Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

ANALISIS KANDUNGAN METHANYL YELLOW PADA NASI KUNING DI AREA KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 3 No. 4 (2023)

DOI
10.37887/jkl-uho.v3i4.33214
ISSN
2723-5203
Published
2023-02-27
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Nasi kuning merupakan hidangan nasi berwarna kuning yang merupakan makanan khas Indonesia yang biasanya sering dikonsumsi masyarakat untuk sarapan pagi. Nasi kuning dibuat dengan memasak menggunakan beberapa bahan tertentu salah satunya menggunakan pewarna alami. Tetapi seiring berjalannya waktu banyak produsen yang mulai menggunakan pewarna yang bukan merupakan pewarna alami, yaitu salah satu contohnya methanyl yellow. Methanyl yellow adalah pemberi warna kuning, yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan cat. Methanyl yellow dilarang untuk digunakan pada makanan karena senyawa ini bersifat iritan sehingga jika tertelan, dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, mual, muntah, sakit perut, diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah tedapat kandungan methanyl yellow pada nasi kuning di area Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian pada pemeriksaan laboratorium menggunakan tes kit methanyl yellow. Hasil pengamatan karakteristik nasi kuning yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo terhadap 30 sampel nasi kuning, terdapat 10 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna kuning pucat, dan 20 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna mencolok tidak berpendar. Hasil penelitian dari 30 sampel nasi kuning yaitu mendapatkan hasil negatif Methanyl yellow. Kesimpulannya nasi kuning yang dijual di Kecamatan Abeli aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena menggunakan pewarna alamiyang sesuai dengan Permenkes RI Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 176 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo10
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo7
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo6
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo6
Suhadi SuhadiAffiliation unknown5
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo5
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo5
Listy HandayaniUniversitas Halu Oleo3
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo3
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo3
Kamrin KamrinUniversitas Halu Oleo2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
Titin ZumartinAffiliation unknown2
Rizal Adi SaputraUniversitas Halu Oleo2
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo2
Lymbran TinaAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Ambo SakkaAffiliation unknown2
Yusfika YasinUniversitas Halu Oleo2
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo2
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown2
Pitrah AsfianAffiliation unknown2
Venesa VenesaUniversitas Halu Oleo1
Nurnashriana JufriUniversitas Halu Oleo1
Kristianti MangngaUniversitas Halu Oleo1
Gledys Marsita M. KonggoasaUniversitas Halu Oleo1
Ernawati RambiUniversitas Halu Oleo1
Muh. Dimas AdhitamaUniversitas Halu Oleo1
Difarman DifarmanUniversitas Halu Oleo1
Faizah SidiqahUniversitas Halu Oleo1
Iin SulvianaUniversitas Halu Oleo1
Sitti RabaniUniversitas Halu Oleo1
Maimun Ma'rifatUniversitas Halu Oleo1
Elsa ElsaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN METHANYL YELLOW PADA NASI KUNING DI AREA KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Mustawan, Selin Adelia</dc:creator>
	<dc:creator>Nurmaladewi, Nurmaladewi</dc:creator>
	<dc:creator>Erawan, Putu Eka Meiyana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nasi kuning merupakan hidangan nasi berwarna kuning yang merupakan makanan khas Indonesia yang biasanya sering dikonsumsi masyarakat untuk sarapan pagi. Nasi kuning dibuat dengan memasak menggunakan beberapa bahan tertentu salah satunya menggunakan pewarna alami. Tetapi seiring berjalannya waktu banyak produsen yang mulai menggunakan pewarna yang bukan merupakan pewarna alami, yaitu salah satu contohnya methanyl yellow. Methanyl yellow adalah pemberi warna kuning, yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan cat. Methanyl yellow dilarang untuk digunakan pada makanan karena senyawa ini bersifat iritan sehingga jika tertelan, dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, mual, muntah, sakit perut, diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah tedapat kandungan methanyl yellow pada nasi kuning di area Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian pada pemeriksaan laboratorium menggunakan tes kit methanyl yellow. Hasil pengamatan karakteristik nasi kuning yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo terhadap 30 sampel nasi kuning, terdapat 10 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna kuning pucat, dan 20 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna mencolok tidak berpendar. Hasil penelitian dari 30 sampel nasi kuning yaitu mendapatkan hasil  negatif Methanyl yellow. Kesimpulannya nasi kuning yang dijual di Kecamatan Abeli aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena menggunakan pewarna alamiyang sesuai dengan Permenkes RI Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-02-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/33214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v3i4.33214</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo; Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v3i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/33214/17648</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:rights>
</oai_dc:dc>