Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PADA NELAYAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATAUGA KABUPATEN BUTON SELATAN

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 4 No. 2 (2023)

DOI
10.37887/jkl-uho.v4i2.43275
ISSN
2723-5203
Published
2023-08-22
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Dermatitis kontak merupakan dermatitis yang diakibatkan oleh adanya bahan iritan maupun alergen yang menempel pada kulit. Faktor endogen dan eksogen merupakan faktor risiko terjadinya dermatitis kontak akibat kerja, Pervalensi kejadian dermatitis di puskesmas Batauga kabupaten buton selatan selalu meningkat setiap tahunnya, Pada tahun 2020 sebanyak 395 kasus, Pada tahun 2021 sebanyak 387 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 444 kasus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak pada nelayan di wilayah kerja puskesmas Batauga Kabupaten Buton Selatan tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pedekatan cross sectional study dengan sampel penelitian sebanyak 295 dari populasi 1.127 nelayan dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuisoner dan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahawa ada hubungan secara statistic (p value 0,05) yaitu variabel personal hygiene (p value =0,000), lama kontak (p value =0,000), dan penggunaan APD (p value =0,006). Sebaliknya tidak ada hubungan secara statistic (p value 0,05) yaitu variabel riwayat penyakit kulit sebelumnya (p value =0,366) pada nelayan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara personal hygiene, lama kontak, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian dermatitis kontak namun tidak ad hubungan antara riwayat penyakit kulit sebelumnya dengan kejadian dermatitis kontak pada nelayan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 253 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo8
Rahman RahmanAffiliation unknown8
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo8
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo8
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo7
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo6
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo6
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo5
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo5
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo4
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown4
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo4
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo4
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo4
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo4
Lymbran TinaAffiliation unknown4
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo4
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo3
Elisabeth Yoseph SukariaAffiliation unknown3
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown3
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo3
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo3
Nurnajma Indah ArifAffiliation unknown2
Nurul MutmainaAffiliation unknown2
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown2
Kurnia Wulan RamadhaniAffiliation unknown2
Sartiah YusranAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Fifi Nirmala GAffiliation unknown2
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo2
Iksan AriansyahUniversitas Halu Oleo1
Nisa IndallahUniversitas Halu Oleo1
Nining Nur ThoyyebUniversitas Halu Oleo1
Suhadi SuhadiUniversitas Halu Oleo1
Azzahra Ayu Jelita MujahidinUniversitas Halu Oleo1
Indrayanti FauziahUniversitas Halu Oleo1
Ririn Ali RahminAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PADA NELAYAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATAUGA KABUPATEN BUTON SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Fardilla, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Suhadi, Suhadi</dc:creator>
	<dc:creator>Saktiansyah, La Ode Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dermatitis kontak merupakan dermatitis yang diakibatkan oleh adanya bahan iritan maupun alergen yang menempel pada kulit. Faktor endogen dan eksogen merupakan faktor risiko terjadinya dermatitis kontak akibat kerja, Pervalensi kejadian dermatitis di puskesmas Batauga kabupaten buton selatan selalu meningkat setiap tahunnya, Pada tahun 2020 sebanyak 395 kasus, Pada tahun 2021 sebanyak 387 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 444 kasus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak pada nelayan di wilayah kerja puskesmas Batauga Kabupaten Buton Selatan tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pedekatan cross sectional study dengan sampel penelitian sebanyak 295 dari populasi 1.127 nelayan dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuisoner dan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahawa ada hubungan secara statistic (p value  0,05) yaitu variabel personal hygiene (p value =0,000), lama kontak (p value =0,000), dan penggunaan APD (p value =0,006). Sebaliknya tidak ada hubungan secara statistic (p value  0,05) yaitu variabel riwayat penyakit kulit sebelumnya (p value =0,366) pada nelayan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara personal hygiene, lama kontak, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian dermatitis kontak namun tidak ad hubungan antara riwayat penyakit kulit sebelumnya dengan kejadian dermatitis kontak pada nelayan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-08-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/43275</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v4i2.43275</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo; Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/43275/18954</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:rights>
</oai_dc:dc>