Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion Antioksidan dari Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Zea mays L.) sebagai Antioksidan dan Tabir Surya

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 5 No. 1 (2019) · pp. 16–20

DOI
10.33772/pharmauho.v5i1.8996
ISSN
2715-4181
Published
2019-04-16
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Rambut jagung merupakan limbah tanaman pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu khasiat rambut jagung yang dapat dimanfaatkan adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik lotion dari ekstrak etanol rambut jagung (Zea mays L.) sebagai antioksidan dan tabir surya. Ekstrak etanol rambut jagung diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH diperoleh nilai IC50 sebesar 114,75 μg/mL. Lotion dibuat dengan konsentrasi ekstrak ekstrak 1,5%, 3%, dan 4,5%. Nilai IC50 dari masing-masing sediaan berturut-turut yaitu 111,68 μg/mL, 110,10μg/mL, dan 109,63μg/mL.sedangkan nilai SPF dari sediaan lotion berturut-turut yaitu 8,48; 8,78; dan 9,44. Sediaan lotion yang telah diformulasi selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kestabilan lotion sebelum dan sesudah cycling test selama 6 siklus. Evaluasi karakteristik fisik meliputi pengamatan organoleptik, pengujian pH, viskositas, homogenitas dan daya sebar serta iritasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lotion secara keseluruhan stabil sebelum dan setelah dilakukan cycling test dimana sediaan yang dihasilkan berupa lotion dengan warna putih hingga coklat muda dengan bau khas, memiliki konsistensi kental dan homogen, pH berkisar 5,91–6,63, daya sebar 12.000–17.000 cPs (sesuai dengan SNI untuk viskositas sediaan lotion), daya sebar 5,2–7,2 cm. Hasil uji iritasi tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi.Kata kunci: rambut jagung, lotion, antioksidan, tabir surya

Collaboration network of the authors

31 authors · 82 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yonelian YuyunAffiliation unknown2
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo2
Herlina HerlinaUniversitas Halu Oleo1
Sri WahyuniAffiliation unknown1
Aisyah Shaliha AntoAffiliation unknown1
Novi NoviAffiliation unknown1
Andi Nafisah Tendri Adjeng MallarangengAffiliation unknown1
Ayu Sasta FiyanaAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti ZubaydahUniversitas Halu Oleo1
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown1
Rifa'atul MahmudahAffiliation unknown1
H HalikAffiliation unknown1
R RamlahAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti IlmawatiAffiliation unknown1
Muhamad Handoyo SahumenaAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Morita SiraitAffiliation unknown1
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo1
Halimahtussaddiyah RitongaAffiliation unknown1
Andi Nafisah Tendri AdjengAffiliation unknown1
Nur illiyin AkibAffiliation unknown1
Rahiswari Pramudita LakasaAffiliation unknown1
Randa WulaisfanAffiliation unknown1
Jumriana AkhyarAffiliation unknown1
Jamaluddin JamaluddinAffiliation unknown1
M. Sulaiman ZubairAffiliation unknown1
Ritha PratiwiAffiliation unknown1
Budi BudiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion Antioksidan dari Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Zea mays L.) sebagai Antioksidan dan Tabir Surya</dc:title>
	<dc:creator>Armadany, Fery Indradewi</dc:creator>
	<dc:creator>Musnina, Wa Ode Sitti</dc:creator>
	<dc:creator>Wilda, Ulfa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rambut jagung merupakan limbah tanaman pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu khasiat rambut jagung yang dapat dimanfaatkan adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik lotion dari ekstrak etanol rambut jagung (Zea mays L.) sebagai antioksidan dan tabir surya. Ekstrak etanol rambut jagung diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH diperoleh nilai IC50  sebesar 114,75 μg/mL. Lotion dibuat dengan konsentrasi ekstrak ekstrak 1,5%, 3%, dan 4,5%. Nilai IC50 dari masing-masing sediaan berturut-turut yaitu 111,68 μg/mL, 110,10μg/mL, dan 109,63μg/mL.sedangkan nilai SPF dari sediaan lotion berturut-turut yaitu 8,48; 8,78; dan 9,44. Sediaan lotion yang telah diformulasi selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kestabilan lotion sebelum dan sesudah cycling test selama 6 siklus. Evaluasi karakteristik fisik meliputi pengamatan organoleptik,  pengujian pH, viskositas, homogenitas dan daya sebar serta iritasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lotion secara keseluruhan stabil sebelum dan setelah dilakukan cycling test dimana sediaan yang dihasilkan berupa lotion dengan warna putih hingga coklat muda dengan bau khas, memiliki konsistensi  kental dan homogen, pH berkisar 5,91–6,63, daya sebar 12.000–17.000 cPs (sesuai dengan SNI untuk viskositas sediaan lotion), daya sebar 5,2–7,2 cm.  Hasil uji iritasi tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi.Kata kunci: rambut jagung, lotion, antioksidan, tabir surya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-04-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/8996</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v5i1.8996</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho; 16-20</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/8996/8764</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Pharmauho</dc:rights>
</oai_dc:dc>