Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

STUDI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN PENDEKATAN EHRA (ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT) DI KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 2 No. 1 (2021)

DOI
10.37887/jkl-uho.v2i1.19005
ISSN
2723-5203
Published
2021-06-26
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Kabupaten Buton Utara menghasilkan timbulan sampah mencapai 2522.4 ton/tahun pada tahun 2019. Sampah rumah tangga yang menempati volume tertinggi dari seluruh jenis sampah di Kecamatam Kulisusu mencapai 756.72 juta ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga dengan pendekatan EHRA (Environmental Health Risk Assessment) di Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara 2020. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan metode EHRA (Environmental Health Risk Assessment). Populasi dalam penelitian ini adalah 596 rumah tangga dan sampel penelitian adalah 80 sampel ibu rumah tangga. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Lipu dan Desa Lemo Ea Kecamatan Kulisusu sebanyak 50 (62.5%) pengelolaan sampah tidak memadai, frekuensi pengangkutan sampah yang tidak memadai 70 (87.5%), ketepatan waktu pengangkutan sampah yang tidak tepat waktu 70 (87.5), serta pengolahan setempat tidak diolah sebanyak 80 (100%). Kesimpulan pengelolaan sampah rumah tangga Kecamatan Kulisusu di wilayah perkotaan (Kelurahan Lipu) sebagian besar membuang sampah pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sedangkan wilayah pesisir (Desa Lemo Ea) sebagian besar membuang sampah langsung di laut. Sehingga penilaian risiko pengelolaan sampah rumah tangga yang tertinggi yaitu Desa Lemo Ea berada pada kategori risiko sangat tinggi dan Kelurahan Lipu dengan ketegori kurang berisiko.

Collaboration network of the authors

40 authors · 252 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo11
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo9
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo7
Irma IrmaAffiliation unknown6
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo6
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo6
Lymbran TinaAffiliation unknown6
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo5
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo5
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo4
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo4
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo4
Suhadi SuhadiAffiliation unknown3
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown3
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo3
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo3
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo3
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo3
Fifi Nirmala GAffiliation unknown3
Titin ZumartinAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
Dimas Melianto Saputra BahtiarAffiliation unknown2
Novita Indria SariAffiliation unknown2
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown2
Ambo SakkaAffiliation unknown2
Andi Faizal FachlevyAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Nisa IndallahUniversitas Halu Oleo1
Irmawati IrmawatiUniversitas Halu Oleo1
Ernawati RambiUniversitas Halu Oleo1
Nur NayaniUniversitas Halu Oleo1
Sitti AsmanurUniversitas Halu Oleo1
YasnaniAffiliation unknown1
Muh. Fadel Fitriansyah AswinUniversitas Halu Oleo1
Ririn Ali RahminAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN PENDEKATAN EHRA (ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT) DI KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA</dc:title>
	<dc:creator>Mintarsi, Wa Ode Mimin</dc:creator>
	<dc:creator>Karimuna, Siti Rabbani</dc:creator>
	<dc:creator>Jumakil, Jumakil</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Kabupaten Buton Utara menghasilkan timbulan sampah mencapai 2522.4 ton/tahun pada tahun 2019. Sampah rumah tangga yang menempati volume tertinggi dari seluruh jenis sampah di Kecamatam Kulisusu mencapai 756.72 juta ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga dengan pendekatan EHRA (Environmental Health Risk Assessment) di Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara 2020. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan metode EHRA (Environmental Health Risk Assessment). Populasi dalam penelitian ini adalah 596 rumah tangga dan sampel penelitian adalah 80 sampel ibu rumah tangga. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Lipu dan Desa Lemo Ea Kecamatan Kulisusu sebanyak 50 (62.5%) pengelolaan sampah tidak memadai, frekuensi pengangkutan sampah yang tidak memadai 70 (87.5%), ketepatan waktu pengangkutan sampah yang tidak tepat waktu 70 (87.5), serta pengolahan setempat tidak diolah sebanyak 80 (100%). Kesimpulan pengelolaan sampah rumah tangga Kecamatan Kulisusu di wilayah perkotaan (Kelurahan Lipu) sebagian besar membuang sampah pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sedangkan wilayah pesisir (Desa Lemo Ea) sebagian besar membuang sampah langsung di laut. Sehingga penilaian risiko pengelolaan sampah rumah tangga yang tertinggi yaitu Desa Lemo Ea berada pada kategori risiko sangat tinggi dan Kelurahan Lipu dengan ketegori kurang berisiko.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/19005</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v2i1.19005</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo; Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/19005/12161</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:rights>
</oai_dc:dc>