Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP GIGITAN HEWANPENULAR RABIES (GHPR) DI KABUPATEN KONAWE SELATAN

Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo · Vol. 2 No. 4 (2023)

DOI
10.37887/jkl-uho.v2i4.27407
ISSN
2723-5203
Published
2023-03-25
Publisher
FKM Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat berakibat fatal. Menurut Word Health Organization(2017), Rabies menyebabkan kematian lebih dari 59.000 orang atau hampir 1 kematian setiap 9 menit di seluruh dunia. Berdasarkan Hasil Penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh tim terpadu dari Ditjen P2P Kementerian Kesehatan dan Ditjen PKH Kementerian Pertanian terkait dugaan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies pada tanggal 17-20 Januari 2019 ditemukan 192 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies dan 2 Kasus kematian pada manusia karena rabies Lyssa (Kemenkes, 2019). Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021 data kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) pada bulan Januari-April sebanyak 58 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Exchaustive Sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan Masyarakat sebagian besar kurang yaitu 47 (81,0%), Sikap Masyarakat tergolong baik yaitu 40 (69,0%) dan Tindakan Masyarakat Kurang 58 (100%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu menggambarkan pengetahuan masyarakat dan tindakan masyarakat yang kurang baik.

Collaboration network of the authors

40 authors · 271 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo15
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo10
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo9
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo7
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo6
Suhadi SuhadiAffiliation unknown6
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo5
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo4
Irma IrmaAffiliation unknown4
Lymbran TinaAffiliation unknown4
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo4
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo4
Fifi Nirmala GAffiliation unknown4
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo3
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo3
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo3
Riska JalilAffiliation unknown3
Fikki PrasetyaAffiliation unknown3
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo3
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo2
Putu Eka Meiyana ErawanUniversitas Halu Oleo2
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo2
Titin ZumartinAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Andi Faizal FachlevyAffiliation unknown2
Hilda HarunAffiliation unknown2
Febriana MuchtarAffiliation unknown2
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo2
Sri Tungga DewiAffiliation unknown2
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
Sabril MunandarAffiliation unknown2
Iksan AriansyahUniversitas Halu Oleo1
Nisa IndallahUniversitas Halu Oleo1
Irmawati IrmawatiUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP GIGITAN HEWANPENULAR RABIES (GHPR) DI KABUPATEN  KONAWE SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Abas, Abas</dc:creator>
	<dc:creator>Yasnani, Yasnani</dc:creator>
	<dc:creator>Karimuna, Siti Rabbani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat berakibat fatal. Menurut Word Health Organization(2017), Rabies menyebabkan kematian lebih dari 59.000 orang atau hampir 1 kematian setiap 9 menit di seluruh dunia. Berdasarkan Hasil Penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh tim terpadu dari Ditjen P2P Kementerian Kesehatan dan Ditjen PKH Kementerian Pertanian terkait dugaan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies pada tanggal 17-20 Januari 2019 ditemukan 192 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies dan 2 Kasus kematian pada manusia karena rabies Lyssa (Kemenkes, 2019). Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021 data kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) pada bulan Januari-April sebanyak 58 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Exchaustive Sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan Masyarakat sebagian besar kurang yaitu 47 (81,0%), Sikap Masyarakat tergolong baik yaitu 40 (69,0%) dan Tindakan Masyarakat Kurang 58 (100%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu menggambarkan pengetahuan masyarakat dan tindakan masyarakat yang kurang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKM Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-03-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/27407</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jkl-uho.v2i4.27407</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo; Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:source>
	<dc:source>2723-5203</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jkl-uho.v2i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jkl-uho/article/view/27407/16048</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo</dc:rights>
</oai_dc:dc>