Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Studi In Silico Senyawa 2-amino-5-(3-(4-hydroxy-3,5-dimethoxy-benzoyl)guanidino)pentanoic acid dan Turunannya sebagai Inhibitor Phospodiesterase-5

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 2 No. 1 (2016)

DOI
10.33772/pharmauho.v2i1.3477
ISSN
2715-4181
Published
2016-04-12
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Perkembangan penemuan senyawa kandidat obat selama beberapa dekade memiliki perkembangan yang pesat. Salah satu teknik pengembangan yang efektif adalah metode In Silico. Dengan memanfaatkan simulasi, pengembangan obat inhibitor Phospodiesterase-5 dapat dilakukan untuk tujuan terapi pada pasien disfungsi ereksi. Leonurin, senyawa yang didapatkan dari tanaman deungdeureunam memiliki khasiat afrodisiaka. Turunan senyawa yang salah satunya 2-amino-5-(3-(4-hydroxyl-3,5-dimethoxybenzoyl)guanidino) pentanoic acid dikembangkan untuk melihat kerjanya dalam menghambat Phospodiesterase-5 secara in silico. Senyawa diuji dengan membandingkannya dengan sildenafil, obat inhibitor Phospodiesterase-5 yang telah diakui WHO. Senyawa dibentuk menggunakan software ChemBioDraw, HyperChem, kemudian ditambatkan dengan ArgusLab 4.0.1 dengan molekul Phospodiesterase-5 yang didapatkan dari situs penyedia PDB. Dari studi In Silico diketahui 10 turunan senyawa memiliki ∆G masing-masing sebesar -6.95155 kcal/mol, -7.84975, -7.87837 kcal/mol, -7.42338 kcal/mol, -7.54449 kcal/mol, -7.94204 kcal/mol, -7.68970 kcal/mol, -8.19100 kcal/mol, -8.107 kcal/mol, -7,93392 kcal/mol. Sildenafil sendiri memiliki nilai ∆G sebesar -8,57159 kcal/mol. Sildenafil masih memiliki kerja yang lebih baik dibandingkan dengan ∆G terkecil dari 10 turunan senyawa dengan selisih sebesar 0,38059 kcal/mol.Kata kunci: In Silico, Penambatan Molekuler, Leonurin, Afrodisiaka, Desain Obat

Collaboration network of the authors

40 authors · 140 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Henny KasmawatiUniversitas Halu Oleo8
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo4
La Ode Muhammad FitrawanUniversitas Halu Oleo4
Nurull HikmahUniversitas Halu Oleo3
La AbaUniversitas Halu Oleo3
Sunandar IhsanUniversitas Halu Oleo3
Sabarudin SabarudinUniversitas Halu Oleo3
Muhammad ArbaAffiliation unknown3
Vica AspadiahAffiliation unknown3
Nurramadhani Armada SidaUniversitas Halu Oleo2
Aswani AswaniUniversitas Halu Oleo2
Fahyuddin FahyuddinAffiliation unknown2
Abraham RahmanAffiliation unknown2
La HarimuAffiliation unknown2
Rina AndriyaniAffiliation unknown2
Syahabudin SyahabudinAffiliation unknown2
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo1
Dian Munasari SoloAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti ZubaydahUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Handoyo SahumenaUniversitas Halu Oleo1
Arfan ArfanUniversitas Halu Oleo1
Syahbudin SyahbudinUniversitas Halu Oleo1
Nanik HindaryatiningsihUniversitas Halu Oleo1
La Ode NggawuUniversitas Halu Oleo1
Rifa’atul MahmuddahUniversitas Halu Oleo1
Fifi Nirmala GUniversitas Halu Oleo1
Sari Sukmawati KapotaUniversitas Halu Oleo1
Hasyim AbdillahUniversitas Halu Oleo1
Jahiddin JahiddinUniversitas Halu Oleo1
Endah RahminingsihAffiliation unknown1
Ritawati AsafAffiliation unknown1
Jahidin JahidinAffiliation unknown1
Makrawati MakrawatiAffiliation unknown1
La SarimuAffiliation unknown1
Muliatin MuliatinAffiliation unknown1
Sitti AisyahAffiliation unknown1
Muhammad Imin JayaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi In Silico Senyawa 2-amino-5-(3-(4-hydroxy-3,5-dimethoxy-benzoyl)guanidino)pentanoic acid dan Turunannya sebagai Inhibitor Phospodiesterase-5</dc:title>
	<dc:creator>Ruslin, Ruslin</dc:creator>
	<dc:creator>Febriantara, Syam</dc:creator>
	<dc:creator>Yamin, Yamin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan penemuan senyawa kandidat obat selama beberapa dekade memiliki perkembangan yang pesat. Salah satu teknik pengembangan yang efektif adalah metode In Silico. Dengan memanfaatkan simulasi, pengembangan obat inhibitor Phospodiesterase-5 dapat dilakukan untuk tujuan terapi pada pasien disfungsi ereksi. Leonurin, senyawa yang didapatkan dari tanaman deungdeureunam memiliki khasiat afrodisiaka. Turunan senyawa yang salah satunya 2-amino-5-(3-(4-hydroxyl-3,5-dimethoxybenzoyl)guanidino) pentanoic acid dikembangkan untuk melihat kerjanya dalam menghambat Phospodiesterase-5 secara in silico. Senyawa diuji dengan membandingkannya dengan sildenafil, obat inhibitor Phospodiesterase-5 yang telah diakui WHO. Senyawa dibentuk menggunakan software ChemBioDraw, HyperChem, kemudian ditambatkan dengan ArgusLab 4.0.1 dengan molekul Phospodiesterase-5 yang didapatkan dari situs penyedia PDB. Dari studi In Silico diketahui 10 turunan senyawa memiliki ∆G masing-masing sebesar -6.95155 kcal/mol, -7.84975, -7.87837 kcal/mol, -7.42338 kcal/mol, -7.54449 kcal/mol, -7.94204 kcal/mol, -7.68970 kcal/mol, -8.19100 kcal/mol, -8.107 kcal/mol, -7,93392 kcal/mol. Sildenafil sendiri memiliki nilai ∆G sebesar -8,57159 kcal/mol. Sildenafil masih memiliki kerja yang lebih baik dibandingkan dengan ∆G terkecil dari 10 turunan senyawa dengan selisih sebesar 0,38059 kcal/mol.Kata kunci : In Silico, Penambatan Molekuler, Leonurin, Afrodisiaka, Desain Obat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/3477</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v2i1.3477</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/3477/2630</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Pharmauho</dc:rights>
</oai_dc:dc>