Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERAN TANAMAN BENGKUANG (Pachyrrhizuz erosus L.) DALAM MENDUKUNG SISTEM PERTANIAN ORGANIK

BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) · Vol. 5 No. 2 (2019) · pp. 773–787

DOI
10.33772/biowallacea.v5i2.5880
ISSN
2685-6360, 2355-6404
Published
2019-01-12
Publisher
University of Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abstrak Tantangan pertanian ke depan adalah peningkatan produksi pertanian, kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintetik/kimia (anorganik). Sistem pertanian organik merupakan salah satu solusi yang diajukan untuk diterapkan pada sistem pertanian di masa yang akan datang. Sistem pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia/sintesis (anorganik). Pemanfaatan pupuk organik dan pestisida nabati dalam usaha pertanian akan mengurangi resiko pencemaran lingkungan, meningkatkan efisiensi pemupukan, serta menekan pengaruh negatif dari penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintesik/kimia (anorganik). Prinsip dalam sistem pertanian organik adalah adanya keseimbangan siklus hara dan kesuburan tanah serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memenuhi kebutuhan pupuk organik di dalam menjaga keseimbangan siklus hara, serta mengurangi penggunaan pestisida nabati, peran legum seperti bengkuang (Pachyrrhizuz erosus L.) perlu dikaji lebih mendalam. Tanaman bengkuang sangat potensial dalam mendukung diterapkannya sistem pertanian organik karena; biomassa yang banyak dan mengandung nitrogen yang tinggi (3.42% - 3.51%), kemampuan hidup yang sangat luas di berbagai kondisi lahan karena bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium dan Bradyrhizobium dalam menambat nitrogen (N2) udara dan bersimbiosis dengan cendawan mikoriza (AMF) yang dapat membantu penyerapan unsur hara terutama fosfor. Selain itu, kecuali umbi, bagian tanaman lainnya terutama pada biji bengkuang mengandung metabolit sekunder seperti rotenon yang bersifat insektisida. Dengan demikian maka bengkuang ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik dan sebagai insektisida nabati dalam mendukung sistem pertanian organik. Kata Kunci: bengkuang(Pachyrrhizuz erosus L.), legum, rotenon, sistem pertanian organik Abstract The challenge of agriculture in the future is to increase agricultural production, environmental sustainability and public health as a result of increasing population and public awareness of the negative effects caused by the use of inorganic fertilizers and chemical/ synthetic pesticides. Organic farming system is one of the solutions proposed to be applied to agricultural systems in the future. Organic farming system is an agricultural cultivation system that relies on natural materials without using synthetic/chemicals (inorganic). Utilization of organic fertilizers and pesticides in agricultural businesses will reduce the risk of environmental pollution, improve fertilization efficiency, and reduce the negative effects of the use of inorganic fertilizers and chemical/synthetic pesticides. The principle in organic farming systems is the balance of nutrient cycling and soil fertility and integrated pest and disease control. To improve soil fertility and meet the needs of organic fertilizer in maintaining the balance of nutrient cycles, and reduce the use of synthetic chemical pesticides, the role of legumes such as yam bean (Pachyrrhizuz erosus L.) needs to be studied more deeply. Yam bean plants are very potential in supporting the implementation of organic farming systems because; a lot of high and nitrogen containing biomass (3.42% - 3.51%), a very broad life ability in various land conditions because it is symbiotic with Rhizobium and Bradyrhizobium bacteria in fixing nitrogen (N2) air and symbiosis with mycorrhizal fungi (AMF) which can help absorption of nutrients, especially phosphorus. Especially in jicama seeds contain secondary metabolites such as rotenone which are insecticides. Thus, this yam bean can be used as an organic fertilizer and as a organic/vegetable insecticide in supporting organic farming systems. Keywords: Yam bean (Pachyrrhizuz erosus L.), legumes, rotenon, organic farming systems

