Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatrik ISPA Non Pneumonia Menggunakan Sistem ATC/DDD di Seluruh Puskesmas Kota Kendari

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 5 No. 2 (2020) · pp. 25–29

DOI
10.33772/pharmauho.v5i2.10166
ISSN
2715-4181
Published
2020-01-01
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Menurut WHO kejadian ISPA non pneumonia sangat tinggi pada usia anak. Pendekatan ATC /DDD dilakukan sebagai prediktor untuk menentukan tingkat penggunaan antibiotik secara kuantitatif, dimana semakin tinggi penggunaan antibiotik maka semakin besar potensi ketidakrasionalan penggunaan yang berdampak pada resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan jumlah penggunaan antibiotik dengan menggunakan sistem ATC/DDD pada pasien pediatrik ISPA Non pneumonia di seluruh Puskesmas Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan di seluruh puskesmas Kota Kendari tahun 2018 dengan total sampel 3083 pasien. Pengambilan data secara retrospektif melalui data rekam medik dan resep pasien ISPA non pneumonia yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan dengan mengklasifikasikan dalam kode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) antibiotik berdasarkan Guidelines for ATC and DDD Assignment WHO tahun 2018. Kemudian menghitung jumlah kekuatan antibiotik (dalam gram) yang digunakan dan jumlah hari rawat (total Length of Stay, LOS) berdasarkan jumlah dan durasi penggunaan obat pasien ISPA. Hasil penelitian menunjukan antibiotik yang paling sering digunakan adalah amoksisilin untuk seluruh puskesmas dengan total peresepan sebanyak 2663 kali disusul dengan sefadroksil sebanyak 329 kali dan kotrimoksazol diresepkan sebanyak 102 kali, serta terdapat 2 pasien yang menggunakan eritromisin. Nilai DDD yang paling tinggi adalah amoksisilin yaitu 58/100 patient days, sedangkan nilai DDD terkecil adalah kotrimoksazol. Penggunaan antibiotik di seluruh puskesmas secara kuantitaif belum rasional dengan nilai total DDD rata-rata cukup tinggi yaitu 66/100 patient days.Kata kunci: rasionalitas, antibiotik, Puskesmas, Kendari, non pneumonia

Collaboration network of the authors

40 authors · 209 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sabarudin SabarudinUniversitas Halu Oleo10
Ruslin RuslinUniversitas Halu Oleo8
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo6
La Ode Muhammad FitrawanUniversitas Halu Oleo4
Rini HamsidiAffiliation unknown4
Nurull HikmahUniversitas Halu Oleo3
Yamin YaminUniversitas Halu Oleo3
Vica AspadiahAffiliation unknown3
R RuslinAffiliation unknown3
W WahyuniAffiliation unknown3
Muhammad Hajrul MalakaAffiliation unknown3
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown3
Nurramadhani Armada SidaUniversitas Halu Oleo2
Aswani AswaniUniversitas Halu Oleo2
Arfan ArfanUniversitas Halu Oleo2
Aswani AswaniAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo2
Y YaminAffiliation unknown2
Andi Nafisah Tendri AdjengAffiliation unknown2
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode Sitti ZubaydahUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Handoyo SahumenaUniversitas Halu Oleo1
Alfian AlfianAffiliation unknown1
Ridho Fajriyah JamriAffiliation unknown1
Andi Nafisah Tendri AdjengAffiliation unknown1
Sania HairahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatrik ISPA Non Pneumonia Menggunakan Sistem ATC/DDD di Seluruh Puskesmas Kota Kendari</dc:title>
	<dc:creator>Ihsan, Sunandar</dc:creator>
	<dc:creator>Sabarudin, S</dc:creator>
	<dc:creator>Nuralifah, N</dc:creator>
	<dc:creator>Kasmawati, Henny</dc:creator>
	<dc:creator>Leorita, Mesi</dc:creator>
	<dc:creator>Damu, Rusliati</dc:creator>
	<dc:creator>Sudiman, Aswan</dc:creator>
	<dc:creator>Jamsir, Asmaidah</dc:creator>
	<dc:creator>Hasniar, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Septiyana, Wanda</dc:creator>
	<dc:creator>Mardiani, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Ariani, Eno Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Warda Ayu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Menurut WHO kejadian ISPA non pneumonia sangat tinggi pada usia anak. Pendekatan ATC /DDD dilakukan sebagai prediktor untuk menentukan tingkat penggunaan antibiotik secara kuantitatif, dimana semakin tinggi penggunaan antibiotik maka semakin besar potensi ketidakrasionalan penggunaan yang berdampak pada resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan jumlah penggunaan antibiotik dengan menggunakan sistem ATC/DDD pada pasien pediatrik ISPA Non pneumonia di seluruh Puskesmas Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan di seluruh puskesmas Kota Kendari tahun 2018 dengan total sampel 3083 pasien. Pengambilan data secara retrospektif melalui data rekam medik dan resep pasien ISPA non pneumonia yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan dengan mengklasifikasikan dalam kode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) antibiotik berdasarkan Guidelines for ATC and DDD Assignment WHO tahun 2018. Kemudian menghitung jumlah kekuatan antibiotik (dalam gram) yang digunakan dan jumlah hari rawat (total Length of Stay, LOS) berdasarkan jumlah dan durasi penggunaan obat pasien ISPA. Hasil penelitian menunjukan antibiotik yang paling sering digunakan adalah amoksisilin untuk seluruh puskesmas dengan total peresepan sebanyak 2663 kali disusul dengan sefadroksil sebanyak 329 kali dan kotrimoksazol diresepkan sebanyak 102 kali, serta terdapat 2 pasien yang menggunakan eritromisin. Nilai DDD yang paling tinggi adalah amoksisilin yaitu 58/100 patient days, sedangkan nilai DDD terkecil adalah kotrimoksazol. Penggunaan antibiotik di seluruh puskesmas secara kuantitaif belum rasional dengan nilai total DDD rata-rata cukup tinggi yaitu 66/100 patient days.Kata kunci: rasionalitas, antibiotik, Puskesmas, Kendari, non pneumonia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/10166</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v5i2.10166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho; 25-29</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/10166/8757</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Pharmauho:Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>