Jurnal
Seleksi Material Penempelan Biofilm Isolat Bakteri Resisten Tembaga asal PT. Freeport Indonesia
BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) · Vol. 4 No. 1 (2017)
- ISSN
- 2685-6360, 2355-6404
- Terbit
- 2017-06-12
- Penerbit
- University of Halu Oleo
- Bahasa
- eng
Abstrak
ABSTRAK Bakteri yang mampu tumbuh pada lingkungan tercemar logam berat cenderung membentuk biofilm. Biofilm terdiri dari berbagai kelompok bakteri yang tumbuh bersama mikroba lain yang diselubungi matriks polimer ekstraseluler (EPS) dan melekat pada permukaan materi organik maupun anorganik. Empat isolat bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri resisten tembaga yang diisolasi dari tailing PT Freeport Indonesia, Timika, Papua. Pada penelitian ini dilakukan seleksi materi penempelan biofilm berupa materi organik maupun anorganik untuk memperoleh materi penempelan yang optimal untuk pertumbuhan biofilm. Masing- masing isolat diinokulasikan ke dalam medium LB yang mengandung 100 mg/L CuSO4. Material uji digantung pada tutup erlenmeyer, diinkubasi pada shaker inkubator dengan kecepatan 100 rpm, selama 2 minggu pada suhu ruang. Aktivitas pembentukan biofilm diamati setiap minggu sekali berdasarkan penempelan biofilm pada material yang diamati di bawah mikroskop. Pembentukan massa biofilm diukur dengan cara menimbang material penempelan sebelum dan sesudah penempelan biofilm. Empat isolat dapat tumbuh dengan baik pada batu kali, kayu, plastik LLDPE dan plastik PET namun penempelan biofilm lebih stabil pada potongan kayu dan batu kali. Pseudomonas aeuruginosa strain C53 menunjukkan kemampuan paling tinggi dalam pembentukan biofilm kemudian diikuti Bacillus cereus strain C38, Lycinibacillus fusiformis strain C40 dan Bacillus subtilis strain C43. Kata Kunci: Bakteri Resisten tembaga, Biofilm, Material Penempelan. ABSTRACTBacteria capable of growing in a heavy-metal polluted environment tend to form biofilm. Biofilm consists of various groups of bacteria that grow together with other microbes that are surrounded by the extracellular polymeric substance (EPS) and adhere to the surface of both organic and inorganic matter. Four bacterial isolates used in this study were copper-resistant bacteria isolated from PT Freeport Indonesia's tailings, Timika, Papua. In this research, selection of biofilm attachment material was conducted in the form of organic or inorganic material to obtain optimal attachment material for biofilm growth. Each isolate was inoculated into LB medium containing 100 mg/L CuSO4. The test material was suspended on the erlenmeyer cover, incubated in the incubator shaker with 100 rpm, for 2 weeks at room temperature. The biofilm forming activity was observed weekly based on the attachment of biofilms to the material observed under the microscope. To determine the mass of the biofilm formed, calculation of the attachment material weight was done before and after the biofilm attachment. Four isolates could grow well on stone, wood, LLDPE plastic and PET plastic. However, the biofilm attachment looked more stable on wood and stone fragments. The highest ability in the biofilim formation was performed by Pseudomonas aeuruginosa strain C53, followed by Bacillus cereus strain C38, Lycinibacillus fusiformis strain C40 and Bacillus subtilis strain C43. Keywords: Copper Resistant Bacteria, Biofilm, Attachment Material
Jaringan kolaborasi para penulis
24 penulis · 51 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Gadjah Mada
- Jenderal Soedirman University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Roberth Sarwom | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| SEBASTIAN MARGINO | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tjetjep Rohendi Rohidi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elsa Luthfia Ahmad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Zainuddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Triyanto Triyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wilis Ari Setyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Medhina Magdalena | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andriessa Prameswara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jaka Widada | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Tri Wibawa | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Arifah Khusnuryani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yudi Kusnadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Triwibowo Yuwono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| M. Saifur Rohman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Endang Pamulatsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ratna Stia Dewi | Jenderal Soedirman University | 1 |
| Rina Sri Kasiamdari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yekti Asih Purwestri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.