Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBU-TUMBU JAYA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 4 No. 2 (2023)

DOI
10.37887/jkl-uho.v4i2.43274
ISSN
2723-5203
Published
2023-08-22
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Kasus diare di Indonesia adalah masalah yang sangat besar dimana permasalahan ini merupakan permasalahan kesehatan yang masih terjadi di masyarakat dan memiliki tingkat angka kematian yang tinggi, terutama dikalangan balita. Data Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya menunjukan bahwa tahun 2019 terdapat 283 penderita diare, tahun 2020 terdapat 224, tahun 2021 terdapat 467 penderita. Berdasarkan data tersebut, Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya sebagai lokasi dengan jumlah diare tertingi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan untuk dapat mengetahui adanya hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesma Tumbu-Tumbu Jaya tahun 2022. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan 100 responden sebagai sampel dalam penelitian yang di peroleh dengan Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara mengunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil Hasil uji statistic pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara sumber air bersih (ρvalue = 0,000), pengelolaan sampah rumah tangga (ρvalue = 0.000) dan saluran pembuangan air limbah (ρvalue = 0,000). Tidak ada hubungan antara pengelolaan air minum (ρvalue = 0,416) dan ketersediaan jamban keluarga (ρvalue = 0,121). Kesimpulan: dari penelitian ini ada hubungan sumber air bersih pengelolan sampah rumah tangga, saluran pembuangan air limbah dan keberadaan vektor penyakit yang menjadi media transmisi penyebab diare yaitu Tikus, Kecoa, Lalat dan nyamuk. Diyakini meningkatkan insiden kesakitan dan kematian akibat diare pada balita. Dengan kejadian diare pada balita untuk itu perlu partisipasi masyarakat serta Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dalam penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.

Collaboration network of the authors

40 authors · 206 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo6
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo6
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo5
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo5
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo4
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo4
Febriana MuchtarAffiliation unknown4
Suhadi SuhadiAffiliation unknown3
Sartiah YusranAffiliation unknown3
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo3
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo3
Listy HandayaniUniversitas Halu Oleo2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
La Ode Liaumin AzimUniversitas Halu Oleo2
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo2
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo2
Heny BaharuddinAffiliation unknown2
Sri Tungga DewiAffiliation unknown2
Irma IrmaAffiliation unknown2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Putu Eka Meiyana ErawanUniversitas Halu Oleo2
Farit RezalAffiliation unknown2
Mawaddatul WarahmaUniversitas Halu Oleo1
Syaffikka SyaffikkaUniversitas Halu Oleo1
Ulfa HardiantiUniversitas Halu Oleo1
Yulita YulitaUniversitas Halu Oleo1
Annisya IskandarUniversitas Halu Oleo1
Sitti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo1
Muh. Dimas AdhitamaUniversitas Halu Oleo1
Wulan Endang SariUniversitas Halu Oleo1
Sarnilawati SarnilawatiAffiliation unknown1
Dwi Apri AnggraeniAffiliation unknown1
Rizki Eka Sakti Octaviani KohaliAffiliation unknown1
Fidya RamadhaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBU-TUMBU JAYA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Lianti, Nova</dc:creator>
	<dc:creator>Ruwiah, Ruwiah</dc:creator>
	<dc:creator>Jafriati, Jafriati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kasus diare di Indonesia adalah masalah yang sangat besar dimana permasalahan ini merupakan permasalahan kesehatan yang masih terjadi di masyarakat dan memiliki tingkat angka kematian yang tinggi, terutama dikalangan balita. Data Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya menunjukan bahwa tahun 2019 terdapat 283 penderita diare, tahun 2020 terdapat 224, tahun 2021 terdapat 467 penderita. Berdasarkan data tersebut, Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya sebagai lokasi dengan jumlah diare tertingi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan untuk dapat mengetahui adanya hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesma Tumbu-Tumbu Jaya tahun 2022. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan 100 responden sebagai sampel dalam penelitian yang di peroleh dengan Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara mengunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil Hasil uji statistic pada tingkat  signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara sumber air bersih (ρvalue = 0,000), pengelolaan sampah rumah tangga (ρvalue = 0.000) dan saluran pembuangan air limbah (ρvalue = 0,000). Tidak ada hubungan antara pengelolaan air minum (ρvalue = 0,416) dan ketersediaan jamban keluarga (ρvalue = 0,121). Kesimpulan: dari penelitian ini ada hubungan sumber air bersih pengelolan sampah rumah tangga,  saluran pembuangan air limbah dan keberadaan vektor penyakit yang menjadi media transmisi penyebab diare yaitu Tikus, Kecoa, Lalat  dan nyamuk. Diyakini meningkatkan insiden kesakitan dan kematian akibat diare pada balita. Dengan kejadian diare pada balita untuk itu perlu partisipasi masyarakat serta Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dalam penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-08-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/43274</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v4i2.43274</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo; Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/43274/18953</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:rights>
</oai_dc:dc>