Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Daun Ghoenu (Abelmoschus manihot L.) serta Uji Antiradikal Secara In Vitro

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 7 No. 1 (2021) · pp. 39–43

DOI
10.33772/pharmauho.v7i1.16545
ISSN
2715-4181
Published
2021-04-22
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Ghoenu (Abelmoschus manihot L) merupakan tanaman tropis dari family Malvaceae yang dimasyakat selain digunakan sebagai sayuran juga digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Secara empiris, rebusan daun ghoenu (A. manihot L) digunakan sebagai penurun kolesterol, analgetik, obat sakit ginjal, maag. Ghoenu mengandung metabolit sekunder antara lain flavonoid, asam amino, nukleosida, polisakarida, asam organik, steroid, minyak volatil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mentukan kadar fenolik dan flavonoid ekstrak dan fraksi daun Ghoenu (Abelmoschus manihot L) serta uji antioksidan secara in vitro menggunakan DPPH (1-1-diphenyl-2-picrahidrazyl). Daun ghoenu diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Pengukuran kandungan fenolik total ditentukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteau, kadar flavonoid ditentukan dengan menggunakan metode kolorimeter kompleks aluminium klorida, serta aktivitas antiradikal ditentukan dengan menggunakan metode DPPH. Fraksi etil asetat menunjukkan kadar fenolik dan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol, fraksi n-heksana dan fraksi air dengan kadar berturut-turut sebesar 28,476 g EAG/100 g sampel, 26,098 g EAG/100 g sampel, 15,905 g EAG/100 g sampel, 7,397 g EAG/100 g sampel untuk fenolik dan 49,812 g EK/100 g sampel, 44,198 g EK/100 g sampel, 41,898 g EK/100 g sampel dan 24,042 g EK/100 g sampel. Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 7,42 µg/mL.

Keywords

Collaboration network of the authors

21 authors · 64 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ruslin RuslinUniversitas Halu Oleo3
Sunandar IhsanUniversitas Halu Oleo2
La AbaUniversitas Halu Oleo1
Rina AndriyaniAffiliation unknown1
Syahabudin SyahabudinAffiliation unknown1
La Ode Muhammad FitrawanUniversitas Halu Oleo1
Dian Munasari SoloAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti ZubaydahUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Handoyo SahumenaUniversitas Halu Oleo1
Arfan ArfanUniversitas Halu Oleo1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo1
Muhammad ArbaAffiliation unknown1
Gusti Ayu Made CandrayantiAffiliation unknown1
Syam FebriantaraAffiliation unknown1
Sabarudin SabarudinUniversitas Halu Oleo1
Henny KasmawatiUniversitas Halu Oleo1
Rifa'atul MahmudahAffiliation unknown1
Vica AspadiahAffiliation unknown1
Sitti SyafikaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Daun Ghoenu (Abelmoschus manihot L.) serta Uji Antiradikal Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Yamin, Yamin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ghoenu, antioksidan, antiradical, flavonoid, fenolik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ghoenu (Abelmoschus manihot L) merupakan tanaman tropis dari family Malvaceae yang dimasyakat selain digunakan sebagai sayuran juga digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Secara empiris, rebusan daun ghoenu (A. manihot L) digunakan sebagai penurun kolesterol, analgetik, obat sakit ginjal, maag. Ghoenu mengandung metabolit sekunder antara lain flavonoid, asam amino, nukleosida, polisakarida, asam organik, steroid, minyak volatil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mentukan kadar fenolik dan flavonoid ekstrak dan fraksi daun Ghoenu (Abelmoschus manihot L) serta uji antioksidan secara in vitro menggunakan DPPH (1-1-diphenyl-2-picrahidrazyl). Daun ghoenu diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Pengukuran kandungan fenolik total ditentukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteau, kadar flavonoid ditentukan dengan menggunakan metode kolorimeter kompleks aluminium klorida, serta aktivitas antiradikal ditentukan dengan menggunakan metode DPPH. Fraksi etil asetat menunjukkan kadar fenolik dan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol, fraksi n-heksana dan fraksi air dengan kadar berturut-turut sebesar 28,476 g EAG/100 g sampel, 26,098 g EAG/100 g sampel, 15,905 g EAG/100 g sampel, 7,397 g EAG/100 g sampel untuk fenolik dan 49,812 g EK/100 g sampel, 44,198 g EK/100 g sampel, 41,898 g EK/100 g sampel dan 24,042 g EK/100 g sampel. Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 7,42 µg/mL.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/16545</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v7i1.16545</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho; 39-43</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/16545/11726</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Yamin Yamin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>