Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penapisan Fitokimia dan Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Beberapa Tanaman Obat Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 5 No. 2 (2020) · pp. 30–34

DOI
10.33772/pharmauho.v5i2.10171
ISSN
2715-4181
Published
2020-01-01
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongansenyawa yang terdapat dalam ekstrak metanol beberapa tanaman obat yang sering digunakan masyarakat Sulawesi Tenggara diantaranya miana (C. scutellaroidesL.), ketepeng cina (C. alata L.), eceng gondok (E. crassipes), kayu jawa (L. coromandelica H.), dan nenas (A. comocus L.) serta mengetahui tingkat toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Sampel terdiri dari lima tanaman obat yang telah dipisahkan perbagiannya berupa akar, batang, daun, bunga dan buah. Ekstraksi menggunakan teknik maserasi, skrining fitokimia menggunakan teknik Kromatografi Lapis Tipis, serta pengujian toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L. Data kematian larva dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 pada masing-masing sampel, dimana ekstrak dikatakan toksik bila nilai LC50˂1000 µg/mL. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin dan saponin pada setiap tanaman, kandungan alkaloid tidak terdapat pada tanaman E. crassipes, dan senyawa triterpenoid hanya terdapat pada daun tanaman C. alata L. Hasil pengujian toksisitas menunjukkan bahwa dari delapan belas sampel yang telah diuji, dua belas diantaranya bersifat toksik. Sampel yang memiliki nilai LC50 terkecil (120,573 µg/mL) adalah kulit batang L. coromandelica sedangkan nilai LC50 terbesar (1510,415 µg/mL) ditunjukkan oleh daun C. scutellaroides LKata kunci: ekstrak, toksisitas, skrining, Artemia, BSLT

Collaboration network of the authors

40 authors · 134 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
S SahidinAffiliation unknown9
Rini HamsidiAffiliation unknown5
Muhammad Ilyas YusufAffiliation unknown5
Salahuddin SalahuddinUniversitas Gadjah Mada3
Tjandra BuanaAffiliation unknown2
Adryan FristiohadyAffiliation unknown2
Sahidin SahidinAffiliation unknown2
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo2
Mesi LeoritaAffiliation unknown2
Sandra Aulia MardikasariAffiliation unknown2
Mustakim HamidAffiliation unknown2
Didi Dharmadi HasanuddinAffiliation unknown2
Indah MawarniAffiliation unknown2
Baru SadarunAffiliation unknown2
Henny KasmawatiUniversitas Halu Oleo2
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown2
S SabarudinAffiliation unknown2
Aty WidyawaruyantiAffiliation unknown2
Achmad Fuad HafidAffiliation unknown2
Wiwied EkasariAffiliation unknown2
Asriullah JabbarAffiliation unknown2
Wa Ode Nia HelmiaAffiliation unknown2
Syunni YatunAffiliation unknown1
Mardin MardinAffiliation unknown1
Hilda Pratiwi PutriAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Suriana SurianaAffiliation unknown1
Yoenita JayadisastraUniversitas Halu Oleo1
Muh Al-ilhamAffiliation unknown1
Nurhayu MalikAffiliation unknown1
Muhammad Fadhil PallatjeAffiliation unknown1
Muflihun Bil HusnaAffiliation unknown1
Murdjani KamaluddinAffiliation unknown1
S SuaibAffiliation unknown1
Indra Saputra LiamboAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penapisan Fitokimia dan Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Beberapa Tanaman Obat Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach</dc:title>
	<dc:creator>Mappasomba, Musadar</dc:creator>
	<dc:creator>Wirasmanto, Bayu</dc:creator>
	<dc:creator>Malaka, Muhammad Hajrul</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, W</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, I</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongansenyawa yang terdapat dalam ekstrak metanol beberapa tanaman obat yang sering digunakan masyarakat Sulawesi Tenggara diantaranya miana (C. scutellaroidesL.), ketepeng cina (C. alata L.), eceng gondok (E. crassipes), kayu jawa (L. coromandelica H.), dan nenas (A. comocus L.) serta mengetahui tingkat toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Sampel terdiri dari lima tanaman obat yang telah dipisahkan perbagiannya berupa akar, batang, daun, bunga dan buah. Ekstraksi menggunakan teknik maserasi, skrining fitokimia menggunakan teknik Kromatografi Lapis Tipis, serta pengujian toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L. Data kematian larva dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 pada masing-masing sampel, dimana ekstrak dikatakan toksik bila nilai LC50˂1000 µg/mL. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin dan saponin pada setiap tanaman, kandungan alkaloid tidak terdapat pada tanaman E. crassipes, dan senyawa triterpenoid hanya terdapat pada daun tanaman C. alata L. Hasil pengujian toksisitas menunjukkan bahwa dari delapan belas sampel yang telah diuji, dua belas diantaranya bersifat toksik. Sampel yang memiliki nilai LC50 terkecil (120,573 µg/mL) adalah kulit batang L. coromandelica sedangkan nilai LC50 terbesar (1510,415 µg/mL) ditunjukkan oleh daun C. scutellaroides LKata kunci: ekstrak, toksisitas, skrining, Artemia, BSLT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/10171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v5i2.10171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho; 30-34</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/10171/8758</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Pharmauho:Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>