Zat pengikat pada formula tablet berguna untuk menambah kohesivitas pada serbuk sehingga membentuk ikatan pada waktu masa cetak dikempa dan membentuk suatu masa yang kompak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi pati pisang kepok (Musa balbisiana) sebagai bahan pengikat formulasi tablet paracetamol. Formulasi tablet menggunakan metode granulasi basah. Tablet parasetamol di formula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok konsentrasi 15% dalam bentuk mucilago. Tablet parasetamol yang dihasilkan dilakukan evaluasi mutu meliputi uji disolusi, waktu hancur, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, keseragaman kadar dan friabilitas, Tablet parasetamol yang dihasilkan juga dibandingkan ketersedian hayatinya dengan tablet parasetamol inovator. Hasil menunjukkan bahwa tablet parasetamol yang diformula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok 15% memenuhi persyaratan mutu tablet, terdisolusi 92% dalam waktu 30 menit dan waktu hancur 2 menit 2 detik. Tablet parasetamol yang di formula dengan bahan pengikat pati pisang kepok bioekivalen dengan tablet parasetamol inovator dengan nilai bioavailabilitas relative 1,099.
Collaboration network of the authors
6 authors ·
9 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Halu Oleo
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.