan pengobatan ke fasilitas kesehatan atau pengobatan secara medis. Mereka akan berobat kefasilitas kesehatan apabila sudah didapatkan keluhan lain dari luka akibat gigitan hewan penular rabies ini, seperti sudah demam, sesak napas, dan kejang-kejang.Kesimpulan: Perilaku korban gigitan hewan penular rabies di Desa Baula Kabupaten Kolaka Tahun 2019 dipengaruhi oleh pengetahuan dari masyarakat yang masih minim dan masih dianggap hal yang biasa saja terjadi di lingkungan mereka. Adapun ada korban yang terkena gigitan hewan penular rabies ini, pengobatan yang mereka tempuh atau jalani masih mengutamakan pengobatan secara tradisional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/winsjournal/article/view/29293</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jwins.v1i2.29293</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan; Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan</dc:source>
	<dc:source>2797-6270</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jwins.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/winsjournal/article/view/29293/16957</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>