Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Aktivitas Antimikroba dan Skrining Fitokimia Beberapa Tanaman Berkhasiat Obat di Kota Kendari

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 6 No. 1 (2020) · pp. 20–26

DOI
10.33772/pharmauho.v6i1.11445
ISSN
2715-4181
Published
2020-04-22
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap beberapa tanaman berkhasiat obat yaitu ekstrak metanol tanaman asam (Tamarindus indica L.), paria (Momordica charantia L.), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), jambu bol (Syzygium malaccense L. Merr), dan seledri (Apium graveolens L) yang ada di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Bagian tanaman berupa akar, batang, kulit batang, daun, maupun buah dipreparasi dan dimaserasi menggunakan metanol. Penapisan fitokimia dilakukan dengan metode KLT untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid, sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 35219 dan Staphylococcus aureus ATCC 2592 dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil skrining fitokimia terhadap beberapa tanaman obat menunjukan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin terkandung pada bagian akar, batang, maupun daun. Hasil pengukuran zona hambat ekstrak tanaman yang diuji menunjukan aktivitas antibakteri sangat aktif terhadap E. coli yaitu ekstrak akar belimbing wuluh, akar jambu bol, dan batang jambu bol. Selain itu, aktivitas antibakteri yang paling aktif terhadap S. aureus adalah ekstrak dan akar jambu bol.Kata kunci: fitokimia, antibakteri, obat tradisional, Kendari, Sulawesi Tenggara

Collaboration network of the authors

40 authors · 123 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
W WahyuniAffiliation unknown12
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown4
Salahuddin SalahuddinUniversitas Gadjah Mada3
Henny KasmawatiUniversitas Halu Oleo3
S SabarudinAffiliation unknown3
Sahidin SahidinAffiliation unknown3
Tjandra BuanaAffiliation unknown2
Wahyuni WahyuniAffiliation unknown2
Adryan FristiohadyAffiliation unknown2
Ari SartinahUniversitas Halu Oleo2
Mesi LeoritaAffiliation unknown2
Sandra Aulia MardikasariAffiliation unknown2
Baru SadarunAffiliation unknown2
Syunni YatunAffiliation unknown1
Mardin MardinAffiliation unknown1
Hilda Pratiwi PutriAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Suriana SurianaAffiliation unknown1
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo1
Nurlena IkawatiAffiliation unknown1
Ardiyanti ArdiyantiAffiliation unknown1
Nurhayani HMAffiliation unknown1
Muhammad Juharisman SaputraAffiliation unknown1
Wa BaaneAffiliation unknown1
Yoenita JayadisastraUniversitas Halu Oleo1
Muh Al-ilhamAffiliation unknown1
Nurhayu MalikAffiliation unknown1
Muhammad Fadhil PallatjeAffiliation unknown1
Muflihun Bil HusnaAffiliation unknown1
S SariyanaAffiliation unknown1
Andi NofrianiAffiliation unknown1
Hadijah SabarwatiAffiliation unknown1
Mustakim HamidAffiliation unknown1
Didi Dharmadi HasanuddinAffiliation unknown1
Indah MawarniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antimikroba dan Skrining Fitokimia Beberapa Tanaman Berkhasiat Obat di Kota Kendari</dc:title>
	<dc:creator>Mappasomba, Musadar</dc:creator>
	<dc:creator>Malaka, Muhammad Hajrul</dc:creator>
	<dc:creator>Hamsidi, Rini</dc:creator>
	<dc:creator>Zulbayu, La Ode Muhammad Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, S</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap beberapa tanaman berkhasiat obat yaitu ekstrak metanol tanaman asam (Tamarindus indica L.), paria (Momordica charantia L.), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), jambu bol (Syzygium malaccense L. Merr), dan seledri (Apium graveolens L) yang ada di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Bagian tanaman berupa akar, batang, kulit batang, daun, maupun buah dipreparasi dan dimaserasi menggunakan metanol. Penapisan fitokimia dilakukan dengan metode KLT untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid, sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 35219 dan Staphylococcus aureus ATCC 2592 dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil skrining fitokimia terhadap beberapa tanaman obat menunjukan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin terkandung pada bagian akar, batang, maupun daun. Hasil pengukuran zona hambat ekstrak tanaman yang diuji menunjukan aktivitas antibakteri sangat aktif terhadap E. coli yaitu ekstrak akar belimbing wuluh, akar jambu bol, dan batang jambu bol. Selain itu, aktivitas antibakteri yang paling aktif terhadap S. aureus adalah ekstrak dan akar jambu bol.Kata kunci: fitokimia, antibakteri, obat tradisional, Kendari, Sulawesi Tenggara</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/11445</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v6i1.11445</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho; 20-26</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/11445/8747</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>