Collaboration network of the authors

40 authors · 242 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
AGUNG YUSWANAUniversitas Halu Oleo8
MARIADI MARIADIUniversitas Halu Oleo6
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo6
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo6
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo5
Asmar HasanUniversitas Halu Oleo4
Muhammad BotekUniversitas Halu Oleo4
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo3
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo3
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo3
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo3
Rahayu MallarangengUniversitas Halu Oleo3
SYAIR SYAIRUniversitas Halu Oleo3
NUR ISNAINI ULFAUniversitas Halu Oleo3
Muhammad Arief DirgantoroUniversitas Halu Oleo3
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo3
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo2
RAHAYU RAHAYUUniversitas Halu Oleo2
Vit Neru SatrahUniversitas Halu Oleo2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo2
M RahayuAffiliation unknown2
Agustono SlametUniversitas Halu Oleo2
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo1
SULWAN SULWANAffiliation unknown1
TRESJIA CORINA RAKIANAffiliation unknown1
Idrus SalamUniversitas Halu Oleo1
MUSLIMAH MUSLIMAHAffiliation unknown1
Abdul RahmanUniversitas Halu Oleo1
MUHAMMAD TAUFIKUniversitas Halu Oleo1
Sukma AyuUniversitas Halu Oleo1
YAS WENDAUniversitas Halu Oleo1
LA ODE WALIUniversitas Halu Oleo1
Asdianti AsdiantiUniversitas Halu Oleo1
FATKUR RAHMANUniversitas Halu Oleo1
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo1
NOFI SUWETIUniversitas Halu Oleo1
Ikmal IkmalUniversitas Halu Oleo1
RISDAYANI RISDAYANIUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/wallacea/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN TANAMAN BENGKUANG (Pachyrrhizuz erosus L.) DALAM MENDUKUNG SISTEM PERTANIAN ORGANIK</dc:title>
	<dc:creator>Adawiyah, Robiatul</dc:creator>
	<dc:creator>Pakki, Terry</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak               Tantangan pertanian ke depan adalah peningkatan produksi pertanian, kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintetik/kimia (anorganik).  Sistem pertanian organik merupakan salah satu solusi yang diajukan untuk diterapkan pada sistem pertanian di masa yang akan datang.  Sistem pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia/sintesis (anorganik).  Pemanfaatan pupuk organik dan pestisida nabati dalam usaha pertanian akan mengurangi resiko pencemaran lingkungan, meningkatkan efisiensi pemupukan, serta menekan pengaruh negatif dari penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintesik/kimia (anorganik).  Prinsip dalam sistem pertanian organik adalah adanya keseimbangan siklus hara dan kesuburan tanah serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.  Untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memenuhi kebutuhan pupuk organik di dalam menjaga keseimbangan siklus hara, serta mengurangi penggunaan pestisida nabati, peran legum seperti bengkuang (Pachyrrhizuz erosus L.) perlu dikaji lebih mendalam. Tanaman bengkuang sangat potensial dalam mendukung diterapkannya sistem pertanian organik karena; biomassa yang banyak dan mengandung nitrogen yang tinggi (3.42% - 3.51%), kemampuan hidup yang sangat luas di berbagai kondisi lahan karena bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium dan Bradyrhizobium dalam menambat nitrogen (N2) udara dan bersimbiosis dengan cendawan mikoriza (AMF) yang dapat membantu penyerapan unsur hara terutama fosfor.  Selain itu, kecuali umbi, bagian tanaman lainnya terutama pada biji bengkuang mengandung metabolit sekunder seperti rotenon yang bersifat insektisida.  Dengan demikian maka bengkuang ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik dan sebagai insektisida nabati dalam mendukung sistem pertanian organik. Kata Kunci: bengkuang(Pachyrrhizuz erosus L.), legum, rotenon, sistem pertanian organik Abstract                The challenge of agriculture in the future is to increase agricultural production, environmental sustainability and public health as a result of increasing population and public awareness of the negative effects caused by the use of inorganic fertilizers and chemical/ synthetic pesticides. Organic farming system is one of the solutions proposed to be applied to agricultural systems in the future. Organic farming system is an agricultural cultivation system that relies on natural materials without using synthetic/chemicals (inorganic). Utilization of organic fertilizers and pesticides in agricultural businesses will reduce the risk of environmental pollution, improve fertilization efficiency, and reduce the negative effects of the use of inorganic fertilizers and chemical/synthetic pesticides. The principle in organic farming systems is the balance of nutrient cycling and soil fertility and integrated pest and disease control. To improve soil fertility and meet the needs of organic fertilizer in maintaining the balance of nutrient cycles, and reduce the use of synthetic chemical pesticides, the role of legumes such as yam bean (Pachyrrhizuz erosus L.) needs to be studied more deeply. Yam bean plants are very potential in supporting the implementation of organic farming systems because; a lot of high and nitrogen containing biomass (3.42% - 3.51%), a very broad life ability in various land conditions because it is symbiotic with Rhizobium and Bradyrhizobium bacteria in fixing nitrogen (N2) air and symbiosis with mycorrhizal fungi (AMF) which can help absorption of nutrients, especially phosphorus. Especially in jicama seeds contain secondary metabolites such as rotenone which are insecticides. Thus, this yam bean can be used as an organic fertilizer and as a organic/vegetable insecticide in supporting organic farming systems. Keywords: Yam bean (Pachyrrhizuz erosus L.), legumes, rotenon, organic farming systems</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">University of Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Biowallacea Press</dc:contributor>
	<dc:date>2019-01-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/wallacea/article/view/5880</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/biowallacea.v5i2.5880</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research); Vol 5, No 2 (2018): Biodiversitas Wallacea; 773-787</dc:source>
	<dc:source>2685-6360</dc:source>
	<dc:source>2355-6404</dc:source>
	<dc:source>10.33772/biowallacea.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/wallacea/article/view/5880/4315</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/wallacea/article/downloadSuppFile/5880/394</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal BioWallacea</dc:rights>
</oai_dc:dc>