Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Komba-Komba (Eupatorium odoratum) Berbunga Putih dan Berbunga Kuning Sebagai Antinyamuk

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 3 No. 2 (2018)

DOI
10.33772/pharmauho.v3i2.3536
ISSN
2715-4181
Published
2018-02-09
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Komba-komba (Eupatorium odoratum) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak terdapat di daerah Sulawesi Tenggara dan memiliki khasiat sebagai penolak nyamuk (repellant). Terdapat dua jenis tumbuhan yang dikenal sebagai komba-komba, yaitu komba-komba berbunga putih dan komba-komba berbunga kuning. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan berbunga kuning dan untuk mengetahui aktivitas antinyamuknya. Daun komba-komba diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian didelipidasi menggunakan n-heksan. Ekstrak terdelipidasi diidentifikasi metabolit sekundernya melalui skrining fitokimia secara kualitatif menggunakan reagen spesifik. Sedangkan uji aktivitas antinyamuk ekstrak terdelipidasi menggunakan konsentrasi 5%, 6%, dan 7% untuk menentukan daya proteksinya selama 6 jam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan jenis metabolit sekunder dari ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan kuning sama, yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Uji aktivitas menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin tinggi aktivitas antinyamuk yang dihasilkan. Ekstrak daun komba-komba berbunga kuning dan berbunga putih memiliki aktivitas antinyamuk yang sama, dimana ekstrak 7% memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk sediaan karena memiliki aktivitas awal 100% dan aktivitas hingga jam ke-6 sebesar 73%.Kata kunci: antinyamuk, Eupatorium odoratum, komba-komba, metabolit sekunder

Collaboration network of the authors

27 authors · 72 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wa Ode Sitti ZubaydahUniversitas Halu Oleo3
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown2
La Ode Herman HalikaAffiliation unknown1
Joko JokoUniversitas Halu Oleo1
Yusnita YusnitaUniversitas Halu Oleo1
Herlina HerlinaUniversitas Halu Oleo1
Sri WahyuniAffiliation unknown1
Rifa'atul MahmudahAffiliation unknown1
H HalikAffiliation unknown1
R RamlahAffiliation unknown1
Husnaeni HusnaeniAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti MusninaAffiliation unknown1
Ulfa WildaAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Morita SiraitAffiliation unknown1
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo1
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo1
Halimahtussaddiyah RitongaAffiliation unknown1
Andi Nafisah Tendri AdjengAffiliation unknown1
Nur illiyin AkibAffiliation unknown1
Rahiswari Pramudita LakasaAffiliation unknown1
Sandra Aulia MardikasariAffiliation unknown1
Endeng JuswitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Komba-Komba (Eupatorium odoratum) Berbunga Putih dan Berbunga Kuning Sebagai Antinyamuk</dc:title>
	<dc:creator>Armadany, Fery Indradewi</dc:creator>
	<dc:creator>Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng</dc:creator>
	<dc:creator>Fiyana, Ayu Sasta</dc:creator>
	<dc:creator>Novi, Novi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komba-komba (Eupatorium odoratum) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak terdapat di daerah Sulawesi Tenggara dan memiliki khasiat sebagai penolak  nyamuk (repellant). Terdapat dua jenis tumbuhan yang dikenal sebagai komba-komba, yaitu komba-komba berbunga putih dan komba-komba berbunga kuning. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan berbunga kuning dan untuk mengetahui aktivitas antinyamuknya. Daun komba-komba diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian didelipidasi menggunakan n-heksan. Ekstrak terdelipidasi diidentifikasi metabolit sekundernya melalui skrining fitokimia secara kualitatif menggunakan reagen spesifik. Sedangkan uji aktivitas antinyamuk ekstrak terdelipidasi menggunakan konsentrasi 5%, 6%, dan 7% untuk menentukan daya proteksinya selama 6 jam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan jenis metabolit sekunder dari ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan kuning sama, yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Uji aktivitas menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin tinggi aktivitas antinyamuk yang dihasilkan. Ekstrak daun komba-komba berbunga kuning dan berbunga putih memiliki aktivitas antinyamuk yang sama, dimana ekstrak 7% memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk sediaan karena memiliki aktivitas awal 100% dan aktivitas hingga jam ke-6 sebesar 73%.Kata kunci: antinyamuk, Eupatorium odoratum, komba-komba, metabolit sekunder </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-02-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/3536</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v3i2.3536</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/3536/2671</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Pharmauho</dc:rights>
</oai_dc:dc>